Twins Love Story

Twins Love Story
Chapter 109 S2 "Bersikap berbeda"


__ADS_3

Hani dan Arka sama-sama masuk kedalam kamar, Hani dengan muka gugupnya sedangkan Arka dengan muka khawatir nya.


sesekali hani melirik Arka, begitu juga dengan Arka.


"Ada apa?" tanya Arka akhirnya setelah sadar Hani meliriknya berkali-kali.


"Anu__ it__itu kita tidak melakukan itu sekarang kan?" tanya Hani takut-takut.


Arka tertawa mendengar pertanyaan Hani, padahal dia sama sekali tidak memikirkan tentang malam pertama mereka, Arka sejak tadi khawatir dengan kesehatan istrinya.


Wajah Hani tampak cemberut karena Arka menertawakannya, sementara Arka semakin gemas dengan ekspresi yang ditunjukkan Arka.


"Gak sayang, lagian besok pagi kita akan berangkat, aku tidak mungkin membuatmu lelah" balas Arka sambil mengelus puncak kepala Hani. "Mandi dan cepat ganti baju, setelah itu kita tidur istirahat, karena besok kita akan berangkat pagi".


Bibir Hani terangkat keatas, dia senang Arka tidak memaksanya, segera saja Hani berjalan kekamar mandi meninggalkan Arka yang masih berdiri disana.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Pagi-pagi sekali Chintya memaksa Luna menemaninya menuju hotel tempat Arka dan Hani menginap. Chintya ingin meyakinkan dirinya dan juga memamerkan pada Luna jika Arka masih mencintainya.


Chintya sangat yakin Arka akan kembali padanya jika ia pinta. Karena Chintya adalah cinta pertama Arka.


Baru saja Chintya sampai dia melihat Hani dan Arka baru saja keluar dari dalam hotel.



Melihat kedua orang itu Chintya segera menarik tangan Luna untuk mengejar Arka dan Hani.



Arka dan Hani sedang menunggu mobil yang akan mengantarkan mereka ke Bandara. Sedang asik berbicara berdua, tiba-tiba saja Chintya dan Luna muncul.


"Kak Arka" panggil Chintya dengan nada yang lumayan besar.


Arka dan Hani segera berbalik melihat siapa yang memanggil Arka.


Arka sedikit terkejut dan juga bingung kenapa Chintya dan Luna ada disitu. Tangan Arka sedikitpun tidak lepas dari pinggang Hani malah semakin mengeratkan rangkulannya pada Hani.

__ADS_1


"Wahh siapa dia kak? pacar baru lagi?" Chintya mengatakan seolah-olah Arka sering bergonta-ganti pasangan, tujuannya hanya satu untuk membuat wanita yang sejak tadi di rangkul Arka itu cemburu.


Arka sedikit tidak suka dengan pertanyaan Chintya barusan, tapi dia masih bersikap sopan dan membalas Chintya dengan senyuman.


"ini istriku" tegas Arka.


"Salam kenal, aku Hani, kakak-kakak ini siapa ya?" tanya Hani, dia menunjukkan ketidaksukaannya dengan merangkul Arka dengan sangat mesra.


Walaupun terkejut dengan sikap Hani, Arka membiarkannya saja, tidak biasanya Hani berani merangkulnya didepan orang-orang. Tapi Arka menikmatinya, dia sangat suka dengan tingkah yang baru saja Hani tunjukkan.



"Aku mantan pacar pertama Kak Arka, emang Kak Arka gak pernah cerita tentangku?" Chintya berusaha memanas-manasi Hani.


Tapi bukannya panas Hani malah membalas Chintya dengan lebih santai.



"Hanya mantan pacarkan? Aku istrinya kak Arka, pastinya kamu hanya masa lalu yang dibuang kak Arka dan aku masa depannya, iya kan kak?" Hani menatap Arka meminta dukungan Arka. Tingkah Hani yang seperti itu semakin membuat Arka gemas.


Arka mencubit pelan pipi Hani dan mengecup keningnya, "iya baby, kamu masa depanku" lalu Arka menatap sinis Chintya dan Luna. "Maaf aku dan istri ku, harus segera pergi".


Saat ini bagi Arka, Hani lah wanita masa depannya dan tidak akan ada yang bisa menggantikan posisi Hani.


Mobil yang sudah Arka dan Hani tunggu-tunggu telah terparkir tepat dihadapan mereka. Arka tersenyum, "Jemputan kami sudah datang, aku benar-benar tidak ada waktu" Setelah berkata begitu Arka segera masuk kedalam mobil, tidak menoleh sekalipun kearah kedua wanita tersebut.


