Twins Love Story

Twins Love Story
Bab 50


__ADS_3

Berbeda dengan Rio yang sedang jalan-jalan membeli baju untuk keperluan Nisa, Tio justru masih terdiam di kamar dan sedang asyik menggoda sang istri yang sedari tadi merajuk.


"Aku ingin keluar dari kamar ini, aku bosan," rengek Amanda dengan mengerucutkan bibirnya karena kesal merajuk keinginannya untuk keluar sedari tadi tak tercapai.


"Sayang, enakan kita di sini kita bisa tidur supaya menghemat tenaga," kata Tio di sertai rayuan agar sang istri tidak meminta untuk pergi keluar.


"Ck enak apanya, sedari tadi kita cuma tidur, duduk, makan, main ponsel. Apa enaknya," grutu Amanda kesal, bibir nya masih saja manyun tak jelas.


"Hehe kita bisa nyicil Tio junior," kata Tio mengedipkan mata nya dengan genit.


"Ck dari tadi buat Tio junior terus, apa tidak capek kamu," jawab Amanda melirik sinis ke arah sang suami.


"Mana mungkin capek lha kita baru satu ronde kamu dah ngambek minta jalan-jalan ke mal lah, pantai , ini itu bikin pusing sedari tadi," grutu Tio sedikit kesal mengingat kelakuan istrinya itu.


"Untung sayang," guman nya lagi namun justru membuat sang istri meradang karena masih mendengarnya meskipun Tio sudah memelankan suaranya itu.


"Apa tadi kamu bilang, ulangi lagi?" Pinta Amanda yang sudah keluar tanduknya itu.


"Bu-bukan apa-apa kok Sa-yang, kamu salah dengar kali, tadi aku cuma bilang Istri tersayang kok itu aja gak ada yang lain," kata Tio mencoba mengelak kalau tidak bisa-bisa istrinya itu lebih marah atau bisa saja rencana bulan madu mereka gagal karena istrinya itu merajuk.


"Bagaimana kalau kita pulang ke rumah kita baru yang akan kita tempati nanti, oh ya aku sudah suruh beberapa art untuk merapikan nya, bagaimana apa kamu setuju daripada kamu bosan di sini," bujuk Tio.


"Ha rumah kita? Maksudnya?" Tanya Amanda penasaran karena Tio maupun keluarganya belum pernah membahas ini sebelumnya.


"Itu rumah kado dari kak Abraham dan kak Arin, sebenarnya sih aku mampu membelinya namun kak Abraham bersikeras agar aku mau menempatinya," jelas Tio.


"Ha benar?" Tanya Amanda dengan berbinar, dia tak sabar untuk memulai kehidupan baru di rumah itu setelah resmi menjadi istri Tio.


"Wah benar-benar kak Arin dan kak Abraham selalu buat kejutan," kata Amanda tersenyum lebar.


"Ck tentulah, kita berdua kan adik kesayangan kak Arin jadi kak Arin pasti ingin melihat kedua adiknya bahagia," kata Tio dengan bangga.

__ADS_1


"Oh. Eh tunggu-tunggu tadi kamu bilang kedua adiknya, maksudnya kita tinggal di sana dengan Rio dan Nisa juga?" Tanya Amanda dengan kening mengkerut.


"Ck mana ada, masa kita tinggal berdua dengan Rio. Nanti bisa-bisa dia ganggu kita bercocok tanam," grutu Tio membuat wajah Amanda langsung bersemu merah tentunya karena malu, ah bisa-bisanya suaminya itu bahas hal bercocok tanam, untung cuma ada keduanya kalau ada orang lain yang mendengar mungkin Amanda akan menutupi mukanya itu.


"Gini loh sayang, kak Arin sudah meminta kak Abraham menyiapkan 2 rumah mewah di dekat mansion milik kak Abraham, meskipun rumah itu tak sebesar milik mereka. Nanti kalau kamu bosan mau bertemu dengan bunda, Nisa atau kak Arin kan enak karena jaraknya dekat," jelas Tio.


Amanda mengangguk mengerti mendengar jawaban dari Tio itu.


