
"Sayang, aku bisa jelaskan semuanya," lirih Rio mencoba mengengam tangan Nisa namun Nisa dengan cepat menarik tangan nya dari jangkauan Rio.
Rio mendesah kecewa melihat Nisa yang engan menerima uluran tangannya.
"Sayang..." Tatapan Rio memelas membuat Nisa yang masih kecewa akhirnya mau mendengarkan pembelaan dari suaminya itu.
"Aku beri waktu 5 menit," kata Nisa menatap datar ke arah suaminya itu, jujur Nisa masih kecewa dengan suaminya itu, dia pergi menemui mantan kekasihnya itu tanpa meminta izin ataupun berbicara dulu dengan dirinya.
Nisa ingin tahu apakah Rio mau jujur atau berbohong kepadanya, kalau Rio sengaja berbohong dengan dia. Nisa akan pergi meninggalkan Rio bersama anak dalam kandungannya. Biarkan suaminya itu kembali kepada mantannya, Nisa tak perduli itulah pemikiran Nisa saat ini.
"Perempuan itu bernama Renata, dia adalah mantan kekasih ku dulu. Kami berpisah karena rumor kedekatan dia dan Ardimas sahabatnya," jelas Rio sambil menghela nafas panjang untuk melanjutkan ceritanya.
D E G....
"Ardimas, bukankah dia yang mengirim pesan kepada ku waktu itu," batin Nisa mengingat-ingat nama itu seperti tak asing di matanya.
__ADS_1
"Renata tak menampik itu semua saat aku menanyakan semuanya secara langsung kepadanya dan saat itulah aku memilih putus dan dia pun setuju. Namun kemarin saat aku menemanimu istirahat, seseorang yang tak lain adalah sahabatnya, ya Ardimas lah yang mengirim pesan berupa foto Renata terbaring lemah di rumah sakit, awalnya aku cuek tak ingin terlibat lagi dengan Renata kembali namun Ardimas terus mengirimkan pesan dan menjelaskan semua.....'' Rio terdiam entah apa yang dia pikirkan.
Sedangkan Nisa memilih diam, dia ingin Rio melanjutkan ceritanya. Dia ingin tahu keputusan apa yang akan Rio ambil nantinya, apakah dua akan memilih Renata dan menemani Renata sampai sembuh atau berada di samping Nisa setia membesarkan buah hati mereka nanti, Nisa tak ingin terbelenggu dalam bayang-bayang masa lalu sang suami biarlah dia dan anaknya mengalah. Toh kebahagiaan itu tak berpusat kepada satu orang saja, Nisa tak ingin membuat anaknya menderita nanti, meskipun nanti dia hidup berdua dengan sang anak, Nisa tak akan menyerah.
"Ternyata selama ini Renata berbohong kepada ku, dia sakit parah dan meminta Ardimas untuk bersandiwara agar kita putus waktu itu. Dia tak ingin membuat hidup ku sengsara dengan menikah dengannya," jelas Rio.
"Apa kamu menyesal dan ingin kembali kepadanya?" Tanya Nisa tanpa basa-basi namun mampu menusuk hati Rio saat ini.
D E G....
"Terus?" Tanya Nisa mengerutkan keningnya, binggung dengan pemikiran suaminya saat ini.
"Aku sedih kenapa dia harus berbohong," lirih Rio.
"Kalau dia jujur, apa yang akan kamu lakukan. Kembali padanya," sinis Nisa.
__ADS_1
Rio terdiam dalam dilema.
Prok prok prok prok prok....
"Ha ha ha ha ha, aku sudah paham dengan penjelasan mu, intinya kamu kecewa dengan Renata itu karena berbohong, kalau saja dia tak berbohong pasti bukan aku yang akan menjadi istri mu melainkan dia," kata Nisa masih dengan nada sinis namun suaranya terdengar serak dan bergetar hebat.
"Sayang bukan begitu," Rio mengelak, dia mencoba menarik tangan sang istri namun semua sia-sia saja, untuk kedua kalinya Nisa menarik tangannya engan untuk di sentuh Rio.
"Terus apa hah," bentak Nisa dengan sedikit emosi, entah hormon kehamilan atau Nisa sudah muak dengan semua ini. Nisa sudah lelah.
"Aku hanya menjenguknya itu saja karena aku merasa kasihan," kata Rio mejelaskan.
"Kasihan, terus nanti tiba-tiba perempuan itu menghubungi mu dan meminta mu datang untuk menjaganya pasti kamu mau. Ha ha ha ha ha..... Kalau misalkan kita sedang pergi jalan-jalan berdua terus wanita itu menghubungi mu dan meminta mu merawatnya dan menemaninya apakah kamu mau? Ah pasti jawabannya kamu memilih pergi meninggalkan ku dan menemui dia," Nisa berbicara panjang lebar mengutarakan semua uneg-uneg yang ada di pikirannya saat ini.
"Sayang kamu salah pamah, aku tidak berfikir begitu," protes Rio karena Nisa menuduh dirinya demikian, dia hanya menjenguk Renata saja tak ada niatan balikan atau apapun. Dia hanya kasihan, apalagi saat ini istrinya sedang mengandung buah cinta mereka.
__ADS_1
Bersambung....