Twins Love Story

Twins Love Story
Bab 55


__ADS_3

Kini semuanya sudah sampai di bandara, Doni dengan cepat memarkirkan kendaraannya itu.


''Ayo turun,'' kata Doni saat mereka sudah sampai di arena parkir.


Doni pun membenarkan earpiece miliknya dan berkomunikasi dengan beberapa anak buahnya untuk mengamankan lokasi, Doni tak ingin dirinya kecolongan mengingat keluarga Abraham cukup terkenal karena bisnis miliknya berkembang pesat.


Nisa pun mengikuti langkah Rio dan Doni, namun lagi-lagi Nisa di buat kaget saat mereka bertiga bergabung dengan Tio , Amanda, Arin, Aurel, Abraham beserta Bimo yang juga masih berkomunikasi dengan anak buahnya melalui earpiece miliknya. Doni dan Bimo mereka memiliki anak buah sendiri. Doni memutar kepalanya ke kanan dan kiri memastikan keselamatan mereka semua, Doni memberi kode kepada anak buahnya agar segera mengamankan lokasi.


Keluarga kecil itu sudah di kelilingi dengan pria berpakaian hitam yang tak lain adalah para bodyguard yang di bawah perintah Doni dan Bimo.


Mereka semua menjadi pusat perhatian, bagaiman tidak mereka semua di kawal dengan pria berbadan tegap, berpakaian serba hitam yang terlihat begitu mencolok. Banyak yang mengira mereka artis, atau orang penting sehingga mendapat pengawalan yang begitu ketat.


Meskipun Arin sering mengalaminya namun Arin juga sedikit masih malu karena di kawal banyak orang. Berbeda dengan sang suami yang sudah menjadi kebiasaannya setiap hari.


''Ayo Tuan,'' ajak Bimo mengawal Abraham dan yang lainnya memasuki bandara.


Nisa di buat kaget dengan apa yang di lihatnya, mereka semua di kawal seperti orang penting saja. Nisa yang baru pertama kali mengalami semua ini di buat sedikit malu karena menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sana.


'Mereka semua seperti pengawal atau aku terlalu narsis tetapi kalau pun benar, sebenarnya keluarga ini seberapa hebat nya' batin Nisa.


Rio yang mengerti pikiran Nisa pun langsung mengengam tangan Nisa dan membisikkan sesuatu di telinga Nisa.


''Jangan binggung atau heran karena mereka semua adalah para pengawal atau bisa kamu sebut dengan bodyguard. Ini untuk keselamatan kita karena kita sudah masuk keluarga kak Abraham. Kakak iparku adalah pengusaha besar jadi kemana pun pasti di kawal karena kita tidak tahu kan musuh di dunia bisnis ini tidaklah sedikit jadi seperti pepatah sedia payung sebelum hujan, jadi kamu harus terbiasa mulai sekarang,'' jelas Rio panjang lebar agar Nisa tahu dan bisa beradaptasi dengan keluarganya.


Berbeda dengan Nisa yang masih sedikit canggung berada di keluarga ini, Amanda biasa saja karena dia juga tahu kalau kakak iparnya itu bukan orang biasa. Amanda sudah sering mendapatkan perlakuan khusus ( di kawal) kalau dia menemani Tio untuk pertemuan bisnis. Ya sesekali Tio mengajak Amanda kalau bertemu dengan klien wanita yang sering membuatnya risih.


Aurel bergandengan dengan Abrian, keduanya nampak rukun tak menunjukkan rasa permusuhan ataupun tatapan jahil. Berbeda biasanya kedua anaknya itu sering perang mulut.

__ADS_1


''Kak arin kami pamit dulu ya.'' Kata Rio memeluk sang kakak kemudian beralih ke arah Abraham dan menjabat tangan sang kakak ipar, ''titip bunda dan kak rin kak, terima kasih buat semuanya,'' kata Rio.


"Kalau sudah sampai di sana jangan lupa memberi kabar kepada kami, terlebih lagi bunda. Jaga Nisa ya," pinta Arin menatap sang adik yang terlihat lebih dewasa.


