Twins Love Story

Twins Love Story
Chapter 126 S2 "Salah Orang"


__ADS_3

"Hani!" Hana dikejutkan dengan suara panggilan seseorang. Memang bukan namanya tapi dia tau siapa Hani, jadi Hana berhenti dan berbalik melihat siapa yang memanggil nama saudara kembarnya itu.


Seorang wanita dengan pakaian minim berlari menghampiri Hana.


Hana masih diam memperhatikan wanita itu begitu juga wanita itu memperhatikan tangan Hana yang sedang di genggam Satya.


Wanita itu tersenyum licik mengangkat ponselnya dan menunjukkan beberapa foto Hana yang sedang bermesraan dengan Satya.


Hana balik menatap wanita itu dengan senyum meremehkan sebelah alisnya terangkat keatas, "Wahh aku punya fans fanatik, mau minta tanda tangan?"


"Apa!?" Wanita itu terkejut, dia pikir Hani akan takut dengannya. "Kau bodoh? aku punya bukti kamu sedang bermesraan dengan orang lain padahal baru bebera minggu lalu kamu menikah! bagaimana jika aku menunjukkan foto ini pada Arka, apakah dia akan mempertahankan mu?"


Hana tampak cuek, dia semakin mengeratkan genggeman tangannya pada Satya.


'Mainan baru' bathin Hana bersorak gembira.


Satya menggeleng ketika mengetahui maksud senyum misterius Hana.


"Silahkan, kita akan liat siapa yang lebih di percaya kak Arka, aku atau kamu" Hana menunjuk dirinya sendiri lalu menunjuk kearah Wanita itu.


"Chintya!" seorang wanita asing muncul lagi, dan memanggil Chintya.


"Bela, kamu disini kamu saksi melihat Hani mempunyai selingkuhan" Wanita yang dipanggil Chintya itu terlihat senang ketika bertambah satu orang yang menjadi saksinya.


'prok prok prok' Hana menepuk tangannya, "Selamat ya atas kesenangan sesaat kalian, silahkan laporkan yang telah kalian liat dan dengarkan, jangan lupa kirim bukti ketika kak Arka mengusir mu" Hana hendak berbalik dan meninggalkan kedua orang asing itu.


"Lepaskan kak Arka! aku cinta pertamanya! Jika kamu melepaskan dia, aku akan mendapatkan kak Arka" Chintya mengucapkan pernyataan perang.


Hana tidak jadi meninggalkan dua makhluk asing itu. Dia sangat kesal saat ini, selalu saja muncul saingan baru untuk adiknya itu.


"Kan sudah aku bilang tunjukkan bukti mu, siapa yang kak Arka percaya istrinya Hani? atau cinta pertamanya Chintya?" Nada sinis Hana mulai terdengar.


"Chin sebaiknya kita jangan bicara disini, kita jadi pusat perhatian" Bisik bela.


"Temanmu benar jangan bicara disini, bagaimana di cafe itu saja" Hana menunjuk salah satu cafe yang terletak tidak jauh dari mereka.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


"aku tau kau ingin menggertakku, jika kak Arka melihat fotomu, dia akan sangat marah padamu". Chintya tampak gusar, separuh dari dirinya mempercayai ucapan Hana jika Arka akan memilih percaya pada wanita itu, dari pada dirinya.


Hana bertopang dagu dan tersenyum sinis, "aku tidak takut pada kak Arka, dan Hani tidak akan pernah berpisah dari Kak Arka".



Chintya menatap Hana dengan mata yang memerah menunjukkan kemarahan yang luar biasa.

__ADS_1


"Lalu kau akan meninggalkan kekasihmu?" kali ini bela yang bertanya.


Hana tersenyum dan mengecup pipi Satya, "Tidak akan pernah".


" Kau egois!" Pekik Chintya.


Hana masih bersikap acuh pada kedua wanita itu.


"Kalau begitu biarkan aku menjadi istri kedua kak Arka" Chintya memang sudah siap untuk dijadikan istri kedua Satya.


"Hahaha" tawa Hana pecah saat itu juga, "Kau lucu sekali, kan sudah aku bilang tunjukkan saja foto itu, dan lihat hasil yang akan kalian dapatkan, sekarang kau ingin membuat perjanjian denganku? aku tidak tertarik sedikitpun".


Chintya mengepalkan tangannya dia merasa kalah dengan kepercayaan diri Hani.


"Aku dengar kau masih mahasiswi, kau pasti tidak mau punya anak, aku bisa memberikan Arka anak".


