
"Siapa jesika?!" tanya Hani penuh sekidik.
Baru saja keduanya memasuki ruangan pribadi tempat pemilik hotel, Hani sudah menjejalkan pertanyaan pada Arka.
Hani tau sikapnya yang pencemburu akan membuat Arka jengah padanya, tapi Hani tidak bisa menahan-nya, Hani tidak bisa bersikap seperti biasanya jika pikirannya sekarang sudah melayang ke mana-mana, lebih bagus Hani menanyakan pada Arka.
"Cuma teman"
"teman apa demen?" Hani memicingkan matanya kearah Arka.
Arka mencubit gemas dagu Hani, "cemburu ya" Arka menyudutkan Hani membuat Hani terus mundur dan berusaha menahan tawanya melihat Arka yang meledek nya.
"Mau apa?" Tanya Hani penuh selidik, walau sebenarnya dia tau apa yang akan Arka lakukan.
"Menciummu" Arka semakin mendekatkan wajahnya ke arah Hani.
Hani menutup bibirnya dengan kedua tangan. "Tidak bisa, jelaskan dulu siapa itu jesika"
"Cuma teman dekat saat di Amerika" Arka berkata jujur, hubungan dia dengan Jesika memang sungguh Hanya hubungan pertemanan semata, dulu mereka memang dekat, jesika selalu menunggu Arka untuk menyatakan perasaan padanya.
Tapi pikiran Arka siapa yang tau, tidak pernah sekalipun dia menyatakan cinta duluan pada wanita, dan jesika terlalu gengsi untuk menyatakan perasaannya pada Arka.
Semua sikap dan perilaku Arka pada jesika selalu dianggap jesika dengan rasa suka Arka. Jelas Arka dulu adalah seorang Cassanova, setiap tikungan pasti ada teman dekat.
Arka dulu sempat penasaran pada jesica Hanya sesaat saat tau bahwa salah satu teman Arka dimanfaatkan oleh jesica, temannya itu sekarang menjadi gila, karena terlalu menyukai jesica.
Jesica pernah berusaha membuat Arka untuk menyatakan perasaan nya padanya dengan cara dia mengatakan pada semua teman sekelasnya bahwa dia mencintai Arka.
🍃 Flashback On 🍃
Arka menghampiri jesica yang duduk sendiri didekat taman.
"Apa yang kau katakan pada semua teman-teman?" tanya Arka langsung ke pokok masalah.
Jesica mengedikkan bahunya, "ntahlah, mungkin mereka menganggap begitu, kata mereka kita cocok, bagaimana menurut mu?"
Arka diam dan mantap kedua manik mata jesica lekat, "aku dan kamu hanya teman, tidak lebih, apa kamu mau lebih?"
__ADS_1
Jesika mengangguk cepat, ini yang memang dia mau selama ini. Dia tau Arka adalah anak orang kaya, buktinya Arka sering membelikan barang mewah pada pacar - pacarnya.
"Ya udah terserah" jawab Arka santai.
"terserah apaan? jangan bilang kamu mau jadikan aku dengan mantan pacarmu yang lain"
"Kau tau aku jes, aku tidak mau serius dengan sebuah hubungan"
"walau itu demi aku? apakah dihatimu aku tidak ada sedikitpun? aku tidak mau dijadikan seperti para pacar-pacarmu itu"
"Sama sekali tidak ada, aku hanya menganggap mu teman, jika mau berpacaran ayo, tapi tidak tau kapan aku bosan dan akan meninggalkan mu"
"Aku akan berusaha membuatmu jatuh cinta padaku" Jesica akhirnya merendahkan dirinya di hadapan Arka, padahal selama ini dia berusaha membuat Arka mengejarnya.
"Kata-katamu sama dengan mereka semua, mereka juga mengatakannya" ucap Arka tanpa merasa beban sedikit pun.
"Kalau gitu Aku akan berusaha membuatmu mengatakan suka padaku"
"berusahalah, aku harap kau bisa mengubah pikiranku" tantang Arka, dia segera berdiri dan meninggalkan Jesica disana.
🍃 Flashback Off 🍃
"Dia punya perasaan pada kakak" ucap Hani sinis.
