Twins Love Story

Twins Love Story
Chapter 140 S2 "Tertangkap"


__ADS_3

...☘️☘️☘️☘️☘️...


"Sat, kita diminta ayah dan bunda untuk ke rumah sakit" Hana menunjukkan pesan yang diterimanya beberapa menit yang lalu.


"ada apa?" Satya sedikit melirik Hana, lalu kembali fokus pada setir nya.


Hana menggeleng sebentar, "Aku tidak tau".


" Saudara mu baik-baik saja kan? "


"Bang sat! jangan berpikir yang aneh-aneh, dia baik baik saja!"


"iya iya maaf, sekarang kita kerumah sakit aja, nanti dari rumah sakit baru ke kantorku"


"Baiklah" Hana mengangguk setuju. Mereka berdua memang berencana akan pergi ke kantor Satya karena Hana sangat penasaran dengan kantor Satya.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Suster yang sudah mencoba membunuh hani itu dilempar kearah seseorang.


"Ini dia" suster itu terjatuh tepat dihadapan Arka dan Daddy Hani.


Sambil menangis memohon ampun suster itu mendekap kaki daddy Hani, dia terus berusaha meminta maaf dan pengampunan.


Daddy masih saja diam, membiarkan wanita itu terus menangis, "Didunia ini hanya ada dua orang yang tidak boleh disakiti, pertama istriku kedua putriku, dan kamu sudah mencoba menyakiti putriku, pelajaran seperti apa yang ingin kamu dapatkan?" Suara daddy terdengar sangat menyeramkan.


Hani dan Hana masih diam melihat pertunjukan byang daddy dan Arka berikan.


"Saya minta maaf tuan, saya hanya di suruh tuan, saya mohon maaf" sekali lagi suster itu memohon maaf pada daddy sambil bersujud di kaki daddy.


"Katakan siapa yang menyuruhmu" Tanya Arka dengan nada suara yang tinggi.


"i-itu saya tidak tau na-namanya"ucap si suster terdengar gagap.


"Kau tau dirimu akan berakhir seperti apa jika tidak mengatakannya?" Arka berjongkok dan mencengkram dagu suster elda.


"Maaf tuan saya benar-benar tidak tau" ucap suster itu lagi.


"Sebaiknya kita serahkan saja dia pada polisi" usul Satya yang sejak tadi diam.


"Ja-jangan tuan, saya mohon, mereka memiliki mata mata di polisi, saya akan mati seperti kakak saya jika anda membawa saya kesana".


"Siapa kakakmu?"


"Dia supir yang menabrak nona"


"Apa?!! jadi maksudmu supir itu mati bukan karena merasa bersalah tapi karena ada orang dalam polisi yang membunuh nya?!" Emosi Arka semakin memuncak.

__ADS_1


"be-benar tuan" Suster elda mengangguk cepat.


"ini PR buatmu mike, kau harus memberitahu Kakakmu" Daddy menatap mike yang duduk tidak jauh dari mereka.


"Beres om, akan Mike laporkan"


.


"Jadi beritahu kami siapa yang menyuruh kalian berdua?!" Tanya Arka sekali lagi. dia sangat tidak sabar untuk mengetahui komplotan yang berusaha membunuh istrinya sampai dua kali.


"Ma-maaf tu-tuan, saya tidak diberitahu nama no-na muda itu, me-mereka ada tiga orang, ketiganya ingin melenyapkan no-na kembar" ucap suster elda lagi.


Satya segera mendekat kearah Arka, "Nona kembar maksudnya Hani dan juga Hana?"


Suster elda mengangguk cepat, "i-iya tuan, ketiga gadis itu membenci nona kembar, dan ingin melenyapkan mereka berdua".


Arka tampak berpikir, "kau tau wajah mereka tapi tidak tau nama mereka?" tanya Arka setelah menarik kesimpulan dari ucapan si suster.


"Benar tuan, rencana awal mereka ingin menabrak nona kembar, tapi siapa sangka nona Hana memilih naik bersama kekasihnya, jadi yang ditabrak hanya nona Hani sendiri"


Satya segera merangkul Hana yang merasa sangat terguncang, selama ini dia menyalahkan kecelakaan itu untuk dirinya sendiri, siapa sangka semua sudah direncanakan.


"Si-siapa yang ingin melenyapkan kami? dan kenapa?" Hani akhirnya ikut bertanya.


Arka segera mendekat kearahnya, memeluk gadis itu untuk menenangkannya, "Jawab pertanyaan istriku!" bentak Arka pada suster yang masih terduduk dilantai itu.


"Karena aku?" Arka menunjuj dirinya sendiri.


