
"Ayo,"
Kini giliran Bimo yang menyuruh Tio maupun Amanda untuk bersiap karena pesawat keduanya sudah tiba.
Tio maupun Amanda juga berpamitan kepada Arin dan Abraham tak lupa tentunya 2 bocil yang meminta di bawakan oleh-oleh.
Kini keduanya sudah berada di dalam pesawat.
"Lho om Bimo kok ikut sih?" Tanya Amanda kepada Tio dengan mengerutkan keningnya saat melihat Bimo dengan santainya masuk dan duduk di dekat mereka.
"Bang Bimo ikut?" Tanya Tio menatap ke arah Bimo dengan rasa penasaran.
"He he he he he he, Abang kangen sama istri Abang kan dia sudah seminggu di negara K mengunjungi opa dan Oma jadi aku baru bisa menyusul ke sana sekalian di tugaskan untuk menjaga kalian berdua selama berada di sana." Jelas Bimo dengan tersenyum lebar. Dia bisa liburan menjenguk keluarganya sambil bekerja.
"Ck kerja sekaligus liburan, enak banget ya bang Bimo," kata Tio menatap sinis ke arah Bimo karena kesal bodyguard kepercayaan kakak iparnya itu juga harus ikut serta mengikuti kegiatan dia dan istrinya selama berada di negara K nanti.
__ADS_1
"Nah tuh tahu," sahut Bimo tenang kembali merebahkan tubuhnya yang lelah di kursi penumpang yang terasa empuk itu.
"Sudah sayang abaikan saja bang Bimo, kita liburan saja nanti toh nanti bang Bimo tidak akan menganggu kita karena di sana nanti dia akan bertemu pawangnya," kata Tio menatap ke Amanda.
Amanda pun duduk di dekat Tio.
"Tidur saja kamu pasti lelah," kata Tio penuh perhatian menarik Amanda kedalam pelukannya.
Amanda pun langsung merebahkan kepalanya di dada sang suami mencari posisi tidur yang nyaman, Amanda pun langsung menutup matanya merangkul tangannya di perut Tio.
Tio turun dari pesawat mengandeng tangan sang istri dengan penuh kasih sayang, di samping kanan ada Bimo dan di belakang mereka terdapat 4 orang pria berpakaian serba hitam yang tiba-tiba muncul dan mengawal Tio dan Amanda.
"Sayang mereka siapa?" Tanya Amanda berbisik dan sedikit takut.
"Oh tenang saja, mereka itu juga bodyguard yang di siapkan oleh bang Bimo. Kak Abraham di sini juga mempunyai rumah dan juga perusahaan namun bergerak di bidan jasa," jelas Tio membuat Amanda mengangguk mengerti, Amanda juga tak mengira kalau kakak iparnya itu ternyata mempunyai rumah dan usaha di kota K juga.
__ADS_1
Mereka keluar dari bandara negara K dan tepat di parkiran sudah ada mobil berwarna putih yang siap mengantarkan mereka.
Di dalam mobil.
"Bang kita selama di sini tinggal di hotel atau menyewa rumah?" Tanya Tio.
"Ck apa kamu lupa kalau tuan Abraham mempunyai rumah di sini," jawab Bimo.
"Hehe aku kira rumah itu hanya khusus untuk kak Arin saja," jawab Tio dengan canggung. Sedangkan Amanda masih terdiam menyimak pembicaraan keduanya saat ini.
"Kenapa berfikir begitu, kamu tahu kan kalau kalian berdua, ah si kembar Tio dan Rio adalah adik kesayangan nyonya Arin jadi nyonya Arin tidak mungkin meminta mu tinggal di hotel mengingat dia memiliki rumah di sini. Atau kamu yang tidak mau tinggal di sini," kata Bimo menjawab semuanya sesuai dengan isi yang ada di kepalanya saat ini.
"Mana ada. Aku dan Amanda mau kok tinggal di sana, ya lumayan tidak keluar uang, uang ku aman di dompet karena semua sudah di urus oleh kak Abraham," kata Tio dengan penuh keceriaan.
Bersambung....
__ADS_1