
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Pukul dua malam mereka bertiga baru sampai di villa. ketiganya memasuki villa utama. Di sana terlihat Hani, Hana dan Chika tertidur di sofa, seperti nya karena terlalu lama menunggu ketiganya ketiduran di atas sofa.
Arka menggendong Hani untuk membawanya ke kamar tidur mereka, begitu juga dengan Satya dan Mike. Satya menggendong Hana membawanya kekamar Hana dan chika setelah itu dia kembali ke kamarnya.
.
Jam setengah lima pagi Arka terbangun, tidurnya sedikit gelisah mungkin karena masalah Leo dan Jesica belum selesai, kerongkongannya terasa kering dia hendak minum tapi air di gelas dan teko sudah habis, alhasil dia tegak perlahan agar tidak membangunkan Hani. Arka berjalan keluar dan memasuki villa utama yang ditempati keempat temannya.
.
Dikamar Hana dan Chika, Hana menatap jam yang bertengger didinding kamarnya, pukul setengah lima, dia menatap ke seliling perasaan nya tadi malam dia tidur di sofa, sepertinya Satya yang memindahkannya pikir Hana.
Hana ingin keluar kamarnya, dia ingin melihat sunset, tapi mungkin terlalu pagi jika ia ingin keluar, akhirnya Hana mencoba keluar sebentar, sepertinya dia tidak bisa lanjut tidur lagi.
Diluar dia sedikit terkejut melihat Arka yang berdiri di depan kulkas sambil mengeluarkan air minum.
Arka melihat Hana sebentar ketika dia melihat Hana yang perlahan mendekatinya. Tapi Arka tidak menyapa Hana sama sekali, dia menganggap Hana hanya angin lalu. Arka masih sibuk dengan urusannya sendiri, dan hendak menuju kamarnya dan Hani.
"Arka aku ingin bicara berdua denganmu" suara Hana pelan, Hana yakin Arka mendengarnya karena suasana villa itu sangat sepi, jadi suara Hana yang kecil pasti bisa terdengar oleh Arka.
Arka duduk di meja makan yang ada, dia menunjuk kursi di depannya, "Silahkan" jawab Arka.
Hana melangkah perlahan kearah kursi yang Arka tunjuk.
1 detik
2 detik
__ADS_1
"Katakanlah" ucap Arka, Hana sejak tadi diam akhirnya mengangkat kepalanya menatap Arka, tapi mata Arka sama sekali tidak menatap Hana, malah sibuk memainkan ponsel ditangannya.
.
Satya terbangun dari tidurnya, entah kenapa dia ingin sekali pergi ke luar kamarnya, baru saja Satya membuka pintu kamarnya, dia mendengar Hana dan Arka sedang berbicara berdua, hati Satya menjadi sedikit sakit melihat kedua orang itu. tapi Satya yakin Arka tidak akan mempermainkan pernikahan nya dengan Hani.
.
"Katakanlah" Satya mendengar suara Arka tapi pandangannya sibuk pada ponsel. Satya memang sadar sikap Arka pada Hana jelas terlihat berbeda, Arka tidak pernah memandang mata Hana ketika berbicara dengan Hana, malah Arka menganggap Hana tidak pernah ada.
Sejak Hani dan Arka datang makan malam saat itu, sejak itu juga Arka bertingkah seperti Hana adalah orang asing di hidup Arka.
Satya berdiri menyender pada pintu kamar dan membuka sedikit celahnya, agar dapat mencuri mendengar kan pembicaraan kedua orang tersebut dan dia dapat bersembunyi, jika Hana dan Arka sudah selesai bicara.
.
"Hani dimana?" Hana berbasa basi lebih dulu, untuk mencapai topik utama.
"Bukan, aku mau mengatakan hal lain" ujar Hana cepat.
Arka kembali duduk dan menyibukkan dirinya kembali dengan ponsel.
"Kanapa kau bersikap seperti ini padaku?"
Gerakan tangan Arka terhenti, tapi matanya masih tidak mau menatap Hana. "Bersikap seperti apa?" tanya Arka walau dia tau maksud Hana.
"Seperti sekarang, aku sudah mengalah menganggap hubungan kita tidak ada apa-apa, aku menganggap mu adalah kakak iparku, tapi apa? kau bersikap seakan akan aku tidak ada di sekitar, kau tidak mau menatap ku, kenapa? kau takut?" Hana menghilangkan sikap sopan santun nya pada Arka, dia sudah sangat kesal dengan sikap Arka.
