Twins Love Story

Twins Love Story
Chapter 120 S2 "Dinner romantis"


__ADS_3

Makasih Banyak untuk semua yang udah baca dan masih setia menunggu, Love you all 💞💞💞


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Tidak terasa satu minggu telah berlalu sekarang adalah malam terakhir liburan mereka di pulau Jeju.


Arka merencanakan makan malam romantis di tepi pantai sambil menikmati pemandangan laut di malam hari mereka juga bisa bermain kembang api, karena arka sudah mempersiapkan semuanya.


Arka betul-betul mempersiapkan dengan sangat detail di bantu Satya dan Mike, mereka bertiga sibuk menyiapkan meja, bantal menggelar alas, dan lilin-lilin aroma juga sudah disiapkan.



Ketiganya lalu membawa pasangan mereka dengan menutup mata pasangan masing-masing.


Satya, mike saling pertukar pandang lalu mereka sama-sama melirik Arka, mengkode Arka untuk sama-sama membuka pandangan para gadis yang saat ini masih mereka tutup dengan tangan.


"Dalam hitungan ketiga" komando Arka tanpa suara dan keduanya mengangguk.


"Satu" ujar Satya tanpa suara.


"Dua" Mike juga ikutan tanpa suara.


"Tiga" pada hitungan ketiga, mereka melepas tangannya.


Sangat terlihat suasany romantis yang mereka buat, ada beberapa makanan yang sudah tersaji tapi ada juga beberapa daging yang bisa mereka bakar.


.


"Makasih kak" Hani segera memeluk Arka, mengecup bibir Arka berkali-kali, lalu kembali memeluk Arka.


"Indah banget, kakak yang siapkan semua ini?" tanya Hani penasaran.


Pria itu menggeleng pelan, "Aku dibantu dua orang itu" Jawab Arka dan wajahnya kembali ia dekatkan dengan Hani.


'Cup' Kali ini Arka yang mengecup bibir Hani. "Aku minta tagihannya nanti" Bisik Arka di telinga Hani.


'puk' pukulan mendarat di dada Arka yang berasal dari Hani.


"Kenapa sih pikirannya selalu kesitu mulu" gerutu Hani kesal.


.


Chika berteriak kegirangan mendapatkan suprise dari kekasihnya.


"Ya ampun! gila! ini romantis total!" soraknya masih berlompat lompat kecil ditempannya sekarang.


Tangannya memberikan ponsel dalam saku pada Mike. "Sayang ambilkan fotoku tolong" pintanya sambil berlari duduk dan berfose layaknya foto model amatiran.


Mike mengalah mengambil ponsel Chika, padahal dia berharap Chika bisa seperti Hani yang memeluk dan mencium Arka, kekasihnya itu punya kelainan, dia malah memilih minta di fotokan dan belum menunjukkan rasa Terima kasih yang di harapkan Mike.


Berkali-kali Chika berganti gaya dan memperlihatkan pemandangan sebelum matahari terbenam.


Setelah dirasa cukup, Chika mendekat ke arah Mike dan melihat hasil-hasil jepretan Mike.


"Ya ampun ini cantik banget, Mike ayo kita foto berdua" Chika menarik tangan Mike agar lebih mendekat, mereka bedua berfoto beberapa kali, Mike sejak tadi hanya punya satu gaya dan itu membuat Chika kesal.


Akhirnya Chika menarik lehar Mike dan mengepitnya, setelah mengambil foto itu Chika tertawa, tapi Mike menggerutu dan mulai membiarkan Chika bersorak gembira dengan fotonya.

__ADS_1


"Mike!" panggil chika cukup kuat.


Mike membalik badannya, "Apa?" jawabnya dengan sedikit kesal, bukannya dicium atau di peluk dia yang sepertinya paling sengsara, diantara kedua pasangan yang ada.


'Cup' Chika mengecup bibir Mike dan berlalu meninggalkan Mike yang kini berdiri seperti patung.


"Terima kasih" tidak lupa chika membisikkan kata-kata itu di telinga Mike.


.


Hana segera memeluk Satya dan mengucapkan Terima kasih. "Ini sangat indah, tapi__"


Hana melepaskan pelukannya sebentar, "Siapa yang merencanakan ini, aku yakin bukan kamu".


" Bisa gak, bersikap anggun atau imut gitu" kesal Satya.


Hana terkekeh kecil, lalu kembali memeluk Satya, "Terima kasih, sayang ku, cintaku" Bisik Hana.


"Wahhh hanya itu"


Hana memeringkan kepalanya menatap Satya, tanganya masih setia memeluk pinggang berotot Satya, "Lalu mau apa lagi di peluk sudah".


"Itu Arka dicium sama Hani" Satya menunjuk Hani dan Arka dengan dagunya.


Hana menahan senyumnya, mencubit gemas pipi Satya. "Aku kan gak sama dengan mereka".


"Hah! sia sia ternyata bersikap manis di depan paca__"


'Cup cup cup" Hana mengecup kedua pipi Satya lalu mengecup bibir Satya. "Udah?" tanya Hana.


