
πFlashback Onπ
Hani menatap langit-langit di dinding kamarnya, dia baru saja terbangun setelah pukul sebelas pagi, tadi dia sempat membantu suaminya untuk berangkat kerja setelah itu dia kembali ke tempat tidur untuk kembali bermalas-malasan, entah kenapa dia sangat malas melakukan aktivitas apapun. Dirinya hanya ingin tidur, alhasil sekarang dia baru terbangun dari tidurnya.
Untung saja Hani tidak tinggal dengan mertua ataupun mommy nya jadi dia tidak akan terkena omelan ibu-ibu di pagi hari.
Hani dan Arka memilih tinggal di apartemen sederhana yang sudah mereka persiapan kan sebelumnya, Hani yang memilih dan mendekor semua isi dalam apartemen itu.
'kruuyuuuk' bunyi suara perut Hani, wanita itu memegang perutnya yang sudah berbunyi meminta untuk di isi, tapi entah kenapa Hani sangat tidak ingin melakukan apapun dia sangat malas untuk berjalan.
'triinggg tringgg' tangan Hani meraba kasur dan mencari ponsel yang sejak tadi berbunyi.
π±"Ada apa?" tanya Hani langsung to the point.
π±"hehehe tau aja aku telepon, mau ke kampus gak?" Chika tertawa kecil dari sebrang telepon.
π±"Ngapain kesana?"
π±"Bersemedi, ya cari buku untuk tugas akhir dodol" Chika sedikit meninggikan nada suaranya.
Hani Akhirnya duduk, mulutnya menguap berkali-kali, dilihatnya jam yang sudah menunjukkan pukul setengah dua belas.
π±"Besok aja gimana? aku sedang tidak ingin ke sana" tawar Hani.
π±"Hani! kemarin kemarin tu, kamu yang minta sekarang kamu tidak mau!"
Hani menjauhkan ponselnya dari telinganya, teriakan chika hampir membuatnya terjatuh dari tempat tidur.
π±"Iya, tapi kan kita baru saja selesai holiday, besok aja ya, lagian aku mau makan siang sama suami" terang Hani pada Chika.
π±"ahh baiklah" chika mengalah dan menutup teleponnya.
Hani segera berdiri dari tempat tidurnya, ide makan siang yang terpikirkan secara spontan membuat dia bersemangat untuk melakukan aktivitas.
Setelah selesai mandi wanita itu segera ke dapur untuk menyiapkan makan siang untuk dia bawa ke kantor Arka nanti.
.
Hani memasuki moonblue hotel dengan langkah yang elegan. Banyak pasang mata uang menatapnya, beberapa yang dilewati Hani segera menundukkan kepala mereka dan bersikap hormat pada Hani.
__ADS_1
Wanita itu sebenarnya tidak terlalu suka menjadi objek perhatian, tapi dia tidak bisa berbuat apapun, suaminya adalah orang nomor satu di hotel itu, otomatis semua pegawai hotel tau akan keberadaan nya. walau di TV tidak terlalu menampilkan wajah Hani, tetap saja karyawan yang menghadiri pernikahan Hani tau siapa istri dari Arka Rezvan Arezkhi.
Hani sampai di meja resepsionis dan menyapa para resepsionis di sana dengan ramah.
"Siang bu Hani" Sapa para resepsionis itu dengan sangat ramah.
"Siang kak" Hani sedikit risih dengan panggilannya yang sekarang sudah berubah. dari Hani tanpa embel embel sekarang menjadi bu Hani.
"Kak Arka nya ada di atas?" tanya Hani.
"Enak ya yang baru kerja beberapa bulan udah bisa menggaet bos besar disini, pasti dia menggoda bos dengan tubuhnya" Dina berusaha menyindir Hani dengan cara menjatuhkan harga diri Hani. Dia terlihat tidak takut sedikitpun ketika mulai menghina Hani.
"Kak Arka ada diatas?" Hani yang disindir berusaha bersikap tidak acuh, dia berpura-pura tidak mendengar ucapan Dina barusan.
"Ehh i-iya bu, tapi pak Arka sedang ada tamu di ruangan meeting".
" Ada yang pura-pura tidak dengar, pasti dia malu, ketahuan menggoda bos dengan tubuhnya" sekali lagi Dina memulai perang.
"Tamu dari mana ya?" Setahu Hani Arka tidak memiliki pertemuan dengan klien hari ini, Hani mantan sekretaris Arka, jadi tadi dia sempat melihat jadwal kerja suaminya dan tidak ada jam ketemu klien.
