
Besok Harinya setelah perdebatan sengit antara anak dan bunda yang berakhir dengan kemenangan Bunda, Satya membawa seluruh keluarganya dan keluarga Hana untuk makan malam bersama.
Makan malam itu bukan hanya untuk acara pelamaran juga acara kumpul keluarga yang sudah Satya pesan tempatnya di hotel milik Arka.
"Wahh saya tidak tau ternyata pak Haris adalah besan saya" ujar ayah Satya, dia termasuk pembisnis juga walau sudah pensiun ayah Satya tau nama Haris Widjaya cukup terkenal dikalangan pembisnis.
"Hana sudah aku anggap sebagai putriku juga" balas Haris dengan senyum yang lebar. Hana dan Hani juga ikut tersenyum mendengar penuturan Daddy Haris.
"kalau dilihat-lihat Hana dan Hani sangat mirip ya, pasti satya susah membedakan nya" Satria melirik satya yang tampak tenang menikmati makan malamnya.
"Tadinya seperti itu, tapi sekarang sudah bisa kalau diperhatikan lebih jelas Hana lebih cantik" Ujar Satya santai sambil menyuap makanan.
Arka melirik sinis Satya, "Istriku yang lebih cantik" Balas Arka tak terima.
"Hana yang lebih cantik, matamu katarak apa!" Satya masih tidak mau kalah.
"Matamu yang katarak, istriku yang paling cantik didunia ini"
Semua orang yang mendengar perdebatan Satya dan Arka hanya bisa tertawa, mereka berdua sangat aneh, membandingkan dua orang kembar identik.
"Sudah-sudah kalian berdua ini, kalau seperti ini tidak akan ada habisnya" Mommy Hani memutuskan perdebatan tersebut.
"ngomong-ngomong kenapa pernikahan mereka terkesan terburu-buru"
'huk huk' pertanyaan spontan dari ibu Satya membuat Hana, Satya dan bunda terbatuk batuk serentak.
"Setelah di bicarakan baik-baik, ternyata mereka mau mengerti dan menerima perjodohan yang telah kita rencanakan" Elak bunda, sebenarnya bunda hanya menyimpan kartu As tentang kelakuan Hana dan Satya yang tidak sengaja kepergok, kartu As itu akan bunda gunakan jika Hana dan Satya menolak lagi rencana pernikahan mereka.
"Waahh kamu sangat hebat dalam memberi nasehat" puji ibu Satya terkagum.
Hani menatap heran muka Hana yang berubah semerah tomat, dia sangat yakin alasannya bukan karena hal yang barusan bunda katakan.
Dan malam itu makan malam keluarga besar itu berakhir dengan sangat lancar, dan acara pernikahan atas persetujuan kedua belah pihak ditunda menjadi dua bulan lagi, mengingat banyak pihak yang ingin di undang pihak Satya, jadi acaranya akan diadakan sedikit lebih besar dari perkiraan bunda.
__ADS_1
...☘️☘️☘️☘️☘️...
"Jadi bagaimana caranya bunda merayumu agar menyetujui rencana pernikahan kalian? Tanya Hani penasaran.
Saat ini Hani, Hana dan Chika sedang ada dibutik milik teman Mommy Hani, mereka sedang memilih milih rancangan dari buku sketsa yang telah disediakan.
"Gak pakai acara merayu" ketua Hana, wanita itu masih sibuk membalik buku sketsa itu.
"Jadi?" Chika juga ikutan bertanya karena penasaran.
"Kepergok" jawab Hana dengan sangat singkat, wajahnya masih datar dan tidak menunjukkan ekspresi bahagia.
"Apa?!" serentak Hani dan Chika berteriak.
"Aku sedang berciuman panas dengan Satya, dan kami tidak tau kalau bunda ada disana, dan ya kami di kena bentak oleh bunda".
Hani dan Chika serentak menertawakan Hana di akhir kalimatnya. Jika saja tidak kepergok Hana tidak akan ada disitu dan siap memilih gaun pengantin.
"Berhenti menertawakan ku! itu tidak lucu!" Gerutu Hana karena Hani dan Chika tidak berhenti tertawa saat ini.
