Twins Love Story

Twins Love Story
Bab 89


__ADS_3

Dengan wajah cemberut Nisa mengikuti langkah sang suami.


"Sayang ayo dong jangan diam terus begitu," kata Rio dengan nada merengek agar sang istri mau mengikuti dirinya.


Jujur tak sanggup membayangkan kalau sampai istrinya itu terkena hasutan buaya darat yang siap menerkam istrinya itu,ya siapa lagi kalau bukan si engsel pintu itu julukan yang Rio sematkan kepada Ansel.


"Aaahhh...."


Nisa memekik kaget saat Rio dengan sengaja mengendong dirinya, Nisa langsung memukul lengan sang suami karena kesal.


"Aduh ampun sayang, jangan pukul aku nanti kita jatuh berdua bagaimana, eh bertiga dengan calon anak kita lho," kata Rio memohon ampun kepada sang istri.


"Salah sendiri buat kaget saja," grutu Nisa langsung menghentikan pukulannya, dia pun menyadarkan kepala nya di tubuh Rio mencari posisi nyaman, Rio melihat itupun di buat senang.


"Oh ya sayang, kita mau mampir membeli sesuatu atau pulang ke mansion saja?" Tanya Rio sambil menggendong Nisa melewati lorong-lorong rumah sakit itu.


Beberapa orang suster, maupun orang-orang yang mereka lewati terlihat baper dan terpesona dengan ketampanan sang suami. Nisa melihat itupun jadi kesal.


"Nih perempuan gitu banget sih menatap suamiku, apa tidak pernah lihat orang tampan ya," grutu Nisa di dalam hati tentunya karena kalau Nisa bicara di depan Rio pasti suaminya itu langsung GR dibuatnya. Nisa melotot menatap perempuan itu dengan kesal.


Apa ini bawaan hamil atau memang Nisa tak suka melihat suaminya itu di lihat oleh perempuan lain. Ah susahnya mempunyai suami tampan, ada saja yang terpesona padahal suaminya itu bukan tipe yang suka tebar senyuman, terkadang Nisa juga heran sendiri di buatnya segitu hebatnya pesona sang suami.


"Sayang."


"Sayang heiiii...." Panggil Rio saat beberapa kali Nisa tak merespon dirinya.


"Ha apa?" Nisa kaget binggung dengan apa yang dikatakan suaminya tadi.

__ADS_1


"Tadi aku tanya? Kamu mau kita pulang atau mampir kemana lagi, mungkin kamu ingin membeli sesuatu?" Tanya Rio sekali lagi.


"Emmm.... Aku sih ingin makan es krim tetapi aku malas kemanapun, aku ingin segera pulang ke mansion dan tidur di ranjang empuk kita," kata Nisa dengan sumringah membayangkan tempat tidur nyaman.


"Ck dasar bumil," kata Rio mengelengkan kepalanya.


"Biar mereka saja yang membelikan mu es krim," kata Rio melirik ke belakang ke arah bodyguard yang mengikuti langkah kaki Rio sedari tadi.


"Kamu mau rasa apa?" Tanya Rio dengan lembut.


"Em coklat, eh strawberry juga enak. Eh rasa nanas juga enak," kata Nisa membuat Rio binggung dan mengelengkan kepalanya.


Rio ingat kalau banyak orang yang bilang ibu hamil di larang makan nanas jadi Rio pikir es krim nanas adalah pilihan yang kurang tepat untuk Nisa.


"Kalian beli es krim rasa coklat dan strawberry masing-masing 10 ya," perintah Rio.


Dengan cepat kedua bodyguard yang di tunjuk Rio mengangguk dan meninggalkan Rio.


Sesampainya di mansion, Nisa menolak untuk di gendong suaminya lagi, Nisa memilih berjalan menuju lift atas saran Rio yang terlihat berubah bawel di mata Nisa.


"Ah nyamannya," kata Nisa saat dia merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.


"Sayang kamu tidak mandi atau bersih-bersih dulu," tanya Rio saat melihat istrinya seperti berniat langsung tidur.


"Malas," jawab Nisa mau berbalik badan.


"Hei jangan tidur terbalik begitu nanti anak kita tejepit," protes Rio.

__ADS_1


"Kamu makin bawel deh," grutu Nisa mengerucutkan bibirnya kesal.


"Aku kangen ingin pulang," celetuk Nisa tiba-tiba.


"Bukannya di sini juga enak?" Pancing Rio.


"Aku kangen sama teman-teman ku di sana, di sini sepi tidak ada teman ngobrol," jawab Nisa.


"Ck bilang saja kangen mantan," sindir Rio yang baru ingat kalau Nisa cuma berteman dengan Denis seorang, Rio tak tahu teman Nisa yang lainnya.


"Mantan?" Tanya Nisa binggung, dia belum pernah pacaran jadi otomatis dia belum pernah punya kekasih atau yang di sebut mantan itu.


"Iya si Denis," kata Rio seperti merajuk.


"Ha ha ha ha ha, Denis mah bukan mantan ku," kata Nisa menertawakan wajah merajuk sang suami.


"Sini," kata Nisa menepuk ranjang di sampingnya.


"Kenapa?" Tanya Rio.


"Ayo sini,"


"Hmmm..."


Dengan patuh Rio duduk di dekat sang istri.


"Peluk," kata Nisa dengan manja.

__ADS_1


Nisa pun memeluk sang suami dengan manja.


Bersambung.....


__ADS_2