
Tio sungguh di buat terpesona melihat tubuh istrinya yang begitu menggoda, ingin rasanya Tio menerkam Amanda secepat nya namun dia harus tahan. Tio ingin malam pertama itu terlihat begitu berkesan untuk kekasih hatinya, istri tercintanya.
Tio tersenyum manis ke arah sang istri tercinta, kaki nya melangkah pelan namun pasti ke arah sang istri.
"Sayang...." Tio menghampiri Amanda yang sudah berada di luar pintu kamar mandi.
Amanda mengerutkan keningnya binggung melihat Tio yang terlihat begitu senang dan bersemangat.
"Kenapa wajah kamu terlihat begitu senang?" Tanya Amanda dengan heran.
Klik....
Tiba-tiba....
Terdengar alunan merdu dari ponsel Tio. Alunan lagu begitu romantis menyentuh hati membuat siapapun yang mendengarnya tentu akan hanyut dalam irama tersebut.
Setelah menekan tombol play di dalam ponselnya tadi, Tio langsung melempar pelan ponsel nya ke arah kasur.
Amanda di buat tak percaya dengan tingkat dari pria yang sudah menjadi suaminya itu.
"Mau dansa," tawar Tio mengulurkan tangannya untuk mengajak sang istri berdansa.
"Ha...." Amanda terkejut mendengar ucapan dari Tio, bagaimana tidak karena dia masih memakai handuk berbentuk kimono sedangkan Tio juga masih memakai handuk sepinggang yang bisa saja melorot kapan saja.
"Tetapi aku masih belum ganti baju, aku masih memakai handuk dan kamu juga sama. Bagaimana kalau saat menari handuk kamu melorot tanpa sebab.
"Ya biarkan saja, toh kamu sudah halal untuk melihat nya," jawab Tio dengan cuek.
Ucapan Tio terlihat santai justru membuat Amanda melotot dan malu bersamaan. Jangan tanyakan lagi bagaimana wajah Amanda saat ini, wajahnya bak kepiting yang sudah di rebus.
"Ayo,"
Tanpa di duga oleh Amanda, tiba-tiba Tio meraih tangan Amanda lalu merangkul pinggang ramping itu dengan penuh kelembutan, menuntun Amanda menari mengikuti alunan lagu romantis itu dengan senyum lebar.
Awalnya Amanda kaget namun kemudian dia mampu menguasai dirinya dan menatap sang suami dengan penuh cinta.
"Aku baru tahu kalau suami ku ini ternyata romantis juga," kata Amanda menggoda sang suami.
__ADS_1
"Aku hanya melakukan ini kepada mu karena hanya kamu yang bisa merobohkan tembok yang membatasi, tembok yang begitu kuat membentengi ku dengan yang nama nya cinta.
"Iya karena aku spesial," jawab Amanda dengan percaya diri.
Cup
Tanpa di duga Tio mendaratkan ciuman singkat di bibir mungil Amanda yang sedari tadi menggoda dirinya, dan Tio juga tak lupa mengucapkan sebuah kata yang mampu membuat Amanda semakin hanyut dalam lautan cinta milik Tio.
"Terima kasih karena kamu aku bisa tahu arti cinta, meskipun tidak gampang dan cukup sulit menggapai cintaku terapi kamu tidak menyerah. Aku sungguh beruntung memiliki mu sebagai istri ku, wanita dengan kesabaran dan kebaikan yang begitu besar.
"Kamu terlalu memuji ku," lirih Amanda tersipu malu dengan wajah memerah semakin membuat Tio gemas.
Tio menatap mata Amanda dengan penuh cinta sama hal nya Amanda pun sama menatap Tio dengan penuh cinta.
Keduanya hanyut dalam indah nya cinta yang diiringi lagu romantis.
Sungguh Tio sudah menantikan hari bahagia ini sekian lama. Tio bersyukur Amanda mau menerima cinta dan maaf nya setelah Tio banyak menorehkan luka di hati gadis cantik itu.
Cup...
Entah siapa yang memulai namun keduanya larut dalam manisnya bibir masing-masing, ciuman keduanya pun berlanjut.
