
Pagi harinya, Arka sudah rapi dan berpakaian rapi sekali, sebenarnya ia masih ingin bermalas-malasan bersama sang istri tapi kewajiban dia sebagai anak harus dia lakukan.
Ayah Arka meminta Arka untuk mengontrol sebentar keadaan hotel milik Starcity corp yang berada di pulau jeju, setelah itu Arka bisa bersantai bersama istrinya.
Adka menc*um kening Hani berniat untuk membangunkannya, "Baby, bangun sanyang" suara Arka terdengar lembut.
Sekali lagi Arka kembali mengecup pipi Hani, "Bangun sayang, sudah jam tujuh pagi".
Hani sedikit menggeliat dalam tidurnya, mata lentiknya perlahan terbuka, "kak bentar lagi ya, aku masih capek". gumam Hani, matanya kembali menutup.
"Baiklah, kakak pergi bentar ya?"
"Kakak mau kemana?" Hani langsung duduk dan membuka matanya besar. Dilihatnya Arka sudah siap dengan pakaian kerjanya, dia terlihat sangat gagah.
Mata Hani mulai berair, masak baru ditiduri kemarin sekarang udah ditinggal begitu pikirnya, "kakak mau kemana!" rengek Hani lagi.
"Ada pekerjaan sebentar, paling cuma tiga jam nanti balik lagi kesini, baby disini aja ya?" jelas Arka.
"Gak mau! Hani mau ikut" Hani cemberut dan merengek berkali-kali.
Arka sampai bingung liat tingkah istrinya, dulu aja gak mau disentuh dan gak banyak bicara sekarang sifatnya berubah drastis.
"Itumu pasti sakit kalau dibawa jalan" Arka menunjuk area bawah Hani dengan mulutnya yang dicondongkan.
"Jadi disini aja ya, aku akan minta Hana dan Chika menemanimu".
Hani menarik tangan Arka hingga Arka terduduk di tempat tidur. "Gak mau, mau ikut, aku kan sekretaris kakak" Hani menaik turunkan alisnya, ketika mendapat ide itu.
Sebagai mantan sekretaris Hani tau pekerjaan Arka kemungkinan tidak akan bisa selesai selama tiga jam, belum lagi Hana dan Chika kesini kan liburan dengan pacar mereka, pasti nanti Hani akan menjadi obat nyamuk.
"Ya udah, Siap-siap sana" Arka akhirnya pasrah dengan permintaan Hani.
"Hore" Hani berteriak kencang tapi ketika hendak menginjakkan kakinya di lantai Hani tiba-tiba meringis, dia sempat lupa bahwa tadi malam Arka sudah menghajarnya habis-habisan. "Sakit" ringis Hani pelan.
Arka memukul pelan kepala Hani, "udah dibilangin pasti bakal sakit, jadi gimana masih tetap mau ikut? " tanya Arka sekali lagi ingin memastikan keinginan Hani.
Hani kembali mengangguk, walaupun saat ini sakit, dia tetap tidak ingin ditinggal oleh Arka. "Gendong sampai kamar mandi" pinta Hani dengan manja.
"Istri siapa sih ini?" ledek Arka, tangannya sudah terarah mengangkat tubuh Hani ala bridal style. Arka sangat gemas melihat tingkah manja Hani.
"Istrinya Arka Rezvan Arezkhi" Hani nyengir ketika mengatakan nama lengkap Arka.
.
__ADS_1
Sampai di kamar mandi Arka segera meletakkan tubuh Hani di atas bathup yang sebelumnya sudah Arka isi dengan air hangat. Arka sudah searching di internet bahwa dengan merendam tubuh dapat sedikit membuat tubuh rileks.
Sebelum beranjak dari kamar mandi Arka mengecup singkat bibir istrinya, Arka selalu ketagihan untuk mengecup bibir Hani berkali-kali.
"ihhh nyebelin!" protes Hani ketika kecupan singkat Arka berubah jadi *******. Hani memukul bahu Arka dan memaksanya untuk segera keluar.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Sementara divilla besar milik Arka, Chika dan Hana sedang asik membuat sarapan untuk mereka.
"Hana tidak panggil saudara mu?" Tanya Chika sambil memotong-motong timun dan tomat untuk dimasukkan kedalam sandwich mereka.
Hana menggeleng pelan, "Tidak perlu, tadi Arka sempat kesini memberi tahu mereka berdua akan makan diluar, Arka katanya ada urusan pekerjaan" Jawab Hana.
Chika hanya ber oh ria setelah mendengarkan perkataan Hana.
.
"Pagi Hana" Satya mengejutkan Hana dengan memeluknya dari belakang menyandarkan kepalanya dibahu Hana.
