Twins Love Story

Twins Love Story
Chapter 133 S2 "Siuman"


__ADS_3

Hana masih diam termenung menatap jalanan. Pikirannya terus berkecamuk, penyesalan selalu datang diakhir. Hana sangat menyesal atas semua yang terjadi pada Hani.


Sebelumnya Arka, Satya dan Hana telah berbicara bertiga secara sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan orang tua mereka.


Arka sangat marah pada Hana, yang tidak bisa menjaga Hani, padahal dia berjanji akan menjaga gadis itu.


Satya menggenggam tangan Hana, menyadarkan gadis itu dari lamunannya, "Semua ini musibah, bukan kesalahanmu, jangan pernah menyalahkan dirimu Han".


"Jika aku memaksa Hani untuk makan di restoran sebrang kampus Hani pasti selamat, jika aku tidak menelponnya Hani pasti lebih waspada" Hana masih menyalahkan dirinya. "Sekarang dia kehilangan janin yang belum pernah dia ketahui, ini semua salahku, seharusnya aku tidak membawanya ke kampus".


"Kalau gitu aku juga bersalah, kita semua bersalah, jadi jangan hanya menyalahkan dirimu, Arka marah padamu untuk menenangkan dirinya, dia juga merasa bersalah telah meninggalkan istrinya dan memilih pergi bekerja, semuanya mempunyai kesalahan masing-masing jadi jangan hanya menyalahkan dirimu".


Hana mengangguk lemah, menjawab perkataan Satya.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Dua hari berlalu setelah kecelakaan itu, Hani masih setia dengan tidurnya, dia masih belum membuka matanya.


Keadaan Hani semakin membuat semua orang resah dan takut, walau dokter sudah berusaha menenangkan mereka, tetap saja melihat mata itu masih tertutup tidak bisa membuat semua orang disana tenang.


Arka tampak seperti orang gila, rambutnya acak-acakan, dia sama sekali tidak memperhatikan pakaiannya.


"Nak Arka, makanlah dulu" pinta bunda Hana pelan sambil menepuk punggung Arka dengan lembut.


Arka menggeleng pelan tangannya masih setia menggenggam sebelah tangan istrinya, "Bunda makan saja duluan, Arka belum lapar Bun".


Setelah mendapat jawaban Arka bunda kembali berkumpul bersama yang lainnya di sofa yang sudah disiapkan diruang rawat Hani. Mereka tampak sangat sedih melihat keadaan Hani dan Arka saat ini.


Arka mengelus pipi Hani pelan, "Bangun ya sayang, aku merindukan mu, aku mohon buka matamu untuk ku" lirih Arka pelan tepat ditelinga Hani.


"Baby jika kamu membuka matamu, aku akan mengabulkan apapun yang kamu inginkan" Arka menutup matanya, sebutir air mata jatuh mengenai pipi Hani. "Baby, bangunlah, aku mohon, buka matamu dan katakan apa yang kamu inginkan, akan kakak kabulkan semuanya".



Arka kembali tertunduk mencium tangan Hani berkali kali, dia merasa sangat takut saat ini, dia takut wanita yang paling dia cintai itu tidak akan membuka matanya lagi.

__ADS_1


"Ja-ja-ga ja-rak da-ri wa-ni-ta".


Kepala Arka sontak terangkat, mata indah itu sudah terbuka dan menatap mata arma yang sudah berubah warna menjadi merah.


" Sayang! ka-kau bangun" Suara Hani membuat semua orang yang tadinya disofa segera berdiri mendekati Hani. Mommy yang lebih dulu berada di samping Hani.


"panggil dokter!" perintah Daddy Hani membuat Satya segera beranjak keluar.


Arka memeluk Hani dengan pelan lalu mengecup kening gadis itu, "Terima kasih sudah bangun sayang" Air mata tidak terbendung lagi keluar dari mata Arka, dirinya selalu terlihat lemah didepan Hani.


Tangan Hani perlahan terangkat memegang pipi Arka, untuk menghapus air mata itu, "Jan-gan me-nangis" ucap Hani tanpa suara, hanya bibirnya yang membentuk beberapa kalimat.


.