Chintya menatap kesal mobil Arka yang sudah mulai menjauh, "Sial!" kesalnya.


"Hahahaha" Luna tertawa melihat kekesalan Chintya, "Sudah aku peringatkan, tidak mungkin dia akan memilihmu, secara istrinya sangat cantik dan pastinya ori" Ledek Luna.


"Apa maksud mu Ori?!"


"Ya kan secara kamu kan barang bekas, sedangkan istrinya__"


"Luna!" bentak Chintya memotong perkataan Luna.


Chintya sangat kesal dengan pernyataan Luna barusan. ditambah kesal karena Arka seolah-olah bersikap menjauhinya.

__ADS_1


"oke terserah mu, aku tidak akan memberikan nasehat lagi, karena tidak akan didengarkan" gimana Luna lalu mencari taxi untuk segera pergi dari sana.


Tadi Luna mau saja ikut karena dia sedikit penasaran apakah yang dikatakan Chintya benar secara Arka dulu sangat tergila-gila akan kecantikan Chintya.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Hana berkali-kali melihat jam tangan yang bertengger ditangannya. Tiga puluh menit lagi mereka berangkat, tapi Arka dan Hani belum juga menampakkan diri mereka.


Coba saja Hani mengiyakan perkataan Daddy nya untuk naik pesawat pribadi milik daddynya mereka pasti tidak perlu terburu-buru mengejar waktu. Ini semua permintaan Hani, katanya ingin menikmati penerbangan komersil.


Dari jauh tampak Hanj berlari sambil menggenggam tangan Arka.


"Maaf telat" Seru Hani dengan Nafas yang sedikit ngos-ngosan.


"Cieee pengantin baru ni, wajar telat kan ada malam pertama" ledek Chika.


Semua orang yang ada disitu tertawa dan ikut meledek kedua pasangan itu.


"Apaan sih Chika!" Hani berusaha menghentikan ledekan Chika, wajahnya sudah sangat merah sekarang.


"Udah-udah, bukannya kalian mau berangkat lagikan?" ujar ibunya Arka. "Arka ingat mommy mau oleh-oleh cucu yang banyak" tambah ibunya Hani dan ibu Arka mengangguk setuju.


"Maaf mom, Arka tidak janji, karena Arka belum memikirkan tentang itu" jawaban Arka membuat Hani merasa sedih, dia merasa Arka tidak serius dengannya.


Dan para orang tua juga tampak kecewa, mereka berharap Arka hanya bercanda.


"Dengarkan Arka dulu, bukan Arka tidak mau memiliki Anak dari Hani, Arka sangat ingin, tapi Hani masih kuliah, dia pasti masih ingin menikmati masa mudanya, Jika Hani tidak mau punya anak dulu, Arka akan menerima keputusan Hani" Arka berusaha menjelaskan pemikiran nya pada orang tua yang mengantarkan mereka ke bandara.


Arka sangat tau para orang tua pasti ingin segera mereka memiliki anak setelah menikah tapi Arka tidak ingin membebani pikiran Hani dengan urusan anak, Hani masih terlalu muda untuk memiliki Anak lain cerita jika Hani juga mau, maka Arka akan siap selalu membuat Hani Hamil.


"Tapi Arka, bukannya kalian sudah menikah" ujar ibu Arka kemudian.


"Mom Arka mohon jangan membebani istri Arka dengan pikiran itu, mommy kan pernah mengandung Arka, pasti Mami tau susahnya ibu mengandung, Arka siap kapan saja jika Hani menginginkan anak, tapi Hanj belum tentu siap dengan umurnya sekarang, yang paling menderita adalah ibu yang mengandung, jika Hani siap dengan semuanya Arka akan selalu mendukung semua keputusan istri Arka" Arka berucap sambil menatap Hani dengan sayang.


Hani sangat terharu dengan keputusan Arka, itu artinya Arka sangat menyayangi dia sebagai istri. Hampir saja Hani ingin segera menc**m bibir Arka kalau tidak berada didepan orang tuanya.


"Sudah-sudah, pembicaraan itu nanti saja, semua keputusan ada ditangan mereka berdua, daddy mendoakan perjalanan pergi dan pulang kalian selamat, sudah cepat masuk pesawat sana" Ayah Hani mengahi pembahasan serius mereka.

__ADS_1


...☘️☘️☘️☘️☘️...


__ADS_2