Twins Love Story

Twins Love Story
Bab 97


__ADS_3

Setelah perdebatan yang panjang, akhirnya keduanya pun sampai di kantor atau lebih tepatnya perusahaan milik Tio.


Kantor itu terlihat cukup besar meskipun tak sebesar milik sang kakak ipar yang tak lain adalah Abraham.


Saat sampai di lobi perusahaan, keduanya bergandengan tangan. Amanda merangkul lengan Tio begitu posesif sedangkan Tio masih setia memasang wajah darat, ya wajah andalan Tio saat berada di luar rumah.


Beberapa orang yang melewati mereka pun menunduk dengan hormat.


Tio melangkah pergi hanya membalas mereka dengan mengangkat tangan nya meminta semuanya agar tidak menunduk ke arahnya. Sedangkan Amanda memasang wajah senyum mengembang membalas sapaan mereka.


Keduanya langsung menuju lift yang membawa mereka berdua sampai di lantai paling atas, lantai ruangan Tio sebagai pemilik perusahaan sebagai pemegang tahta tertinggi di sini.


"Kamu duduk saja di sana, kalau bosan kamu bisa baca majalah. Kalau lapar panggil saja sekertaris ku, kamu tahu kan Nino, dia akan membelikan semua permintaan mu dan kalau kamu lelah atau mengantuk karena bosan kamu bisa tidur di sana. Ada ruangan untuk istirahat," jelas Tio panjang lebar tak lupa tangannya menunjuk ke arah pintu berwarna putih, tempat di mana dia biasanya beristirahat kalau sedang lelah.


"Baiklah sayang, kamu tenang saja aku tidak akan nakal ataupun buat ulah," kata Amanda di selingi candaan, dia pun bersiap duduk di atas sofa.

__ADS_1


"Hmmm kenapa semua majalah ini isinya bisnis semua," grutu Amanda yang sedari tadi membolak-balik majalah, dia heran dari semua majalah tidak ada satupun yang berbeda.


"Kamu mau main game?" Tanya Tio yang mendengar istrinya itu menggerutu.


"Memang di ponsel kamu ada game?" Tanya Amanda karena dia tak pernah melihat Tio memainkan game di ponselnya.


"Tentu adalah kan aku pria," jawab Tio tanpa melihat ke arah sang istri, dirinya sibuk mengetikkan sesuatu di laptop miliknya.


"Apa hubungannya dengan pria?" Tanya Amanda heran.


"Terus kenapa aku tak pernah menemukan game di ponsel mu?" Tanya Amanda mengerutkan keningnya karena dia heran juga binggung.


"Kan tuh ponsel buat kerja bukan main," jawabnya enteng namun membuat Amanda semakin pusing.


Melihat istrinya seperti kebingungan, Tio terkekeh sebentar lalu berbicara lagi agar sang istri tidak binggung karena ucapannya.

__ADS_1


"Kamu jangan bingung, kamu bisa ambil tuh ponsel di ruangan tadi yang ku tunjukkan sekalian kamu bisa istirahat di sana," kata Tio.


Amanda yang melihat itupun berdiri laku berjalan masuk menuju ruangan tadi, Amanda juga begitu penasaran dengan apa yang ada di isinya.


Ceklek....


Amanda di buat takjub saat melihat tampilan di dalam nya, meskipun cat itu terlihat monoton karena cuma di cat dengan warna abu-abu yang membuat ruangan seperti ini. Ranjang dan tempat tidur itu berwarna senada dengan lantai.


"Ku kira tempat ini kecil dan sempit ternyata tempat ini luar juga ya," kata Amanda menatap ruangan itu dengan wajah yang begitu takjub.


"Aku sengaja meminta ruangan itu lumayan luas agar aku bebas berderak dan menjadi nyaman," Jelas Tio.


Amanda pun menggeledah temp itu satu persatu mencari keberadaan ponsel yang katanya ada di sana


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2