"Ayo cepat, aku sudah tak sabar. Oh ya apa kita meminta kedua orang tua ku untuk mengantarkan semua barang ku ke sana, atau kita perlu beli perabotan mungkin juga baju baru?" Tanya Amanda dengan antusias.


"Tidak perlu sayang, aku sudah menyiapkan semua kebutuhan kamu di sana, kamu tinggal masuk duduk manis tanpa memikirkan apapun, kamu hanya perlu manjain aku saja," kata Tio mengedipkan mata nya dengan genit.


"Hmmm.... Tuh mata sakit ya sedari tadi ngedip mulu tak berhenti," kata Amanda menjahili sang suami.


"Ck begini saja tak paham,"


Lantas Tio pun turun dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


10 menit berlalu Tio pun keluar dari kama mandi dengan segar.


Amanda memalingkan wajahnya karena ketahuan mengagumi sang suami, apalagi tampilan Tio yang hanya menggunakan handuk sebatas pinggang saja jangan lupakan perut Tio yang membuat Amanda ingin segera menghampirinya dan memegang nya langsung.


"Baru sadar kalau suami mu ini tampan," kata Tio sambil mengusap-usap rambutnya yang masih basah dengan handuk.


Amanda memutar bola matanya malas saat suaminya itu sudah narsis.


Giliran Amanda yang masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


15 menit Amanda baru keluar dari kamar mandi dan langsung duduk di meja rias untuk memoles wajahnya sedangkan Tio tengah sibuk entahlah menghubungi siapa.


Setelah selesai Amanda masuk lagi ke dalam kamar mandi, dia masih merasa malu untuk memperlihatkan atau berganti pakaian di depan suaminya itu. Amanda pun mengganti pakaian yang sudah di siapkan oleh suaminya itu di dalam kamar mandi.

__ADS_1


Ceklek...


"Sudah?" Tanya Tio menatap ke arah sang istri.


"Sudah, eh tunggu dulu aku belum memakai sepatu ku dan membereskan semua ini," kata Amanda menunjuk ke arah pakaian kotor dan beberapa make up miliknya yang sengaja dia bawa kemarin.


"Ya sudah, ayo ku bantu membereskan semua nya," tawar Tio.


Beberapa menit berlalu,semua sudah selesai Amanda lemas dalam koper, jangan tanyakan tentang koper karena itu semua urusan Tio yang selalu menyediakan apapun yang di butuhkan istrinya hanya dengan tekan nomor 5 semua selesai.


Ya siapa lagi yang Tio hubungi kalau bukan Reza yang telah menjadi asisten Tio menggantikan asisten lama Tio.


"Ayo,"


Amanda mengandeng tangan Tio dengan penuh semangat. Keduanya pun menuruni hotel dengan senyum yang senantiasa mengembang di wajah Amanda, sedangkan Tio memasang wajah datar andalannya. Wajah itu untuk menghalau wanita agar tak berniat mendekati dirinya, namun Tio tetap menjadi pusat perhatian mengingat wajahnya yang begitu tampan.


'Huuu begini amat punya suami tampan meskipun sudah pasang wajah seperti es nyeremin begitu tetap saja ada wanita yang masih terpesona,' guman Amanda sedikit kesal di dalam hati nya.


Tak lupa dia melirik tajam wanita yang sedari tadi menatap suaminya itu.


"Ayo SAYANG cepetan, aku dah tidak sabar buat lihat RUMAH BARU kita," kata Amanda sambil memeluk lengan Tio dengan mesra tak lupa menekankan kata sayang dan rumah baru agar wanita itu tahu kalau Tio adalah miliknya.


"Ayo,"


Keduanya pun melangkah meninggalkan hotel.


Beberapa pegawai hotel berbisik saat melihat pasangan itu keluar dari sana.


"Hei itukan pengantin baru yang pesta pernikahan nya di gelar secara meriah,"


"Iya mana keduanya cocok banget tampan dan cantik,"

__ADS_1


"Iya, eh kemarin juga dengar-dengar juga kemarin suadara kembarnya menikah dan kalian tahu nama wanita itu sama seperti Nisa teman kita," seru salah satu karyawan yang mengenal Nisa.


Bersambung.....


__ADS_2