Pria itu menggeleng dan semakin mengeratkan pelukannya. "Lagi yang lama di bibir".


"Ayolah sekali lagi".


'Cup' Hana akhirnya mengalah ia ingin mendaratkan sebentar bibirnya pada bibir Satya, tapi tangan Satya menahan kepala Hana, dan memperdalan ciuman mereka berdua dengan lebih lama.


kecupan itu berubah jadi *******, membuat Hana sedikit kewalahan, tidak biasanya Satya menciumnya seperti itu.


Hana menepuk-nepuk bahu Satya hendak mengatakan 'lepaskan' tapi tidak bisa, Satya Hanya menjeda sebentar untuk bernafas, lalu kembali ******* bibir manis milik Hana.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Hani bermain kembang Api berdua bersama Arka, meninggalkan dua pasangan kekasih itu saling bertukar cerita.



"Cantikkan" Hani menunjukkan kembang api yang dia gerak-gerakan pada Arka yang memegang kamera.


"Lebih cantik yang pegang" gombal Arka, dia kembali mengambil beberapa foto Hani.



"Kenapa kamu makin cantik sayang" Pria itu menatap Hani dengan alis yang sedikit ditarik keatas.


"Istrinya makan cantik itu Harusnya bersyukur, ini malah dikomentari" Gadis itu membalas Arka sambil cemberut.


Arga menggeleng pelan, "ini gak bisa, kalau istriku makin cantik, makin banyak lalat yang mendekat".

__ADS_1


"Kok lalat!" gerutu Hani. "emang aku dibilang belum mandi!"


"Para pria itu memang lalat sayang atau kita sebut mereka Hama!" putus Arka.


.


Kedua pasangan kekasih itu melihat kemesraan Hani dan Arka.


"Iri banget sama Hani, bisa seperti itu" komentar Chika.


Mike memberikan sisa kembang api pada Chika, "Mainlah".


" ihh kamu tu gak ngerti romantisnya!" Chika mengembalikan kembang api itu pada tempatnya.


"Oh iya, aku mau tanya dari kemarin" Chika menatap Hana serius, "Kalian benaran udah baikan kan?"


"Emang kapan kami bertengkar?" jawab Hana asal.


"itu kemarin yang diam diaman di kamar terus gak mau makan, dan akhirnya aku digangguin tidur sama makhluk satu ini" Chika menunjuk kearah Mike.


Hana tertawa mendengar penuturan Chika. "Udah engak".


" Yakin? benaran kan? jangan baikan bohong-bohong loh"


'cup' Satya mengecup bibir Hana sekilas didepan Chika membuat wanita itu melotot dan berteriak.


"Waahhhhh, mataku!" Chika menutup kedua matanya lalu menatap horor Satya, yang menjadi dalang.


"Tadi nanya apa? aku udah tunjukin kami berdua baik-baik aja dan tidak ada bohong-bohongan, kami masih berpacaran dan tidak ada masalah lagi" jelas Satya lengkap hanya disahut anggukan oleh Hana.


'puk' pukulan mendaran dikepala belakang Satya, pelakunya adalah Arka.


"Belum nikah belum boleh cium cium" Arka dan Hani ikut dalam obrolan mereka. Hani dipangku oleh Arka.


"Aduhh please ya pasangan suami istri mesra-mesraan nya itu didalam kamar aja jangan didepan pasangan yang belum Halal begini" Mike berkomentar.


Arka tidak peduli dia malah mencium tengkuk Hani dan tertawa ketika melihat mike membuka mulutnya lebar-lebar.


"Biarkan saja pak tua itu, udah lama menjomblo makanya seperti itu" Ledek Satya.


"Enak aja! siapa yang pak tua! cuma beda beberapa tahun tapi udah gak sopan kayak gini!"


"Kan emang kenyataan, aku kasian sama Hani" Hana ikutan berkomentar, kali ini dia sudah benar-benar merelakan Arka.


"Kenapa kak?" tanya Hani heran.


"Dapatnya playboy macam gitu, kakak kasih tau ya, tuh liat mukanya" Hani menatap Arka seperti perintah Hana. "terlalu tampan susah dijaga, meleng sedikit nanti dikejar-kejar sama perempuan, kak Arka itu tipenya ceweknya luar biasa loh hani.


"Hana benar" gumam Hani pelan.


"Hana! jangan mengopori istriku" Arka terlihat mulai kelabakan.


"Liat aja Jesica, sexy luar biasa kan, nanti kalau ada yan_"


"Hana hentikan please" Arka memegang kedua pipi Hani yang mukanya sudah mulai berubah masam. "Sayang tenang aja, gak ada yang lebih cantik dan sexy dari kamu, kamu satu satunya dihatiku".


"Gombal itu Hani" Chika ikutan membulli Arka.

__ADS_1


Jadi malam itu Arka sibuk menenangkan Hani dan kedua dendam pasangan kekasih itu terbalaskan.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


__ADS_2