"it-itu bu, tamunya datang mendadak tanpa pemberitahuan, tapi pak Arka sudah menyuruh mereka untuk segera masuk" jawab resepsionis itu takut-takut, dia melirik Hani lalu melirik Dina, Hani terlihat sama sekali tidak mau menggubris ucapan Dina, wanita itu menganggap Dina hanya anj*ng yang menggonggong, karena tidak berhasil mendapatkan tulang yang dia inginkan.
.
"Lalu kenapa bapak masih menanyakan hal yang sudah pasti jawabannya? bapak pasti tau pak Arka baru saja menikah, sudah pasti dia sangat mencintai istrinya, kenapa bapak malah menawarkan mantan pacar yang sudah membuat pria ini terluka?" mendengar nada tinggi Sandy membuat Hani semakin mendekatkan telinganya kearah pintu.
"tenang, saya tau justru saya mau memberi kenikmatan pada nak Arka, zaman sekarang ini punya istri satu itu udah gak laku, enak punya dua, saya saja punya tiga istri, masak anak muda seperti Arka kalah sama saya" Emosi Hani mulai naik, ketika mendengar suara pria yang tidak dikenalnya meminta suaminya sendiri untuk melakukan poligami.
Hani masih setia tegak didepan pintu itu berusaha mendengarkan lebih jelas pembahasan kedua tamu tak diundang Arka didalam sana.
"Terima kasih atas penawaran bapak tapi saya tidak tertarik" bibir Hani sedikit tertarik keatas ketika mendengarkan jawaban Arka atas permintaan tamu asing itu.
Wanita itu masih setia berdiri di balik pintu, baru saja Hani mau kembali ketempat duduknya dia kembali mendengar suara tamu itu.
"ohh, kalau begitu bagaimana jika kita makan siang bersama, saya yang akan mentraktir makan siang kali ini"
Hani kembali menempelkan telinganya ke pintu meeting, berusaha mencuri dengar lagi, dia mendengar Arka berusaha menolak tapi sepertinya suaminya itu kesulitan untuk menolak. jadi dalam Hati Hani menghitung dari satu sampai sepuluh dia berniat untuk membuka pintu meeting itu.
Wanita itu tau tindakan nya saat ini sangat tidak sopan, tapi sikap tamu asing di dalam ruangan itu lebih tidak sopan.
Dengan segala keberanian dia membuka pintu itu.
__ADS_1
...πFlashback Offπ...
'Cup' Arka mencium bibir Hani ketika Hani selesai menceritakan ceritanya.
tangannya mengusap kepala Hani dengan sayang, "manisnya istriku, bisa cemburu juga ternyata" ledek Arka.
Wanita itu masih menatap Arka dengan marah, karena Arka baru saja memberikan nomor ponselnya pada Chintya, padahal Chintya mempunyai status sebagai mantan kekasih Arka.
"Kak__"
'kruuyuukk' Hani tidak jadi mengomeli Arka ketika suara perutnya kembali terdengar, dia lupa bahwa dia belum juga memberi makan pada perutnya itu.
Arka mencubit gemas pipi istrinya itu dan kembali mencium bibirnya lagi, "Ayo kita makan dulu, nanti di sambung marahnya setelah punya energi lagi" ledek Arka kembali lalu dia menarik tangan istrinya menuju ruangan pribadi dirinya.
βοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
π±"nomor yang ada tuju sedang sib__" Hana kembali mematikan ponselnya. ini sudah ke lima kalinya dia menelpon tapi teleponnya tidak pernah tersambung.
Wanita itu menatap jam yang tertera di posel, pukul 10 AM seharusnya Satya ada dirumah saat ini, satya tidak bilang apapun mau pergi kemana.
'tring tring'
Hana segera meraih ponselnya tanpa melihat si penelpon.
π±"Halo" Hana menyapa lebih dulu.
π±"Han, kamu tidak kesini?" itu adalah chika buang menelponnya.
tampak gurat kekecewaan dari wajah Hana, dia sangat berharap yang menelpon adalah Satya kekasihnya, tapi malah chika yang lebih dulu menelponnya.
π±"kemana?" Hana kembali tidak bersemangat.
π±"iyyy hari ini kan ada pertandingan basket di kampus, kamu gak tau atau lupa?"
π±"Pertandingan!?" Hana segera berlari ke arah kamar mandi.
π±"iya pertandingan basket" ulang chika lagi.
π±"baiklah aku akan segera ke sana" Ucap Hana cepat langsung melemparkan ponselnya kearah tempat tidur.
Waktu sepuluh menit telah terlalu, Hana segera keluar dari rumahnya menuju kampus.
__ADS_1
Dia berniat memarahi Satya yang tidak memberitahu dirinya tentang pertandingan basket hari ini.
...βοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ...