
...☘️☘️☘️☘️☘️...
"Ahh" Hani menghela nafas panjang, Hana yang duduk disebelahnya kembali menatap Hani.
"Ini udah tiga kali kamu menghela nafas Hani" kesal Hana.
Hani masih sibuk menyetir mobilnya, pandangannya hanya fokus ke arah depan.
"udah 1 bulan lebih loh, kejadian Chintya dan temannya itu datang sekarang apa lagi masalahnya?" Tanya Hana sekali lagi.
"Banyak banget cewek-cewek yang dekati kak Arka" Gerutu Hani sambil menggembungkan pipinya.
Hana tersenyum sambil berusaha menahan Tawanya.
"Lagian salah kamu juga Dek".
" Kok salah Hani?" Hani melirik Hana sekilas lalu kembali menatap jalan, saat ini Hani sedang menyetir mobil, jadi dia harus fokus pada jalan.
"Iya kenapa mau terima suami yang gantengnya minta ampun? kalo udah Terima harusnya siap dengan segala resiko, seperti para valak-kor yang berkeliaran diluar sana".
Hani diam mencerna perkataan Hana, memang benar dia udah siap dengan segala resiko itu, "Gak tau deh, pokoknya kesal aja liat kak Arka!"
Hana menatap gadis itu curiga, "Dek kamu gak lagi hamil kan?"
'ckkiiittt' Hani menginjak pedal remnya secara otomatis, untung saja pagi itu jalan menuju kampus sepi.
"Hani!" pekik Hana terkejut.
"Maaf, lagian kakak ngejutin aja, siapa yang hamil, orang hani baik baik aja gak ada mual mual di pagi hari" Hani kembali menyalakan mobilnya dengan pelan.
"emang hamil harus mual-mual? ada loh yang hamil tapi dia gak ada mual, tapi emosinya naik turun kayak kamu sekarang" Hana kembali menyebutkan fakta yang dia tau.
"Gak mungkin lah" Gadis itu masih saja kekeh sama pemikiran nya. "kan kebanyakan mual-mual".
" Kamu udah datang bulan belum bulan ini?" selidik Hana.
Hani sempat berfikir sebentar, dia lupa kapan dia datang bulan, soalnya jadwal hani sering gak tentu.
Gadis itu menggeleng pelan, "lupa" jawabnya santai.
.
Hani dan Hana sampai diparkiran, disana terlihat chika yang sudah menunggu keduanya.
'triinggg triinggg' Hani merogoh ponselnya dan terlihat panggilan dari Arka, gadis itu segera mematikan panggilan Arka.
"Masih marah dek? kasian loh suami lagi dinas keluar kota dicuekin, ntar pindah loh hatinya" Hana berusaha menakut-nakuti hani.
"silahkan kalau berani, hani juga bisa pindah" Balas Hani cuek.
"ini benaran fix kamu hamil dek" Ucap Hana cepat sebelum mereka berdua keluar dari mobil.
.
"Hana, ini adik kamu kenapa kayak pantat ayam gitu mukanya" Tunjuk chika ke arah Hani.
__ADS_1
Hani langsung melotot pada chika dan memarahinya, padahal biasanya dia tidak suka marah-marah didepan orang banyak.
Sedangkan Hana malah tertawa atas ucapan yang baru saja keluar dari mulut chika.
"Lagi ngambek sama suaminya, gara-gara udah dua hari gak pulang"
"Gak pulang?" ulang chika.
"iya gak pulang-pulang".
...🍁Flashback On🍁...
Kedatangan Hani di rumah Hana mengejutkan satu rumah itu, Hani membawa koper yang cukup besar, ketika gadis itu masuk, dia langsung menuju kedalam kamar Hana, tanpa menggubris kedua orang tua nya dan Hana yang sedang berkumpul di ruang tamu.
Tidak lama Hani masuk, Arka juga masuk kedalam rumah. sepertinya kedua pasangan suami istri itu sedang bertengkar.
"Arka, ada apa ini?" Tanya Ayah pada Arka yang sedang berdiri didepan pintu rumah.
Pria itu segera menghampiri Ayah dan bunda untuk mengecup tangan keduanya, "maaf tiba-tiba yah" ujar Arka pelan.
Hana memilih mengikuti Hani yang sudah masuk kedalam kamarnya.
"Kalian sedang bertengkar nak?" tanya bunda pelan.
Arka mengangguk pasrah, "Arka gak tau bun, Hani marah karena Arka baru sampaikan kalau besok Arka bakal dinas keluar kota".
" oowalahh jadi gara-gara itu" Ayah dan bunda tertawa serentak.
"Hani nya gak ikut?" tanya bunda lagi.
Arka menggeleng, "cuma dua Hari bun, lagian hani sibuk tugas akhirnya, sebentar lagi dia kan akan lulus kuliah, Arka juga disana kerja, jadi gak Arka ajak".
Arka menghela nafas panjang, "Ini keputusan nya juga mendadak yah, kebetulan sedang ada masalah dengan pembangunan di kota B, jadi Arka harus kesana ngecek permasalahan yang terjadi"
"Ya udah sana ke kamar jelaskan baik-baik" bunda menunjuk kamar Hana yang susah tertutup rapat.
