Twins Love Story

Twins Love Story
Bab 18


__ADS_3

'Pria kemarin itu seperti Rio deh terlihat dari penampilan nya, tetapi nama di KTP nya kok Tio,' batin Nisa di landa kebimbangan saat ini.


"Wah enak dong, kalau gitu mereka bisa bertukar tempat dong," canda Nisa.


"Ha ha ha ha ha ha ha, betul. Bulan lalu saja Tio menggerutu kepada ku karena dompet nya tak sengaja ke bawa sama si Rio. Ha ha ha ha ha lucu banget wajah kesal Tio saat itu," kata Denis dengan tertawa lepas.


DEG


Denis tak menyadari kalau dirinya telah keceplosan berbicara.


'Fiks yang di hotel waktu itu Rio,' batin Nisa penuh keyakinan.


Jadi dia harus sebisa mungkin menjauhi Rio dan tak terlibat masalah ini lagi dengan pria itu mengingat Nisa bisa selamat dari pria itu waktu itu.


Nisa ingin hidup nya aman dan damai, jadi dia tak ingin terlibat dengan masalah, jadi dirinya harus segera bersembunyi saat melihat keduanya. Entah Rio maupun Tio harus dia jauhi.


Obrolan keduanya pun terhenti.


Tap tap tap tap tap....


"Silahkan mas, mbak," kata salah satu pria menyajikan pesanan mereka berdua.


"Terimakasih," jawab Nisa tersenyum.


'Cantik,' batin Denis terpanah melihat senyum Nisa.


"Ayo kamu coba tuh nasgor nya jangan bengong saja," kata Nisa terkekeh karena melihat pria tampan di depan nya cuma diam saja.


"Eh.... Maaf," kata Denis menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Ngelamunin apa sih?" Tanya Nisa saat ini.


"Ah tidak kok, cuma perutku sudah lapar," elak Denis dengan cepat, dia tak mungkin jujur saat ini kalau dirinya tengah mengagumi wanita cantik di depan nya saat ini, yang tak lain adalah Nisa sendiri.


Setelah obrolan singkat tadi, keduanya pun mulai makan makanannya dengan begitu lahap.


"Em enak...." Komentar Nisa cepat saat masukkan makanan itu ke mulutnya.


Denis tersenyum menanggapi ucapan Nisa karena Denis juga mengakui kalau makanan ini benar-benar enak menurutnya.


...----------------...


Di tempat berbeda....

__ADS_1


"Ha apa?" Tanya nya tak percaya.


"Benar, saya tidak berbohong kalau orang yang anda cari saat ini besok akan segera menikah dengan wanita cantik dan sama-sama dari keluarga kaya.


"Aaaaaa sial, aku harus bagaimana? Aku tak ingin kesempatan itu hilang begitu saja," teriak Lilis saat ini sedang berhadapan dengan pria yang dia bayar untuk mencari informasi Tio hanya dengan mengandalkan KTP nya saja.


"Ya sudah cepat kamu pergi," suruh Lilis kepada orang suruhannya itu.


Tap tap tap tap tap tap tap...


"Kenapa sayang?" Tanya Toni merangkul pinggang Lilis dan langsung meluk nya dari belakang.


"Eh tidak kok, sepertinya aku harus keluar kota ada urusan, em maksudku aku sudah ijin dari pihak hotel untuk libur beberapa hari karena ibu ku di kampung sakit," kata Lilis mencoba mencari alasan meskipun harus berbohong.


'Aku terpaksa membohongi mu, aku takut kamu akan menggagalkan rencana ku kalau tahu pria yang akan ku jebak saat ini akan menikah besok, aku tak ingin kehilangan kesempatan berharga,' batin Lilis.


"Ya sudah, aku ikut ya takutnya di sana kamu panik atau butuh apa-apa kan aku bisa bantu kamu," kata Toni.


"Eh tidak perlu sayang, kamu kan kerja takutnya kalau kamu keseringan libur nanti kamu di turunin jadi karyawan biasa atau di pecat," bujuk Lilis.