"Dia yang punya, aku tidak, aku tidak dapat menghilangkan perasaan wanita yang menyukaiku, dengan melihat wajahku saja mereka akan langsung jatuh cinta, jadi apa salahku yang telah membuat mereka jatuh cinta" Arka beracting sedih seolah-olah dia sedang dianiaya.
Hani mencubit pinggang Arka, dan membalikkan posisi mereka hingga kini Arka yang tersudut di dinding.
Hani memegang dagu Arka "Kakak benar, bagaimana caranya agar aku bisa membuat semua wanita yang melihat tampang kakak menjadi tidak suka ya? tampang ini kan yang sudah membuat para wanita yang melihatmu akan jatuh cinta dan juga".
Tangan Hani beralih ke saku celana Arka memegang dompet Arka lalu tersenyum licik, "dompet ini juga punya kharismanya sendiri, kalau tampang oke dompet gak oke akan ada beberapa yang mundur"
"Jadi kau akan membuatku bangkrut?" seru Arka. "Jika aku bangkrut nanti kau akan meninggalkan ku".
" Tenang aku putri pemilik Widjaya company, kakak bisa bergantung padaku" Hani menaik turunkan alisnya dan tersenyum nakal kearah Arka.
"Baiklah aku akan bermanja-manja saja pada istriku" Arka menarik pinggang Hani agar Hani semakin mendekat padanya.
__ADS_1
Bibirnya kini sudah mengecup bibir Hani, dari kecupan berubah jadi *******, mereka berdua kembali mabuk asmara. Maklum pengantin baru yang harusnya sibuk di atas ranjang membuat anak sekarang sibuk bekerja.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Satya dan Hana sedang asik berkeliling berjalan-jalan. Saat ini kedua orang itu berpisah dari Chika dan Mike. Chika bilang dia ingin menikmati kencan mereka tanpa adanya gangguan.
"Kau tidak ingin membeli apapun?" tawar Satya, karena sejak tadi mereka berdua sibuk melihat-lihat saja.
Hana masuk kedalam satu toko setelah melihat-lihat dia dan Satya keluar lagi, begitu seterusnya hingga sampai saat ini mereka sudah lima kali keluar masuk toko.
"Tidak, kita ke sana saja ya" Hana menunjuk rental sepeda yang disediakan memang untuk para turis dan pengunjung disana.
Hana mengangguk, dia ingin bersepeda saja menikmati suasana pantai, dan keindahan pulau jeju.
Satya memilih sepeda yang memiliki kursi dibelakangnya, setelah membayar dia segera menuju kearah Hana.
"Ayo kita jalan" Ajak Satya.
Hana segera duduk dan melingkar kan tangannya pada perut Satya. Dia begitu bahagia hanya dengan berjalan dan bersepeda seperti ini.
Hana menghirup nafas panjang memasukkan udara Jeju kedalam paru-parunya lalu menghembuskan nya perlahan.
"Kenapa tidak beli apapun tadi?" tanya Satya lagi. Padahal tadi Satya berniat membelikan apapun yang Hana minta.
Hana seakan lupa dia mempunyai pacar yang kaya atau sengaja melupakan, karena Hana menganggap bukan Satya yang kaya melainkan orang tuanya, jika Hana meminta ingin membelikan ini itu Hana yakin Satya tidak akan sanggup begitu pikir Hana.
"Pemborosan Bang Sat!" Hana menepuk punggung Satya sekali.
"Aku sanggup membelikannya, atau kita kembali ke toko baju tadi, dan membelinya? jangan menahan keinginanmu Hana, sudah aku bilang, aku akan membahagiakanmu" Balas Satya.
"Membahagiakanku tidak perlu dengan membelikan ku barang- barang cukup seperti ini, kau selalu ada disisi ku, menyatakan cinta padaku terus menerus tanpa pernah lelah itu sudah sangat membahagiakan untukku" Hana semakin mengeratkan pelukannya.
Hana menghirup nafas panjang, dan__"Aku mencintaimu Satya!" teriak Hana keras dan itu cukup untuk membuat beberapa pengunjung dipinggir jalan kebingungan dan merasa aneh pada mereka.
"Hana! berhenti membuatku malu!" keluh Satya, dia segera memacu sepedanya dengan sangat cepat.
Hana malah tertawa keras tanpa peduli akan tatapan orang - orang.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
__ADS_1