Dokter sudah memeriksa Hani sepenuhnya, Hani juga melakukan ronsen pada kepalanya, karena ditakutkan ada pembengkakan pada kepalanya dan semua berjalan lancar.


"Apa masih ada yang terasa sakit selain kaki dan kepala?" tanya dokter pada Hani.


"perut bagian bawah saya sakit dok" ucap Hani pelan.


Dokter tersenyum ramah pada Hani, "tidak apa, itu juga salah satu efek kecelakaan anda, kalau begitu saya permisi dulu" Dokter itu menatap daddy Hani dan Arka bergantian.


"Terima kasih dok" ucap mereka serempak.


"Sama-sama".


...☘️☘️☘️☘️☘️...


"Sialan!" teriak seorang wanita.


'Praaankkk' terdengar pecahan gelas yang dilempar secara kasar.


"Jessica! Kau tidak becus menyewa orang!"


"Chintya, bukankah ide mu yang tidak bagus!" terdengar suara pertengkaran dari dalam ruang itu.

__ADS_1


Suara music dj tidak terdengar di dalam ruangan VIP yang dipesan Jesica.


"Kalian berdua yang tidak becus, seharusnya kita menunggu secara sabar, tapi kalian memaksa harus segera dilaksanakan secepatnya hanya karena mendengar pernyataan Hana mengenai Hani yang hamil"


"Kau tidak usah ikut campur linda!" teriak keduanya serentak.


"Kalian pikir aku mau! aku mau ikut dalam rencana ini karena kalian menawarkan akan menyingkirkan Hana juga! tapi apa, kalian hanya menargetkan satu orang! ini tidak seperti janji, kalian berdua terlalu gegabah" pekik Linda tidak Terima dengan kesalahan yang ditujukan padanya.


"Lalu bagaimana sekarang? aku dengar wanita itu sudah bangun, dan supir itu tertangkap" Chintya menggenggam tangannya yang bergetar karena ketakutan.


"Tenang saja aku sudah merencanakan ini dengan sempurna, bawahan ku akan menghabisi nyawa supir itu" Muncul senyum jahat dari bibir jesica.


"Bagaimana caranya? supir itu ada dipenjara sekarang!" Chintya kembali melempar gelas yang sudah terisi dengan minuman alkohol.


"Tenang saja bawahan ku itu sangat hebat, dia bisa menyelesaikan semuanya dengan sempurna" Jessika mulai tertawa mengerikan.


"Kalau bawahanmu hebat, kenapa tidak suruh dia saja yang membunuh kedua wanita kembar itu!" Linda tersenyum mengejek.


"bawahan ku hanya untuk menyelesaikan urusan yang belum tuntas, jika dia tertangkap maka kita semua disini akan tertangkap" Jesica memberi peringatan pada kedua wanita itu.


"Lalu sekarang bagaimana? wanita itu berhasil bangun, dan Arka pasti tidak akan meninggalkan istrinya sendirian lagi.


Ketiga wanita itu tampak berpikir mencari cara untuk melenyapkan Hani dan Hana dari muka bumi ini, mereka beranggapan jika Hani dan Hana menghilang maka pasangannya dapat dengan mudah mereka dapatkan.


"Ahh! aku punya ide bagus!" Sorak Linda.


"Apa?"


"Kalian bayar salah satu suster disana untuk memasukkan zat berbahaya pada infus Hani, buat dia seolah-olah terkena serangan jantung, bukankan dia punya riwayat sakit jantung?" Linda menjelaskan idenya pada ke dua orang itu.


"Ide bagus, tapi kenapa hanya kami yang membayar?" tanya Chintya tidak Terima.


"Karena yang bahkan dilenyapkan adalah Hani, aku tidak ada urusan sama wanita itu, urusanku pada Hana, lagian kalian berdua kan kaya, jadi bisa membayar orang untuk melakukan tugas itu.


" Ya sudah terserah, aku akan mencari orang yang bisa melakukan tugas itu" Jesica segera pergi dari sana meninggalkan kedua orang itu.

__ADS_1


"Aku pergi juga, ingat ini rahasia antara kita, jangan sampai ada yang tau" ancam Chintya sebelum keluar ruangan.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


__ADS_2