
Sedangkan di tempat lain, suami istri sedang berada di dalam kamar, namun sang istri sedari tadi selalu menempel kepada suaminya dan memeluk lengannya dengan begitu posesif membuat suaminya itu menyergit heran.
"Sayang aku ingin ikut," rengek Amanda dengan manja. Sedangkan Tio masih sibuk memasang jam tangannya dengan sedikit kesusahan karena ulah sang istri.
Entah kenapa dirinya selalu ingin berdekatan dengan sang suami.
"Tumben kamu ingin ikut ke kantor?" Tanya Tio dengan heran bercampur rasa penasaran.
"Aku ingin mengawasi mu dari cewek-cewek mata keranjang itu, aku tidak suka saja melihat mereka nanti menatapmu dengan kelaparan seakan ingin memakan mu saja," jawab Amanda dengan posesif.
"Ha...." Tio di buat kaget dengan jawaban yang keluar dari mulut istri nya itu.
Tak.... Tio menyentil kening Amanda dengan pelan.
"Auch sakit," lirih Amanda mengusap keningnya dengan tangan padahal Tio menyentil kening itu dengan pelan tanpa tenaga yang kuat. Wajah Amanda terlihat mengemaskan dengan bibir mengerucut sambil tangannya masih sibuk mengusap-usap keningnya.
__ADS_1
"He he he he he he, maaf ya sayang," kata Tio membantu mengusap kening itu.
Dan....
Cup... Satu kecupan mendarat di kening Amanda.
D E G....
D E G....
Bisa-bisanya Tio berbicara seperti tadi dengan entengnya padahal sudah membuat jantung perempuan itu berdebar kencang bukan karena sakit melainkan ulah Tio yang sudah membuatnya merona malu, senang sekaligus berbunga-bunga karena ciuman dari sang suami.
"Kenapa kamu berfikir begitu, aku bahkan tidak pernah melirik ke arah perempuan-perempuan yang kamu bicarakan itu," kata Tio dengan kening mengkerut tanda dirinya tak mengerti dengan pemikiran sang istri yang posesif itu namun di sudut hati Tio tersenyum cerah, itu menandakan sang istri begitu mencintai dirinya dan tak ingin kehilangan nya saat ini.
"Duh suamiku suka banget sih buat jantungku dag dig dug tak jelas," guman Amanda di dalam hati saat ini menatap ke arah sang suami dengan senyum yang begitu lebar.
__ADS_1
Amanda yang mendengar ucapan suaminya itu pun langsung tersadar dari lamunannya.
"Ish aku kan cuma tak suka saja saat mereka menatap suamiku seperti serigala yang kelaparan," grutu Amanda dengan nada suara yang kesal.
"Atau kamu tak suka aku ikut ke kantor ya? Karena kalau aku ikut nanti kamu tidak bisa tebar pesona lagi kan," tuduh Amanda membuat Tio menepuk keningnya.
"Duh tumben nih istriku hari ini gini amat ya," lirih Tio di dalam hati.
"Kamu ikut aja biar tahu kalau suamimu ini adalah tipe setia dan tidak akan pernah melirik wanita lain, suamimu ini akan tetap setia meskipun banyak lebah madu yang datang menawarkan rasanya madu tetap saja aku tidak berminat, bagi ku kamu saja sudah cukup memenuhi isi hati ku tidak ada tempat yang kosong untuk wanita lain," jawab Tio dengan tegas agar istrinya itu yakin.
Entah kenapa tiba-tiba Tio juga heran dengan istrinya yang beberapa hari ini terlihat aneh.
Sedangkan Rio dan Nisa.
Saat ini keduanya sedang asyik makan siang di mansion.
__ADS_1
"Sayang kapan kita pulang? Usia kandungan ku juga sudah 3 bulan lebih," jelas Nisa bertanya karena dia sudah rindu dengan teman-teman maupun kerabatnya yang masih ada.