Twins Love Story

Twins Love Story
Bab 35


__ADS_3

Tio dan Amanda sedang berada di dalam kamar hotel saat ini. Karena merasa lelah keduanya memilih untuk meninggalkan pesta yang belum selesai.


Amanda duduk di atas ranjang dengan diam, entahlah pikirannya saat ini sedang berkelana jauh, berkali-kali Amanda menghela nafas panjang membuat Tio sang suami di buat binggung.


"Apa yang sedang kamu pikirkan, kenapa kamu berkali-kali menghela nafas begitu?" Tanya Tio dengan mengerutkan keningnya, dia saat ini sedang duduk di samping Amanda dan dengan cepat Tio pun meraih pinggang Amanda untuk lebih dekat dengan nya. Tio mengikis jarak diantara keduanya saat ini.


"Aku sedang memikirkan Nisa, bagaimana keadaan nya sekarang," lirih Amanda terlihat begitu khawatir saat ini.


"Kenapa kamu memikirkan dia?" Tanya Tio mengerutkan keningnya.


"Ya karena aku khawatir, kan tadi dia terlihat begitu kesakitan," jelas Amanda.


"Ck kenapa kamu justru mengkhawatirkan dia, tenang saja dia akan aman karena ada Rio yang menemani nya. Yang seharusnya kamu menghawatirkan saat ini adalah dirimu sendiri bukan orang lain," kata Tio dengan senyum menyeringai di wajahnya.


"Kenapa harus khawatir dengan ku?" Tanya Amanda dengan perasaan sedikit binggung.


Tio mendekatkan wajahnya ke telinga Amanda saat ini. Dia membisikkan sesuatu di telinga Amanda.


"Karena hari ini aku akan menerkam dirimu saat ini," bisik Tio.


Amanda mengerti akan arti dari ucapan suami nya saat ini. Wajah Amanda tiba-tiba bersemu merah mendengar ucapan yang keluar dari mulut Tio sang suami.


"Ish kamu mesum," kata Amanda dengan mencebikkan bibirnya.


Amanda pun menjauhkan dirinya dari Tio dengan cepat.


"Ha ha ha ha ha ha ha ha ha," Tio tertawa begitu senang saat melihat reaksi sang istri yang terlihat malu-malu saat ini.


"Sana cepat mandi," kata Amanda mengalihkan perkataan dari Tio karena Amanda.


"Bagaimana kalau kita mandi bersama," kata Tio menaik turunkan alisnya menggoda perempuan di depan saat ini yang sudah resmi menjadi istrinya.


"Tidak," tolak Amanda dengan cepat.


"Ayolah, apa kamu tidak ingin melihat betapa seksi nya tubuh ku," tak henti-hentinya Tio menggoda sang istri.


Tio berjalan ke arah Amanda, dia semakin mendekat ke arah sang istri.


"Tidak kamu jangan aneh-aneh," Amanda menyilang kan kedua tangannya di dada, sungguh Amanda merasa gugup saat menyadari kalau Tio sudah mendekati dirinya. Tak lupa raut wajah Tio yang terlihat tengil di mata sang istri.


"Ish Uda deh jangan godain aku terus, cepat mandi sana," kata Amanda dengan wajah cemberut.


Amanda pun memberanikan dirinya untuk mendorong Tio menuju ke arah kamar mandi.


"Beneran kamu tidak ingin ikut aku mandi," kata Tio yang tak ada henti-hentinya menggoda sang istri tercinta nya saat ini.


"Tidak...." Tolak Amanda dengan cepat tak lupa mengelengkan kepalanya.

__ADS_1


Brakkk.....


Pintu kamar mandi pun tertutup.....


Amanda menghela nafas lega melihat sang suami yang sudah berada di dalam kamar mandi.


Amanda pun duduk di meja rias yang ada di sana, dia pun melepaskan satu persatu aksesoris yang ada di rambut nya saat ini.


"Dasar mesum," guman Amanda saat teringat bagaimana Tio yang sudah resmi menjadi suaminya itu terus saja menggoda dirinya.


"Semoga benar, kamu baik-baik saja Nisa. Entahlah meskipun kita baru kenal tetapi aku merasa seperti nyaman dan menganggap kamu seperti saudara ku sendiri," lirih Amanda sambil menatap bayangan wajah nya di depan cermin.


.


.


Di tempat berbeda....


Ceklek.....


Rio membuka kamar di mama Nisa berada saat ini.


Rio terdiam saat melihat suasana di kamar itu terlihat sepi dan tenang.