Toni mendesah kasar, dia sadar kerjaan nya hanya sebagai mandor di sana.


"Ya sudah di sana kamu hati-hati, kalau ada apa-apa kamu segera hubungi aku ya," pintanya.


'Ha ha ha ha ha ha ha ha ha, untung dia percaya dengan ucapan ku. Aku tak akan membuang kesempatan untuk menjadi orang kaya, uaanggg aku akan segera datang,' batin nya girang.


Tiba-tiba Toni mengeluarkan uang dari dalam dompetnya saat ini.


"Ini bawalah, maaf cuma ada segini," lirih Toni menyerahkan uang satu juta yang ada di dompetnya saat ini.


Mata Lilis melotot kegirangan saat melihat uang tersebut.


'Lumayan buat modal nanti naik kereta,' batin Lilis.


'Ha ha ha ha ha ha ha ha, lumayan punya pacar bucin,' batinnya.


Lilis pun menerima uang dari Toni dengan senang hati.


"Duh terima kasih ya," kata Lilis singkat.


Dia pun terus menghitung jumlah uang itu dengan semangat.


"Ya sudah, aku mau berangkat dulu," pamit Toni namun tak di hiraukan oleh Lilis karena sibuk menatap uang pemberian nya tadi.

__ADS_1


Lilis mengangguk saja.


Toni tidak sedih karena di acuhkan, dia hanya menggelengkan kepalanya saat melihat kekasihnya itu begitu senang menerima pemberian dari nya saat ini.


"Aku harus segera nih ijin, ah kelamaan aku telepon saja pak Dirga langsung minta ijin," kata Lilis penuh tekad.


Setelah menghubungi atasannya itu, dia pun segera mengemasi barang yang akan dia bawa nanti.


"Aku tidak boleh terlambat," tekad Lilis mengingat pernikahan itu akan di lakukan pagi.


Lilis pun juga senang karena tiket untuk hari ini dia juga sudah dia dapatkan, meskipun harus berangkat sore. Tinggal dirinya menyusun rencana untuk besok. Lilis tak ingin usaha nya besok gagal terlebih lagi pria itu terkenal sebagai pengusaha muda yang cukup sukses, otak licik Lilis pun harus bekerja keras untuk menyusun rencana ini sampai matang.


"Tunggu, besok kejutan menantimu,"


"Ha ha ha ha ha ha ha...." Lilis tertawa jahat.


Ketulusan tidak datang dua kali, jangan pernah meremehkan ketulusan seseorang apabila orang itu sadar dan pergi bukan dia yang rugi mainkan kamu....


...----------------...


Sedangkan Tio dan Amanda saat ini tengah mempersiapkan hati dan dirinya.


Amanda begitu gelisah, entah deg degan karena besok adalah hari bahagianya untuk bersanding dengan Tio yang tak lain kekasih yang begitu dia cintai atau deg degan karena hal lain.


Amanda berguling-guling dia atas kasur miliknya, dia menerawang awal perjalanan kisah cinta nya yang awalnya penuh dengan penolakan dari sang kekasih namun Amanda akhirnya senang bisa membuat Tio menyadari cinta yang Amanda berikan.


"Aku harus berterima kasih kepada Rio, berkat doa dan ide dia aku bisa dekat dengan Tio," guman Amanda.


Dia pun dengan cepat mengambil ponsel dan akan mengetikkan pesan yang tak lain adalah ucapan terima kasih kepada Rio sahabatnya itu.


Namun sesaat dia membuka ponselnya di kagetkan dengan begitu banyak rentetan pesan dari satu orang, ya siapa lagi kalau bukan Tio kekasihnya.


Amanda terkekeh geli saat membaca pesan-pesan itu. Pesan yang isinya sama semua.


KANGEN


Hanya itu saja isi pesan dari Tio namun hal itu membuat Amanda begitu bahagia.


"Ha ha ha ha ha ha ha dasar bucin," kata Amanda sambil menggelengkan kepalanya.


"Semoga tak ada yang menghalangi jalan kita untuk bersama," lirih Amanda.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2