Amanda yang melihat itu pun mengangguk setuju, Tio memeluk Amanda menjelajahi wajah cantik itu penuh minat.
Tio membawa Amanda ke atas ranjang, entah siapa yang memulai namun sekarang keduanya pun hanyut dalam nikmat nya malam indah ini, malam indah untuk pasangan pengantin baru.
(Malam pertama gaes, tutup mata nya jangan ngintip🙈)
Di kamar berbeda....
"Aku tahu kamu pasti sudah tahu semuanya," tanya Arin dengan pandangan menyipit seolah mengintrogasi sang suami.
Abraham yang masih berusaha memakai baju tidurnya di buat menoleh ke arah sang istri.
"Maksudnya?" Tanya Abraham binggung dengan maksud sang istri.
Abraham pun berjalan menuju ke arah ranjang dan ikut membaringkan tubuhnya masuk ke dalam selimut bersama sang istri.
__ADS_1
Keduanya berbaring di ranjang saling memeluk, untuk ketiga anak nya Arin tentu tidur di kamar berbeda namun masih dalam satu kamar, Arin juga sudah meminta sang pengasuh untuk menjaga anak nya dengan baik.
Arin menghela nafas panjang...
"Rio sudah membicarakan semuanya kepada ku tadi, entahlah tiba-tiba tuh anak datang ke kamar dan meminta ku untuk merestui dia menikah dengan wanita yang bernama Nisa, bahkan Rio juga menjelaskan bagaimana awal pertemuan mereka berdua," jelas Arin membuat Abraham mengangguk mengerti.
"Terus?" Tanya Abraham di buat binggung karena Abraham yakin sang istri sudah mengetahui semua cerita nya dari Rio tetapi kenapa Arin bertanya kepadanya lagi itu yang Abraham binggung kan saat ini.
"Ya maksudku kenapa kamu tidak memberitahu semuanya kepada ku sejak awal, aku adalah kakak nya dan aku juga berhak tahu semuanya," lirih Arin sedikit kecewa karena Abraham tidak langsung memberitahu dirinya, justru sang suami ikut menyembunyikan semuanya.
"Fyuuuhh...." Abraham menghela nafas panjang, dia tahu alasan Arin bertanya seperti itu.
Istrinya itu pasti kecewa karena Abraham tak memberitahu semua nya sejak awal.
"Awalnya aku ingin memberitahukan semuanya kepada mu sayang, namun aku takut kamu justru kecewa dengan Rio dan membuat mu sakit, apalagi aku juga masih dalam tahap penyelidikan karena perempuan itu menghilang pagi nya. Seperti seseorang dulu yang tiba-tiba menghilangkan diri seperti di telan bumi bahkan aku butuh waktu bertahun-tahun untuk menemukannya," jelas Abraham di sertai sindiran di akhir ucapan nya.
Tentu mendengar itu Arin pun di buat kesal, masih sempat-sempatnya sang suami nya itu menyindir dirinya.
"Ck kan aku takut waktu itu, jadi aku kabur saja," jawab Arin kesal karena Abraham mengungkit masa lalu mereka.
"Jangan mengelak lagian mana ku tahu kalau kamu bukan wanita ehemmm.... Salahkan saja Hendra,"
Bukannya menyelesaikan cerita tentang Rio, justru keduanya sedang berdebat tentang masa lalu mereka, ck sungguh aneh kedua pasangan ini.
Tok tok tok tok tok tok....
"Mama... Papa, buka pintunya,"
Kedua orang itu mengalihkan perhatian nya ke arah pintu, apalagi suara teriakan gadis kecil yang begitu nyaring membuat keduanya saling bertatapan.
"Pasti tuh anak mau gangguin kita buat adik buat mereka," grutu Abraham turun dari ranjang.
"He he he he he he.... tuh kan anak mu " Arin terkekeh gemas melihat wajah Abraham yang kecut mendengar teriakan Aurel. Ya siapa lagi kalau bukan pengganggu ciliknya itu.
Ceklek....
Abraham mengerutkan keningnya melihat Aurel dengan baju tidurnya memeluk boneka, di belakang nya ada satu pengasuh yang menunduk takut karena mengganggu istirahat majikannya itu.
__ADS_1
Bersambung....