Rio mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar.


"Kemana perempuan itu, apakah dia kabur?" Guman Rio saat melihat kamar itu kosong tak mendapati perempuan bernama Nisa di sana.


Samar-samar Rio mendengar suara gemericik air dari arah kamar mandi.


"Mungkin dia sedang mandi," lirih Rio.


Rio pun memilih duduk di sofa, tangan nya dengan cepat mengambil ponsel yang ada di saku celana nya.


Rio menggeser posisi bersandar di sofa, tak lupa kaki nya pun di naikan di atas sofa, pandangan nya pun lurus ke arah kamar mandi.


Rio mengotak-atik ponsel milik nya, entahlah apa yang tengah dia lakukan tetapi sudut bibirnya tersenyum sambil melihat ke arah ponsel.


"Ha ha ha ha ha ha ha ha, ada-ada saja mereka," kata Rio sambil tertawa.


Ya Rio tengah melihat postingan yang ada di grup yang berisikan teman-teman mulai dari sahabat, Rio, Tio maupun Amanda.


Rio tak bisa menahan tawanya saat ada beberapa foto kocak dari teman-teman nya itu terpampang jelas di sana, foto mereka saat di atas pelaminan bersama Tio dan Amanda, foto itu terlihat kocak apalagi gaya-gaya lucu yang di lakukan temannya itu.


Ceklek.....


Rio mendongak menatap ke arah pintu kamar mandi, dia tertegun sesaat melihat pemandangan yang ada di depannya saat ini.

__ADS_1


Sedangkan Nisa yang belum menyadari ada seseorang yang tengah memperhatikannya dirinya, justru dengan santainya menggunakan handuk sebatas lutut itu sambil berjalan menuju ke arah meja rias.


"Ck masa gak ada sisir," kata Nisa memperhatikan meja rias itu kosong.


Sedangkan Rio menatap Nisa dengan pemandangan yang sulit di artikan.


G L E E K....


Rio berusaha menahan sesuatu, sebagai pria normal iya tak menampik jika dia saat ini tengah terpancing.


"Kamu ingin menggoda ku," kata Rio dengan suara serak nya karena berusaha menahan dirinya agar tak menerkam wanita di depan nya itu.


D E E E G G....


Nisa menoleh saat mendengar suara seorang laki-laki di dalam kamar nya.


Nisa melotot tak menyangka kalau saat ini pria itu tengah menatap dirinya. Nisa menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.


"Ahhhhh..... Kamu ngapain di sini?" Nisa berteriak kaget.


"Dasar mesum... Cepat keluar," kata Nisa sambil melemparkan bantal yang ada di ranjang kepada Rio.


Hap...


Rio menangkap bantal itu dengan cepat.


"Ck jangan teriak, nanti aku bisa sakit telinga mendengar suara cempreng mu itu. Tenang saja aku tidak akan menerkam mu sebelum kita halal, aku ke sini hanya ingin mengantarkan baju untuk mu dan juga ponsel milik mu juga ada di dalam paper bag itu," kata Rio bersiap untuk beranjak dari sofa.


Tap tap tap tap tap...


Langkah kaki Rio terhenti saat berada di dekat pintu kamar.


Rio berbalik menatap ke arah Nisa membuat Nisa melotot ke arah Rio.


"Ha ha ha ha ha ha ha, mata mu begitu indah kalau tengah menatap ku dengan seperti itu," Rio terkekeh melihat Nisa melotot ke arah nya.


"Aku punya kejutan buat kamu, kamu cari saja video di galeri yang ada di ponsel mu itu. Ah pasti kamu akan sangat senang melihat kejutan dari ku," kata Rio mengedip kan mata nya dengan genit ke arah Nisa.


Setelah mengatakan itu, Rio pun melanjutkan langkahnya untuk keluar dari kamar yang di tempati Nisa saat ini.


Setelah Rio keluar....


Nisa pun berlari menuju ke arah paper bag yang ada di tas ranjang dan benar saja kalau di dalam nya ada 2 pasang baju dan tak lupa dalaman nya juga.


Nisa yang melihat itu di buat merona karena malu.


"Aduh bisa-bisanya pria itu membelikan aku ini. Dasar mesum," guman Nisa.

__ADS_1


Nisa pun membawa baju itu ke dalam kamar mandi, Nisa merasa was-was kalau berganti baju di sini entahlah dia takut pria itu tiba-tiba muncul di kamar nya itu tanpa permisi.


Bersambung.....


__ADS_2