Hana kembali tertawa mendengar ucapan Chintya, " Silahkan jika kak Arka mau pada mu, Aku sangat capek mengurusi manusia seperti kalian, ayo pergi sayang" Hana menggandeng tangan Satya meninggalkan Chintya dan bela termenung di kursi mereka.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Keluar dari cafe hana masih saja terus tertawa, "Kasian banget nasib adik kembarku, dapat Cassanova jadi begini"


"Yakin udah gak baper sama Arka?" ledek Satya spontan.


Tawa hana berhenti, "ihhh apaan sih Bang sat!? aku gak mau ya kita bertengkar lagi gara-gara kak Arka!"


"Kan mulai lagi ngambekkan nya, Harus berapa kali aku bilang, aku udah lupa sama kak Arka"


"Tadi ngapa di ladeni?"


"Ya mau main-main aja, tu cewek kepedean kalau kak Arka akan meninggalkan Hani, lagian ya tadi itu aku sudah beri kode loh padanya, dia aja yang terlalu bodoh gak tau kode dari Hana"


"Ya udah maaf ya sayangku, jangan cemberut gitu, kasian dong sama aku" ucap satya.


"Kasian kenapa?"


"Kan tadi kamu bilang Hani kasian dapat mantan Cassanova, kalau aku kasian dapat playgirl"


'buk' Hana menumbuk perut six pack Satya, "Mantan lebih tepatnya!"


Satya tertawa dann berlari menghindari Hana yang sudah mengangkat lagi sebelah tangannya hendak memukulnya.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


"Bel, ayo temani aku ke kantor Arka" Chintya memberanikan dirinya untuk menunjukkan bukti yang dia punya.

__ADS_1


"Kamu gak takut? wanita itu tampak sangat percaya diri, bagaimana jika kak Arka gak percaya dengan kita" Bela berusaha membujuk Chintya agar mengurung kan niat nya.


"Aku tadi merekam pembicaraan sebelum ke cafe, jadi kamu tenang aja, aku yakin Kak Arka akan percaya"


"Tapi_" bela masih takut untuk menemui Arka, terakhir saat dia bertemu dengan pria itu, Arka tampak sangat mencintai istrinya, jadi Bela takut malah mereka yang diusir oleh Arka.


"Harus sekarang Bel, sebelum wanita itu membuat alasan pada kak Arka, sekarang dia masih bersama pria itu, jadi harus sekarang waktunya" Chintya tetap kekeh mau memberitahukan Arka.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


lima belas menit waktu yang Chintya dan Bella gunakan untuk sampai di depan hotel milik Arka.


Ketika sampai, Chintya bersikeras memohon pada resepsionis untuk bertemu dengan Arka, walau sang resepsionis tidak mau memberikan izin untuk masuk.


"Ini penting, aku mohon tolong bilang pada Arka" Chintya berusaha memohon pada resepsionis yang bertugas.


"Baiklah akan saya coba sekali lagi"


Resepsionis itu kembali menelpon ruangan tempat Arka bekerja.


📱"Maaf Pak, ibu Chintya dan ibu Bella nya bilang ini urusan penting dan mendesak Pak, Ya baiklah Terima kasih pak"


"Bagaimana?" tanya Chintya tidak sabaran.


"Silahkan ibu berdua ikut saya" ujar karyawan resepsionis itu.


Chintya tampak senang ketika Arka Akhirnya mau bertemu dengannya, dia sudah bertekat akan mendapatkan Arka kembali apapun caranya, dan dia tidak akan takut dengan gertakan Hani tadi.


.


'tok tok tok'


Arka melirik pada pintu yang berbunyi, dia sangat kesal pada dua orang yang sedang mengganggu waktunya bersama sang istri di kamar pribadi miliknya.


"Masuk" setelah Arka berucap seperti itu masuk lah dua orang wanita dengan senyum yang merekah dibibir keduanya.


"Kak Arka" Chintya sangat senang dan berlari kecil mendekati Arka, tapi segera Arka mundur.


"Silahkan duduk" Arka menunjuk sofa yang ada di ruangannya.


Setelah mereka semua duduk, tanpa menawarkan minum Arka langsung bertanya maksud kedatangan kedua orang itu kekantor nya.


Chintya segera mengeluarkan ponselnya dan menyodorkan pada Arka.


Dengan malas Arka meraih ponsel Chintya, tangannya bergerak menatap foto yang diambil Chintya, satu persatu, raut muka Arka terlihat sangat tenang tidak marah dan tidak juga sedih.

__ADS_1


...☘️☘️☘️☘️☘️...


.


__ADS_2