
Para anak buah Abraham dengan cepat mendekor tempat yang awalnya untuk resepsi Tio sekarang berubah menjadi acara pernikahan Rio.
Pagi ini semua di sibukkan dengan kegiatan masing-masing.
Setelah percakapan singkat dengan sang bunda, Arin memberikan bunda baju yang senada untuk dipakai nantinya dan meminta perias untuk membantu sang bunda mengingat hari ini adalah hari yang bahagia buat si kembar.
Arin masih sibuk di kamar membantu Abraham bersiap, Arin terlihat begitu posesif tak membiarkan perias perempuan itu menyentuh seujung rambut pun milik sang suami.
"Jangan bergerak, ini sulit benerin nya," protes Arin karena sang suami sedari tadi bergerak terus memperhatikan ponsel nya.
"Naik saja ke atas ranjang biar kamu tidak capek berjinjit terus," usul Abraham.
Arin pun dengan cepat menarik Abraham ke sisi ranjang, dan benar saja Arin pun naik ke atas ranjang agar dapat memasang dasi milik Abraham dan membenarkan tatanan rambut sang suami tercinta.
"Perfeck," kata Arin dengan bangga.
"Apa suami mu ini sudah tampan," goda Abraham.
"Tentu dong, tetapi jangan dekat-dekat dengan perempuan apalagi tuh rekan kerja kamu si Rengginang-rengginang nama nya," grutu Arin tak suka.
"Ha ha ha ha ha ha, ada-ada saja kamu sayang. Bukan Rengginang tetapi Regina,"
Abraham tak henti-hentinya tertawa apalagi sang istri selalu tak suka Abraham di dekati wanita, meskipun Abraham tak berniat berdekatan dengan mereka dan Abraham pun sering memasang wajah datar nan kutub sebagai benteng pertahanan, tetapi banyak dari mereka yang bermuka tembok tak tahu diri mencari berbagai alasan untuk sekedar memandang ke arah Abraham.
Inilah pesona pria tampan dengan kekayaan yang tak main-main, bahkan di umur yang hampir 40 pesona Abraham semakin membuat wanita membuat mendekat bagai magnet yang terus menarik.
Cup...
"Aku hanya mencintai mu," bisik Abraham setelah mencium pipi sang istri.
__ADS_1
"Ya sudah aku tunggu di bawah, cepatlah bersiap agar suami tampan mu ini tidak di bawa kabur wanita-wanita yang tak punya pasangan," kata Abraham disertai godaan di akhir ucapan nya.
Arin kesal menghentakkan kakinya.
"Awas saja kalau berani, aku juga akan cari sugar Daddy tentunya yang lebih hot," tantang Arin.
Abraham melotot mendengar ucapan dari sang istri.
"Awas saja, sebelum pria itu menyentuh seujung rambut mu akan ku pastikan dia hilang dari dunia ini,"
Setelah berkata demikian Abraham pergi meninggalkan Arin yang di buat terkejut dengan ucapan sang suami.
"Dasar posesif, tukang cemburu masih aja berani menggoda ku. Rasakan panas nggak tuh," kata Arin melirik sang suami yang sudah pergi meninggalkan kamarnya.
Arin pun mengambil pakaian dan tak lupa merias wajahnya sendiri.
Setelah selesai Arin pun menuju kamar sang anak, untuk mendandani mereka setampan dan secantik mungkin di hari spesial kedua paman nya itu.
Tio dan Amanda sudah siap dengan baju yang berwarna senada. Keduanya terlihat tampan dan cantik.
"Oh ya sayang, apa benar ucapan mu tadi kalau Rio hari ini menikah?" Tanya Amanda.
"Hmmm...." Jawab Tio dengan singkat.
'Ck muncul lagi tuh mode kulkas,' grutu Amanda di dalam hati nya.
"Dengan siapa?" Tanya Amanda dengan penuh rasa penasaran pasalnya Tio tadi belum memberitahu dirinya siapa nama mempelai wanita.
"Kamu nanti akan tahu sendiri," jawab Tio singkat sambil membenarkan posisi dasi nya yang sedikit miring.
__ADS_1
"Ish aku kan penasaran pengen tahu," rengek Amanda.
"Sudah lah ayo kita turun," ajak Tio mengandeng tangan sang istri.
"Ayolah sayang kasih tahu, bagaimana aku tidak penasaran secara dia kan baru putus dari sepupu ku? Terus nikah nya juga kenapa dadakan?" Pinta Amanda memelas.
Namun Tio tak bergeming, dia tak ingin membuat Amanda kaget karena Rio menikah dengan wanita yang baru saja dia temui.
Berbagai macam pemikiran aneh muncul di pikiran Amanda saat ini.
Tuk....
Tio mengetuk kening Amanda karena melihat istri tercinta nya itu tengah melamun.
"Sudah jangan melamun, ayo kita turun kasian bunda tidak ada yang menemani," ajak Tio.
"Lho kak Arin kan ada," protes Amanda karena dia masih tak terima karena Tio masih bungkam.
"Kamu lupa kalau kak Arin punya 3 bocil jadi kak Arin mungkin masih ngurusin tiga bocil itu, kalau kak Abraham kan pasti sudah di bawah mengurus para bodyguard untuk mengamankan acara ini karena kamu tahu kan semuanya serba dadakan," jelas Tio keceplosan bicara kalau ini semua dadakan.
"Maksudnya?" Tanya Amanda memicingkan mata nya.
"Sudah jangan tanya terus, ayo kita turun,"
Tio langsung menarik Amanda untuk turun, kalau tidak pasti Amanda akan bertanya terus tanpa henti sampai semua rasa penasaran nya itu hilang.
.
.
__ADS_1
Bersambung....