Twins Love Story

Twins Love Story
Bab 51


__ADS_3

Ckkiiiit....


Tio memberhentikan laju mobilnya di depan sebuah rumah mewah yang terlihat besar.


"Ha..." Amanda menatap kagum ke arah rumah mewah yang berdiri kokoh di depan nya saat ini.


Ceklek....


Tio membuka pintu mobilnya, dia langsung berlari menuju ke arah pintu mobil di sebelahnya, dia dengan cepat membuka pintu itu lalu mengulurkan tangannya ke dalam mobil.


"Ayo, kita sudah sampai," ajak Tio menatap ke arah Amanda.


Amanda dengan senyum mengembang menerima uluran tangan dari suaminya itu.


"Bagaimana? Apakah kamu suka kado dari kak Arin dan kak Abraham?" Tanya Tio saat keduanya sudah sampai di depan pintu rumah yang terlihat begitu kokoh.


"Hmmm...."


Amanda tak membayangkan kalau kak iparnya itu begitu baik sampai memberikan kado yang begitu besar seperti ini.


Amanda tak bisa berkata apa-apa, dia hanya mengangguk sebagai tanda iya. Jujur Amanda tak pernah membayangkan dia akan tinggal di rumah yang mewah seperti ini, terlihat dari tampilan luarnya saja bisa di bayangkan bagaimana keadaan di dalamnya.


Rumah ini jauh lebih mewah dari rumahnya, ya rumah Amanda juga luas dengan 2 lantai bergaya minimalis. Namun rumah ini jauh lebih luas, juga terlihat begitu besar dengan bangunan 3 lantai yang entah apa saja isi di dalamnya. Apalagi taman bunga di luar dan kolam ikan menjadi pemandangan yang mampu menyejukkan siapapun yang melihatnya.


Amanda akui dia begitu takjub terkesima dengan tampilan rumah itu.


Ceklek....


Pintu rumah itu terbuka saat Tio dengan sengaja membuka nya dengan lebar.


"Ayo," Tio menarik tangan Amanda untuk masuk ke dalam melihat isi di dalamnya.


Amanda mengelus kursi beralih berjalan menuju ke samping membuka satu persatu pintu dan melihat isi di dalamnya.


Amanda begitu takjub saat melihat ada ruangan fitness di dalamnya.


"Ayo kita lihat kamar kita," ajak Tio.


Ceklek....


Kini keduanya sudah berada di dalam kamar.

__ADS_1


"Buka lah," perintah Tio.


Amanda pun membuka lemari karena penasaran dengan isi di dalamnya.


Amanda terdiam takjub melihat berbagai macam model baju yang memenuhi lemari itu, satu persatu lemari di buka oleh Amanda. Dia menggeleng tak percaya, Tio ternyata benar dengan ucapannya, kalau dia sudah mengisi semua kebutuhan Amanda sampai jam, sepatu bahkan tas pun tersedia di sana.


Greeep...


Sebuah tangan melingkar di pinggang Amanda membuat dia menoleh dan menatap ke arah pria yang memeluknya dari belakang itu.


"Apa kamu suka? Jujur dari kemarin aku sempat takut kalau kamu tidak suka dengan rumah ini, atau baju dan semua yang sudah ku pilihkan," kata Tio sambil mengeratkan pelukannya dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sang istri, sambil menghirup aroma manis yang keluar dari tubuh istrinya itu, aroma yang membuatnya candu bagi dirinya.


"Kamu bisa menggantinya sesuai dengan apa yang kamu inginkan," lanjut Tio yang masih setia memeluk sang istri.


"Aku suka kok bagus banget, jujur aku gak pernah bayangin kalau kak Arin dan suaminya akan memberikan kita semua ini," lirih Amanda berkaca-kaca. Bukan sedih melainkan terharu karena mendapatkan kakak ipar yang begitu baik seperti kak Arin.


"Ssstttt jangan sedih nanti aku bisa di marahi kak Arin," bujuk Tio.


"Jujur aku terharu, aku tak pernah membayangkan bisa menikah dengan lelaki yang begitu ku cintai serta mendapatkan bonus mertua dan kakak ipar yang begitu baik seperti ini," lirih Amanda.


Kruk kruk kruk


Terdengar suara perut dari Amanda yang membuat Amanda begitu malu dan Tio terkekeh di buatnya.


