Balada Cinta Sang Penari

Balada Cinta Sang Penari
Bab 102


__ADS_3

Sari menceritakan pada Bagas tentang peringatan yang ia terima. Bagas terkejut, dari perkataan Sari ia bisa menyimpulkan masalah besar yang akan mereka hadapi.


"Sar, kamu yakin mau maju terus? Udah ada peringatan lho, bukan kita percaya ma bisikan gaib itu tapi … coba deh kamu pikir ulang?!"


Sari menatap Bagas, ia bisa memahami kekhawatiran Bagas padanya. Masalah yang Sari hadapi bukan perkara sepele. Ia harus berhadapan dengan mang Usep, ahlinya ilmu hitam.


"Kamu ragu? Kamu sama yang lain boleh mundur sekarang. Ini urusanku Gas, urusan keluargaku yang belum tuntas!" 


"Maksudku bukan gitu Sar, kamu nggak ngerti apa-apa lho tentang ilmu hitam! Berhadapan dengan mereka pun aku yakin ini kali pertama buat kamu kan?" Bagas tampak sangat emosional, ia tidak ingin Sari gegabah mengambil langkah menghadapi Mang Usep secara langsung.


"I care and also worry about you!"


(Saya peduli denganmu dan mencemaskan dirimu!)


"I know that, percaya sama aku! Aku bisa ngadepin dia!" Sari menatap Bagas dengan tajam. Eye to eye, membuat Bagas akhirnya hanya bisa mengalah dan terdiam.


"Eeh, kalian apa-apaan sih! Malah berantem gitu, emang kalo berantem trus si Usep bisa kelar dihadapin?!" seru Doni saat keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


"Suara kalian tu ya bikin geli di telinga gue, emosi boleh tapi otak harus jalan pake logika!" lanjut Doni seraya mendekati Sari dan Bagas.


"Maksud lo gimana nih, kesambet setan kamar mandi kayaknya ni anak?" tanya Ahmad bingung.


"Heh Onta, diem dulu dah gue mo ngomong nih pake main samber aja kayak geledek!" balas Doni kesal


"Hhmm … mulai dah ni anak, iye ngomong dah!"


"Sar, Bagas bener. Lo itu nol pengetahuan tentang segala macam ilmu begituan sama cara ngadepinnya, tapi Lo mesti inget juga kalo badan Lo itu punya penjaga yang bisa Lo pake kapan aja." Doni mulai menjelaskan pada Sari.


"Gas, gue tau lo khawatir sama Sari tapi kasih kepercayaan ke dia buat ngadepin si Usep. Lo lupa ada Mang Aa sama mas Hendra? Mereka nggak mungkin tinggal diam dan ngelepasin Sari begitu aja!" 


"Strategi Gas, kita pake strategi buat hadapin manusia iblis kayak Usep ma Juna!" Kata-kata Doni membuat mereka menatapnya bingung.


"Strategi gimana Don? Jelasin!" pinta Bagas.


Mereka yang ada di ruangan itu menatap ke arah Doni dengan penuh harap. Berhadapan langsung dengan Mang Usep dan Juna adalah pilihan terkonyol bagi mereka. Dan ketika Doni menawarkan strategi, mereka menyambutnya dengan baik.

__ADS_1


"Ok, ini satu-satunya cara terbaik menurutku untuk mendekati Mang Usep juga Juna. Kita harus bisa mendekatinya sampai dalam hingga keburukan dan kejahatan mereka terbongkar. Deal?!" 


Mereka menganggukkan kepala pada Doni tanda setuju. Ia meminta mereka mendekat, Doni mulai memberitahukan  dengan serius perihal rencananya.


"Gimana? Setuju nggak?" tanya Doni


"Tante setuju nih mas Doni, cuma aman nggak nih? Tante nggak mau Sari terluka, dia tanggung jawab Tante selama disini?!" tanya Tante Kurnia mengungkapkan kecemasannya.


"Aman tidaknya kita tunggu Mang Aa sama Mas Hendra nanti malam gimana Tante? Bisakan tante hubungi mereka buat kumpul malam ini?!" pinta Doni.


"Kayaknya bisa, bentar ya Tante coba hubungi mas Hendra dulu." sahut Tante Kurnia.


Tante Kurnia bergegas ke dalam kamarnya hendak menghubungi Mas Hendra. Sari masih terdiam memikirkan rencana yang disusun Doni. Ia bukannya takut justru Sari ingin langsung berhadapan dengan Mang Usep segera, hanya saja sesuatu masih mengganjal di hatinya. 


Sari tidak yakin dirinya bisa menahan diri saat berhadapan dengan mereka. Meski belum memiliki bukti bahwa Tante Danique tewas dijadikan tumbal oleh mereka tapi Sari yakin merekalah pelakunya. Sosok hantu itu terus memberinya petunjuk ke arah galeri, ia yakin merekalah pelakunya.


Ponsel milik Bagas berdering, ia melihat ke layar ponselnya. Matanya seolah tidak percaya melihat tulisan yang tertera di layar ponselnya. Bagas lalu menunjukkan panggilan itu pada yang lain, dengan ekspresi yang sulit diungkapkan.

__ADS_1


"Pak Adit …."


" … "


__ADS_2