"Baik bun" Arka segera beranjak dari kedua mertuanya.
'tok tok tok'
"Hani, kakak boleh masuk?" tanya Arka dari balik pintu.
"Gak boleh!" Teriak Hani dari dalam kamar.
"Sayang, dengerin kakak dulu ya, kakak disana cuma kerja, gak ngapa - ngapain kok" pria itu berusaha menjelaskan pada Hani dengan sangat lembut. Entah kenapa akhir-akhir ini emosi istrinya itu sering naik turun dia bisa tiba-tiba menangis padahal cuma dikerjai sedikit oleh Arka, lalu bisa hani tiba-tiba marah-marah hanya karena melihat ada wanita yang sedang menatap suaminya sangat lama, hanya menatap, padahal Arka nya sendiri tidak melakukan apapun.
'Ceklek' pintu terbuka.
"Hani bilang kamu harus pulang Kak" Hana membuka lebar pintu kamar nya, terlihat Hani yang sedang tertidur pulas disana.
"Aku boleh masuk?" tanya Arka pada Hana yang telah membukakan pintu.
"Masuk aja kak" Hana segera keluar meninggalkan sepasang suami istri tersebut.
__ADS_1
...🍁Flashback Off🍁...
"Ya ampun Han, hanya gara-gara itu kamu marah sama suami kamu dan gak mengantarkan dia pergi gitu? emang gak kangen ya?" ledek Chika pada Hana yang sudah menekuk wajahnya.
"Apaan sih, aku ini sedang marah loh! kenapa kalian bela kak Arka terus! dia itu salah, dia pergi sama sekretaris barunya hanya berdua, sekretaris baru itu cantik dan bohai pula!" Hani beralih marah ke chika yang sudah membela Arka.
"Ralat han, bertiga" Hana membenarkan ucapan Hani, yang mengatakan Arka pergi hanya berdua. "Kak Sandy juga ikut kata kak Arka".
"ihhh, tetap aja yang paling di kejar-kejar pasti suami Hani!" bentak Hani keras sambil menghentak-hentakan kakinya ke tanah.
"Ni anak ke sambet apaan hana? kok jadi gini?" Chika tampak bingung dengan perubahan sikap Hani yang luar biasa aneh.
Pasalnya sahabat nya itu jika marah biasanya hanya diam dan tidak pernah bentak-bentak orang apa lagi menghentak-hentakan kaki.
"Aku curiga sedang isi?" bisik Hana pada telinga Chika.
"maksudmu? hamil?" balik Chika bertanya dengan suara yang sangat kecil, dan mengisyaratkan tangannya ke arah perut.
Hana mengangguk pelan, "kayaknya udah jadi keponakan ku".
"kalian bisik-bisik apaan sih!" Hani yang sejak tadi jalan duluan berhenti dan menghadap kedua orang itu dengan tampang yang sangat kesal.
"Gak ada" kompak Hana dan chika menjawab sambil menggeleng.
"Jangan bilang kalian masih belain kak Arka" Hani menunjuk pada keduanya.
'triingg triingg triingg' kali ini ponsel Hana yang berbunyi karena Arka memilih menelpon Hana.
Hana menunjukkan layar ponselnya pada Hani, "nih suami kamu telepon, angkat gak?" tanya Hana.
Hani membuang wajahnya ke arah lain, "Yang di telpon kan kakak, kenapa harus tanya aku" gerutu nya.
Chika menyenggol lengan Hana, "angkat aja, siapa tau penting".
Hana mengangkat panggilan itu, " awas cemburu hani" ancam Hana cepat sebelum istri Arka itu marah dan menangis.
📱"Halo kak"
📱"Hani sedang bersamamu?" tanya Arka langsung tanpa menjawab salam Hana.
📱"Ada orangnya sedang tegak didepan Hana". Jawab Hana santai.
📱"Syukurlah, ya udah kalau gitu, tolong jagain Hani ya Han" pinta Arka lembut.
📱"Beres kak, jadi cuma mau nanya itu?" tanya Hana kemudian gadis itu menekan tombol speaker pada ponselnya.
📱"iya Han, kakak gak tau sejak tadi pagi cemas aja sama Hani, dia juga masih gak mau balas pesan atau angkat telepon kakak, jadi kakak makin cemas" dari suaranya memang terdengar seperti orang yang sedang putus asa.
📱"Tenang aja, Hana bakal jagain Hani kok, kakak kapan pulang?" tanya Hana lagi.
📱"ini sedang dalam perjalanan, tolong jagain Hani ya Han, kakak cemas sekali padanya".
📱"Beres kak" kemudian telepon itu mati.
Hana menatap Hani yang sudah berubah ekspresi menjadi sedih.
__ADS_1
"Masih mau cuekin suami yang seperti itu?" ledek Hana. Hani malah berbalik dan meninggalkan Hana dan chika, dia sama sekali tidak mau menjawab.
...☘️☘️☘️☘️☘️...