Balada Cinta Sang Penari

Balada Cinta Sang Penari
Bab 35


__ADS_3

Ahmad dan Doni kembali ke rumah Abah Hadi untuk mengambil beberapa perlengkapan tambahan dan juga keperluan pribadi mereka. Rara yang semula ingin menemani Sari akhirnya ikut menemani untuk membantu Ahmad dan Doni. 


Sementara itu Pak Adit masih bertahan bersembunyi di kejauhan sambil terus memandangi Sari.


"Jadi rupanya Sari keponakan wanita itu, sial?!" Umpatnya sendiri


"Bagaimana bisa aku tidak menyadari kemiripan wajahnya?" Gumamnya sambil menghisap rokoknya.


Beberapa puntung rokok berserakan di kakinya menandakan betapa frustasinya Pak Adit.


Sejak dirinya bertemu Sari pertama kali di lobby kantor tempat Sari bekerja, ia jatuh hati pada Sari. Wanita yang penuh energik, cantik, dan mandiri membuat Pak Adit ingin mengenal lebih jauh tentang Sari. 

__ADS_1


Itu sebabnya ia selalu mengikuti Sari  kemanapun ia pergi, tentu saja tanpa sepengetahuan Sari. Dan ketika rating program yang sedang digarap Sari anjlok, Pak Adit menganggap Dewi Fortuna sedang bersamanya. Ia memanfaatkan kuasanya sebagai salah satu sponsor terbesar program Sari untuk masuk dan mendekatinya.


Rupanya jalan takdir yang kusut belum mau beranjak dari sekitar Pak Adit. Siapa sangka jika Sari adalah keponakan dari wanita yang telah menghancurkan hidup kakak lelaki satu-satunya, Imran. 


Amarah dan dendam nya kembali tersulut ketika melihat buku tua yang didalamnya tertulis nama Danique Van Leeuwen. 


Masih teringat jelas dalam benaknya betapa sang kakak, Imran tersiksa karena cintanya pada seorang wanita Belanda berparas cantik yang dikenalnya saat mereka sama-sama bersekolah di salah satu universitas ternama di Belanda.


Sepengetahuan Pak Adit, kakaknya dan Danique Van Leeuwen adalah pasangan kekasih yang telah lama menjalin hubungan asmara namun sayang ketika hendak melanjutkan ke jenjang pernikahan Danique menghilang dan tidak diketahui keberadaannya.


Bahkan keluarganya saat itu yang merupakan ayah Sari pun tidak bisa membantu banyak. Danique Van Leeuwen bagaikan hilang ditelan bumi. Terakhir dia tercatat pada kantor imigrasi memasuki Indonesia pada pertengahan Agustus lima belas tahun silam.

__ADS_1


Danique datang dengan visa kunjungan on arrival ke kota Cirebon untuk melakukan riset bersama beberapa rekannya. Namun kemudian dia dinyatakan hilang oleh rekannya setelah beberapa hari tidak bisa dihubungi. 


Pihak kepolisian Indonesia dan kedutaan besar Belanda pun turun tangan mencari keberadaan Danique Van Leeuwen. Imran tidak kehilangan akal ia pun membuat sayembara berhadiah bagi siapa pun yang bisa menemukan kembali kekasih hatinya. Namun sayang hingga ajal menjemputnya tidak ada kabar apapun dari Danique.


Imran yang frustasi karena kehilangan Danique, kehilangan arah tujuan hidupnya hingga suatu hari dalam kondisi mabuk ia mengalami kecelakaan maut di ruas tol Palimanan setelah upayanya mencari Danique untuk kesekian kalinya gagal.


Imran tewas seketika di tempat kejadian karena hebatnya benturan yang mengakibatkan mobilnya hancur tak berbentuk.


Pak Adit masih menyalahkan Danique atas kematian tragis kakaknya, dan kini setelah mengetahui Sari adalah keponakan dari Danique Van Leeuwen dendamnya kembali membara.


"Aku akan menuntut balas kematian mas Imran, tunggu saja Sari nyawa dibayar dengan nyawa." Gumam Pak Adit sambil terus menatap nyalang Sari dari kejauhan.

__ADS_1


Entah apa yang akan direncanakan Pak Adit untuk Sari, demi membalaskan dendam pribadinya.


****


__ADS_2