"Kau masih memiliki perasaan padaku? makanya tidak berani menganggap ku ada dan tidak berani menatap mataku" Lanjut Hana lagi. Akhirnya semua kekesalan dan gundah hati Hana terlepaskan sekarang.
Arka meletakkan ponsel yang sejak tadi dia pegang di meja, tangannya sedikit memijit tengkuk, belum selesai masalah Jesica dan Leo muncul lagi masalah baru, apakah ini adalah karma untuknya karena selama ini selalu mempermainkan perasaan seseorang.
__ADS_1
Bukan Arka yang ingin menyakiti, tapi Arka menjadi seperti itu juga karena mereka tidak ada yang tulus padanya.
Arka Akhirnya menatap mata Hana, Wajah yang dilihatnya terlihat seperti wajah istrinya, dia ingin marah tapi setiap dia melihat Hani dia tidak ingin menyakiti istrinya.
"Aku tanya padamu, benarkah di hati mu saat ini hanya ada Satya? apakah perasaan mu sudah hilang padaku?" pertanyaan Arka membuat sedikit detak jantung Hana kembali bergemuruh, seperti muncul sedikit harapan tapi berusaha Hana tepis.
Hana masih diam untuk menetralisir perasaannya saat ini.
Muncul senyuman sinis dari Arka, dan itu membuat jantung Hana kembali sakit. "Masih ternyata" tebak Arka.
"i-itu tidak benar!" Hana berusaha menolak tebakan Arka.
"Kau tanya kenapa aku bersikap seperti seorang brengsek di depanmu? pertama ketika aku melihatmu terlihat seperti wajah Hani aku takut spontan bersikap lembut lalu kau akan kembali memiliki harapan padaku, ke du__"
"Itu tidak benar! apa buktinya?" potong Hana cepat.
"Buktinya ya" Arka kembali memijat tengkuknya, "Dihari pernikahan ku, Sandy tidak sengaja mengambil fotomu untuk masuk kedalam layar proyeksi yang aku tujukan pada Hani, kau tau kenapa foto itu masih aku simpan, itu karena aku lupa jika aku pernah menggunakan kamera itu untuk memotret mu dan karena lupa filenya masih tersimpan dengan baik." Arka menjeda kalimatnya dia memperhatikan tingkah Hana yang kini mulai gelisah, tangan Hana saling menggenggam dan terlihat sedikit bergetar.
"Karena foto itu kau berkali-kali melirikku, di acara makan malam bersama keluarga" jelas Arka.
Hana pikir Arka tidak sadar jika dia berkali-kali melirik nya karena di acara itu Arka sedikitpun tidak menatapnya.
"Kedua, aku ingin istriku Hani merasa bahwa aku hanya mencintai dirinya, Hani dulu sering membandingkan dirinya dengan dirimu, aku ingin mengatakan kepada Hani secara tidak langsung, bahwa di mataku hanya ada dirinya, aku tidak pernah menganggap Hani adalah dirimu, perasaanku dulu padamu sudah lama hilang, dulu memang kau yang hampir menempati hatiku, tapi ada beberapa hal yang membuat hubungan kita semakin sulit dan aku tidak bisa mempertahankan perasaan ku yang mulai menjauhimu"
Arka tidak membiarkan Hana mengatakan apapun, karena dia yakin ketika bibir itu mengeluarkan suara maka air mata Hana akan jatuh. Dia akan membuat dirinya menjadi sangat kejam di depan Hana agar Hana membenci nya.
"Aku benar-benar minta maaf telah membuatmu seperti ini, hargai dan cintai orang yang saat ini ada di sampingmu jangan sampai kau kembali kehilangannya seperti kau kehilangan ku, jangan ragu akan perasaanmu, aku yakin saat ini satya telah berhasil masuk kedalam hatimu, tapi kau ragu karena ada aku, hilangkan keraguan mu dan raih masa depan mu" ucap Arka dengan nada pelan dan berdiri dari kursi.
"Kenapa kau membiarkan Hani membawaku kesini?" Setitik air mata jatuh dari mata Hana, dia tidak mau mengangkat kepalanya, dia tidak mau memperlihatkan kelemahan nya pada Arka.
Langkah kaki Arka kembali berhenti. Dia kembali menatap Hana yang menunduk.
__ADS_1
...☘️☘️☘️☘️☘️...