Arin mengusap sudut matanya, dia tak mengira adiknya itu cepat dewasa dan sudah menikah. Arin masih mengingat ketika dulu keduanya masih SD sering berantem merebutkan sesuatu.


Rio pun beralih ke arah Tio, Rio pun memeluk saudara kembarnya itu.


'' Jangan lupa hubungi aku kalau sudah sampai,'' kata Tio menepuk pundak Rio tak lupa membisikkan sesuatu di telinga Rio.


''Ayo kita lomba, siapa yang bisa cetak baby dengan cepat. Oh ya jangan kasih istirahat,'' bisik Tio tersenyum jahil membuat Rio mendelik ke arah kembarannya itu.


Rio pun melepaskan pelukannya dan menatap Amanda. ''Kalau Tio nakal pukul saja, aku ikhlas kok,'' kata Rio tersenyum jahil membuat Tio gantian di buat kesal bagaiman bisa saudaranya itu berbicara seperti itu.


Sedangkan Nisa juga mengikuti Rio menyalami kakak iparnya yang tak lain adalah Arin.


''Titip adikku,'' kata arin yang langsung memeluk Nisa sontak Nisa di buat terkejut karenanya, namun itu sesaat setelah itu Nisa membalas pelukan itu dengan senang hati.


Mungkin Nisa harus bersyukur di tengah keterpaksaan dirinya menikah dengan Rio, dia di beri kehangatan dan kasih sayang dari bunda (orang tua Rio), apalagi kedua bocah lucu Abrian dan Aurel yang menerima dirinya dengan baik menatapnya dengan tatapan senang. Nisa kira keduanya akan memusuhinya namun mereka justru mengajak berbicara panjang lebar terlebih Aurel yang terlihat begitu mengemaskan dengan mulut kecilnya yang tak berhenti mengoceh.


Lamunan Nisa buyar. Setelah itu Nisa beralih ke arah Amanda dan memeluknya sebentar.


''Jangan lupa kabari aku,'' kata Amanda membuat Nisa mengangguk dengan senyum mengembang.


Tiba-tiba Amanda membawa Nisa ke dalam pelukannya.


"Aku masih tak percaya kalau kita akan menjadi saudara, awalnya aku kaget waktu Rio menikah dengan mu, ku kira kamu pacar Denis tetapi jujur aku senang kamu menikah dengan Rio, ah aku juga tak sabar ingin jalan atau belanja berdua dengan mu. Oh ya Rio itu orang yang baik jadi jangan kecewakan dia, aku titip teman sekaligus saudara iparku itu ya, dia itu orangnya asyik tidak se kaku suamiku," bisik Amanda dengan nada terlihat begitu gembira.

__ADS_1


Nisa tak mengira dia dan Amanda akan menjadi saudara ipar.


Nisa mengangguk dan tersenyum kepada Amanda.


Rio menatap ke semua orang lalu beralih ke belakang, Rio sedikit sedih karena Bunda tidak bisa ikut mengantar keberangkatan mereka karena kondisi sang bunda yang sedikit kurang sehat.


"Om Rio jangan lupa oleh-oleh buat Aurel ya," pinta gadis itu dengan senyum mengembang.


"Ok cantik," jawab Rio mengacungkan jempol nya.


"Om jangan lupa mainan ku juga," kata Abrian singkat.


"Siap pangeran es ku," jawab Rio dengan hormat membuat Abrian memutar bola matanya malas.


He he he he he....


Beberapa orang terkekeh melihat wajah Abrian.


"Ayo," ajak Doni membuyarkan tawa semuanya, Doni pun meminta Rio untuk mengikutinya.


Rio mengandeng tangan Nisa tak lupa melambaikan tangan nya kepada keluarganya. Keduanya memasuki pesawat di kawal oleh Doni, setelah itu Doni pun turun setelah memastikan kondisi di dalam aman.


"Sudah siap?" Tanya Gre yang ternyata bertugas mengemudikan pesawat.


"Ck ternyata kamu Gre,"


"Ha ha ha ha ha ha, selamat berlibur pengantin baru," kata Gre membalas sapaan Rio.

__ADS_1


Pesawat pun lepas landas.


Bersambung....


__ADS_2