"Lalu kenapa aku juga? aku tidak memiliki hubungan dengan Arka" Hana bertanya sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Karena kalian kembar, dan Arka mungkin akan beralih pada Hana jika Hani tiada, dan juga tuan Satya kehilangan Hana"


"kau bilang kau tau wajah mereka?"


Suster elda mengangguk menyetujui perkataan Satya.


Satya metaih ponselnya dan menelpon seseorang.


📱"Kirimkan aku foto wajah Linda" perintahnya langsung ketika ponsel itu diangkat.


Tidak lama muncul pesan masuk kedalam ponsel Satya. Setelah itu Satya segera menunjukkan foto Linda pada suster elda.


"benar tuan, i-ini salah satu orang yang menyuruh saya" Linda menunjuk foto wanita yang ditampilkan di ponsel itu.


"Tapi aku tidak mengenal wanita itu" Arka tampak berpikir, dia tidak pernah berurusan dengan wanita yang bernama Linda.


"Aku yang memiliki urusan dengan wanita itu" Hana menunjuk dirinya, "jika aku tidak ada dia bisa mendapatkan Satya". lanjut Hana lagi.

__ADS_1


"Jesica, hanya wanita itu yang mampu menghasut orang untuk melakukan hal mengerikan seperti ini" Arka berucap sambil merogoh sakunya mencari ponsel.


"Sial aku tidak memiliki foto wanita ular itu!" Arka kembali berucap kesal.


"tenang bro internet ada, kita bisa mencari informasi dia melalui internet" Mike segera membantu Arka, mencari informasi Jesica.


.


Dibutuhkan waktu sekitar sepuluh menit untuk mencari data dan foto jesica, karena wanita itu sangat sulit untuk dicari. Mereka hanya mendapatkan satu foto dari jesica dan segera memperlihatkan foto itu pada Suster elda.


"bukan tuan, bukan wanita ini" Suster elda menggeleng.


"bukan jesica lalu siapa?" Arka mengerutkan dahinya bingung.


"Apa Chintya kak" Hani mengucapkan pikirannya.


"tidak mungkin wanita itu" Arka berucap, tapi tangannya kembali mencari foto wanita itu di internet. "Apakah dia?" Arka kembali memperlihatkan layar ponselnya.


Suster elda mengangguk, "iya dia wanita itu".


" Kita sudah mendapat dua, sisanya itu urusan polisi, kita serahkan kasus ini pada kepolisian " putus daddy.


"Ja-jangan tuan saya mohon, saya tidak ingin mati" Suster itu kembali menangis dan memohon pengampunan pada daddy Hani.


"Kau berani membuat putriku hampir mati, tapi kau tidak berani mati! seharusnya kau tau resiko dari perbuatan mu!" Bentak Daddy, pria itu kembali marah, setelah tau alasan pembunuhan yang direncanakan itu pria itu sangat marah, hanya karena cemburu mereka tega untuk melenyapkan seseorang.


"Daddy, tenang lah" Mommy Hani mengusap lembut bahu suaminya.


"ini urusan kalian, daddy menyerah kan semuanya pada kalian" Daddy memilih keluar dari ruangan itu, dan menenangkan dirinya diluar.


"Ayah setuju, kalian berdua yang harus menyelesaikan semua ini" Ayah juga ikut keluar ruangan bersama bunda.


Tidak lama kedua orang tua pergi, Arka dan Satya tampak berpikir, apa yang akan mereka lakukan pada suster Elda.


Sebenarnya suster itu yang telah menyerah kan dirinya sendiri pada keluarga Hani. dia tau jika dia tertangkap di tangan tuannya dia akan mati.


"Jadi kalian ingin melakukan apa? aku siap menyerahkan dia pada yang berwajib" Mike mengangkat ponselnya.


"Mike benar serahkan saja pada yang berwajib" Arka menghela nafas panjang, dia sama sekali tidak menyangka, wanita yang dulu pernah dia sukai, akan berperilaku seperti itu.


"Saya mohon tuan, ampuni saya, jangan serahkan saya kepada polisi, Saya akan mati disana tuan" Suster itu merangkak cepat menuju Arka. Dia berusaha memohon pada Arka.


"Kau tidak akan mati, mike akan melaporkan ada pihak polisi yang berhianat, dan kau harus ikuti semua perintah polisi itu agar bisa selamat" ucap Arka akhirnya.


Arka duduk diranjang Hani, dan memeluk gadis itu. "Maafkan aku" bisiknya pada Hani "Semua ini karena ku, maafkan aku" lirih Arka.


Hani mengusap rambut Arka, dan menatap orang-orang diruangan nya memberitahu istarat agar meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


...☘️☘️☘️☘️☘️...


__ADS_2