"Pagi juga my prince" balas Hana dan mengecup singkat pipi Satya.
"iiyyyuuuhhhhh jijik!" teriak Chika sambil mengusap-usap bahunya.
"Buat apa sih?" Satya akhirnya penasaran dengan kegiatan yang dilakukan kedua gadis itu.
Tatapan mereka yang tadinya fokus menunggu Mike kini beralih pada Satya yang masih setia memeluk Hana.
"Sarapan pagi" balas Hana dan Chika serentak.
"Kenapa tidak beli saja, kurang nih pelayanan disini! ngajak liburan tapi malah suruh buat sarapan sendiri!" keluh Satya.
"kami yang mau, tadi pagi ada pelayan yang datang menawarkan sarapan yang mau kami makan, tapi kami lebih memilih buat sendiri, lagian sudah disiapkan lengkap didalam kulkas" jelas Chika.
"Kamu gak capek kan?" tanya Satya pelukannya kini melonggar dan beralih merangkul Hana.
Senyuman Hana terbit, sejak kapan kekasihnya itu berubah menjadi dewasa, biasanya tingkahnya selalu kekanakan.
"Gak kok, sana mandi bau tau!" Hana menutup hidungnya dengan tangan mengisyaratkan Satya agar segera menjauh darinya.
"Enak aja harum tau" Satya malah semakin meng isengi Hana dengan menjepit leher Hana di ketiaknya.
"Bang Sat!" Teriak Hana kesal.
__ADS_1
Chika malah tertawa melihat kedua pasangan sejoli itu saling bercanda.
"ihhh kalian nyebelin banget tau, jangan bikin orang iri!" bentak Chika, sebelah tangannya yang memegang pisau dia acungkan.
Melihat itu Satya segera mengangkat kedua tangannya, tanda menyerah dan buru-buru masuk kedalam kamarnya lagi.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Hani dan Arka melangkah memasuki gedung hotel yang sangat megah. kedatangan mereka berdua disambut dengan baik oleh karyawan-karyawan yang ada disitu.
Beberapa karyawan wanita banyak yang terpesona akan ketampanan Arka. Mereka sibuk membusungkan dada mereka berusaha mencari perhatian Arka.
Melihat itu Hani sangat kesal, Hani segera merangkul lengan Arka dan menatap sinis para pelakor dadakan yang menatap lapar kearah suaminya.
Bibir Arka terangkat keatas, dia membiarkan istrinya menggelayut di tangannya, sementara dia masih fokus mendengarkan penjelasan manajer disana tentang keadaan hotel.
"Arka!" seru salah seorang karyawan, ketika melihat Arka berjalan mulai mendekatinya.
"Jesika!" Arka tampak terkejut, melihat jesika memakai seragam karyawan hotelnya. "Kamu kerja disini?"
"iya, sebagai manager restauran disini" jelas Jesika, matanya menatap Hani yang kini menatap jesika juga. Sedikit tampak raut kecemburuan di mata Hani, Hani tau suaminya itu memiliki banyak sekali mantan kekasih, apakah wanita didepannya ini adalah salah satunya?
Tidak ingin istrinya kembali merajuk, Arka segera mengecup singkat tangan Hani, "perkenalkan ini istriku" Arka begitu bangga memperkenalkan istri tercintanya.
"Ahh! salam kenal nyonya?" Jesica menundukkan kepalanya memberikan hormat saat dia menunduk terselip senyum jahat dari bibirnya.
"Hani namaku Hani" lanjut Hani.
"iya salam kenal nyonya Hani, aku tidak tau jika Arka adalah pemilik hotel ini" Jesika kembali memfokuskan tatapannya pada Arka.
"Ini milik daddy ku, aku hanya mengawasi untuk sebentar, bukan milikku" jelas Arka.
"Waahh dari dulu kamu memang selalu merendah Arka, aku sangat ****suka**** itu" Jesika menunjukkan senyuman yang menggoda.
"ekhhmm kalau begitu aku duluan ya" Arka tau arti tatapan, senyuman dan perkataan Jesica, makanya dia segera membawa Hani untuk pergi dari hadapan jesica. Dia tidak ingin istrinya itu kembali ngambek seperti kejadian Hana kemarin.
Sampai Arka memasuki lift pandangan mata jesika tidak pernah lepas menatap intens kearah kedua pasangan suami istri itu.
Padahal jesika pikir Arka tertarik padanya, tapi ternyata Arka kini menikah dengan wanita lain.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
...🐱Cuap cuap Author 🐱...
Maaf kan author kalo chapter ini kurang seru, Author sedang banyak beban pikiran saat ini, tapi kita sekarang harus update teratur karena sudah kontrak.
__ADS_1
Semoga masih banyak yang menunggu update yang baru
Terima kasih banyak.