"Kami tidak melakukan itu! aku dan Satya hanya berciuman saja" Hana membela dirinya sendiri.
"Siapa yang tau? cowok kalau sudah disodori hal seperti itu kadang bisa gelap mata, bisa saja Satya tidak dapat dikontrol dan melakukan hal lebih" Hani mengemukakan pendapatnya.
"Selama ini Satya selalu menahan dirinya kok" bela Hana sekali lagi, ternyata ucapan Hani dan bunda nya sama saja, dan hal itu membuat Hana menjadi kesal.
"Sekali dua kali bisa ditahan, tapi jika keterusan, hal seperti itu akan membuat pria kesal, jika seperti itu" Chika ikut menambahkan opini yang Hani berikan.
"Ahhh! kalian berdua menyebalkan!" Hana akhirnya memutuskan untuk menyudahi pembicaraan yang jika di lanjutkan akan semakin memojokkan dirinya.
"Emang kenapa kamu gak mau nikah dengan Satya?" ujar Chika.
Hana menatap manik mata saudara kembarnya cukup lama lalu menatap Chika, "Aku tidak mau mengikuti jejak Hani yang nikah muda" ucapan hana berbeda dengan apa yang ada dipikirannya.
__ADS_1
"loh kok gitu?" pekik Hani tidak terima, jika pernikahan nya dianggap salah oleh Hana.
"iya jadi gak bisa tebar pesona dengan cowok cowok lagi, udah dikunci khusus untuk satu orang hahaha" Tawa Hana terdengar diakhir kalimatnya. Chika juga ikutan tertawa dan melakukan high five bersama Hana.
"udah jangan bicara soal pernikahanku, sekarang kita bicara serius" Hana menyudahi tawanya dan menatap Hani serius. "Apa kata dokter setelah kalian berdua melakukan pemeriksaan?"
Hana mengetahui Hani dan Arka telah pergi ke dokter obgyn untuk mengetahui masalah yang ada pada mereka berdua.
Hani menarik nafas panjang lalu menghembuakannya, tangannya beralih mengelus perutnya sendiri, "Dokter bilang kami berdua bermasalah, dan kak Arka ingin cara pengobatan yang normal saja dulu, seperti hidup sehat dan jaga pola makan serta mengkonsumsi makanan makanan tertentu, padahal ada cara cepatnya" lirih Hani sedikit sedih.
"Apa caranya?" Tanya Chika.
"Bayi tabung".
"Kalau menurutku, benar yang diputuskan kak Arka, kalian kan masih belum ada setahun menikah, diluar sana masih banyak yang menikah bertahun-tahun tapi belum diberikan juga, memang sebaiknya cara yang normal normal saja, kita kan tidak tau betapa sakit dan tersiksa melakukan proses bayi tabung, benar kan Hana? kamu setuju juga kan dengan ucapanku" tanya Chika pada Hana.
Hana masih diam memikirkan bayi tabung yang dikatakan Hani, dia juga memikirkan pernikahan nya yang kemungkinan kurang lebih dua bulan lagi akan segera dilaksanakan, kalau disuruh untuk memilih Hana akan memilih bayi tabung, biar Hani bisa segera mendapatkan hal yang dia inginkan dengan cepat, dan Hana bisa lepas dari bayang-bayang rasa bersalah.
"Hana! hoi! Hana!" panggil Chika berkali kali tapi wanita itu masih sibuk dengan pemikiran nya.
"Hana!" setelah Chika menepuk bahu Hana baru, wanita itu sadar dari lamunannya.
"Hah apa?"
"Kamu melamun apa selama ini baru sadar aku bicara" protes Chika.
"Gak apa, lanjutkan nanya apa tadi?" elak Hana, agar Chika tidak mengorek isi kepalanya saat ini.
"Kamu setuju kan pilihan Arka dibanding bayi tabung?" Chika kembali mengulang pertanyaan nya.
Hana menatap Hani, dari matanya Hani tampak sangat menunggu jawaban yang akan Hana berikan. "Kalau aku__"
__ADS_1
...☘️☘️☘️☘️☘️...