"Ish ini semua gara-gara kamu," sungut Amanda mengerucutkan bibirnya karena kesal.


"Hehe maaf, ya sudah sebagai permintaan maaf, suamimu ini akan memasak makanan lezat buat istriku tercinta. Ayo kita ke dapur," ajak Tio mengengam tangan sang istri.


"Eh tunggu-tunggu," tolak Amanda.


"Kenapa hmmm?" Tanya Tio heran karena sang istri menghentikan langkahnya.


"Apa di dapur sudah ada persediaan makanan?" Tanya Amanda.


"Kamu jangan khawatir sayang, semua nya sudah lengkap. Sebelum kamu masuk melangkahkan kaki mu di rumah ini. Aku sudah menyuruh art untuk mengisi semuanya, di jamin lengkap kok," jelas Tio.


"Terus dimana semua art nya, kok tidak ada satu pun yang muncul?" Tanya Amanda heran.


"Kamu butuh mereka? Kalau butuh, kamu tinggal menghubungi pak Nan untuk meminta art datang ke rumah utama, nanti aku kasih nomornya. Aku sengaja meminta mereka untuk berdiam dia paviliun di belakang rumah, tempat itu khusus untuk tempat tinggal art, satpam, bodyguard dan tukang kebun," jelas Tio panjang lebar agar sang istri tahu.


"Oh pantas, sepi," kata Amanda mengangguk mengerti.

__ADS_1


"Ayo,"


Tio menarik tangan sang istri, sedangkan Amanda diam pasrah kemana langkah kaki Tio membawanya. Sampai akhirnya keduanya sampai di dapur.


Tio dengan cepat memakai celemek dan menggulung kemejanya dengan cepat. Dia mengambil beberapa sayur dan daging di dalam kulkas.


"Kamu duduk saja, biarkan chef Tio menunjukkan keahliannya memasak," kata Tio dengan percaya diri.


Amanda terkekeh gemas baru pertama kalinya dia melihat sisi manis dari seorang Tio. Ya perlakuan manis yang tak kan pernah orang lain lihat karena Tio hanya tunjukkan semua itu kepada keluarganya saja.


'Hmm semoga saja,' guman Amanda di dalam hati nya saat ini berharap masakan Tio tidak gosong atau rasanya aneh.


Tak lama....


Bau harum menguar dari arah dapur, siapapun yang mencium bau itu pasti akan langsung meneguk air liurnya, bau itu cukup membuat perut Amanda semakin memberontak karena semakin merasa lapar di buatnya.


Sungguh Amanda baru tahu kalau suaminya itu pandai memasak, Amanda kira kalau masakan Tio akan berantakan dan rasanya tidak jelas namun mencium bau ini penilaian Amanda sedikit berubah.


'Semoga saja rasanya enak seperti baunya,' batin Amanda saat ini.


Setelah setengah jam Tio berperang dengan peralatan dapur nya itu, 2 masakan sederhana itu akhirnya selesai. Tak lupa gelas jus kesukaan sang istri.


Tio dengan percaya diri membawa 2 piring makanan yang sudah di hias begitu cantik itu ke atas meja makan.


"Silahkan tuan putri," Tio membungkuk hormat membuat Amanda lagi-lagi harus terkekeh melihat tingkah sang suami.


"ha ha ha ha ha ha, manis banget suami ku," kata Amanda dengan gemas mencubit gemas pipi sang suami.


"Tentu dong, khusus untuk ratu ku, apa sih yang tak mungkin ku lakukan," jawab Tio.


"Hmm sepertinya enak, aku coba ya,"


'Semoga rasanya enak,' batin Amanda mencoba memotong daging itu dengan kecil dan memasukkannya ke dalam mulut meskipun dengan memejamkan mata nya takut rasanya tak sesuai harapan.


"Hmmm...." Amanda mengunyah daging itu, mencoba merasakannya.


"Wah enak," kata Amanda berbinar.


"Tentu dong Tio gitu loh," kata Tio dengan bangga.


Sedangkan Amanda tak menanggapi ucapan narsis sang suami, dia lebih asyik menguyah makanan itu.

__ADS_1


"Nih jus nya. Kamu pelan-pelan saja makannya biar tidak tersedak, tidak ada yang akan merebutnya," kata Tio yang sudah duduk di depan sang istri menatapnya dengan lembut.


Bersambung.....


__ADS_2