Balada Cinta Sang Penari

Balada Cinta Sang Penari
Bab 134


__ADS_3

Keesokan paginya Sari terbangun karena keributan kecil yang terjadi di pendopo. Rupanya Bagas dan Doni sedang mencari cari dirinya.


"Gas, Lo yakin Sari semalem kagak pergi sendiri kan?" tanya Doni


"Ya iyalah, kan kita bareng tidurnya!" jawab Bagas.


"Eeh, bareng gmn tuh maksudnya Gas?!" tanya Doni bingung.


"Duh, salah ngomong maksud gue kita kan masuk samaan semua ke kamar masing-masing. Gue kira Sari juga masuk. Seriusan Ra, Sari kagak ada dikamar?" tanya Bagas.


Rara mengangguk, Tante Kurnia yang mendengar keributan segera keluar dari kamarnya.


"Ada apaan sih mas Bagas ma mas Doni ribut pagi-pagi?" tanyanya


"Nyari Sari Tante?!" sahut mereka bersamaan membuat Tante Kurnia kebingungan.


Mom Adeline baru saja pulang dari bernostalgia menyusuri jalan kenangan bersama Dad Barend ketika mendengar keributan kecil itu.


"Doni, ada apa ini?" tanya Mom Adeline


"Eh Tante, Sari Tante … ehm Sari …"


"Ada apaan sih ribut-ribut, aku baru tidur nih!" Keluh Sari yang datang menghampiri mereka dengan menguap karena masih mengantuk.


"Nah ini anak ada dimari, Ra gimana sih katanya Sari ilang?!" tanya Bagas pada Rara kesal.


Rara tersenyum dan merasa bersalah, "Maaf kirain Sari hilang, secara panik katanya dia mau kesana sendiri kan?" jawab Rara dengan menggaruk kepalanya.


Sari tertawa mendengarnya, "Ya ampun, sori aku lupa kasih tahu kamu kalo aku pindah kamar?!"


"Nah kan bukan salah aku Gas, Sari nggak bilang aku kan jadi bingung?!"

__ADS_1


Sari geli melihat tingkah mereka yang kebingungan setengah mati mencarinya. Ia pun meminta maaf pada mereka dan menjelaskan bahwa Sari membutuhkan waktu untuk menenangkan diri.


Mom Adeline, Tante Kurnia serta dad Barend yang semula panik pun lega setelah Sari datang dan menjelaskan duduk persoalannya.


"Kamu meditasi semalam?" tanya Mom Adeline saat mereka tinggal berdua saja.


Sari melihat ke arah yang lain sebelum menjawab pertanyaan mom Adeline,


"Iya Mom, Sari harus cari Tante segera sebelum mom pulang."


"Sari, Mom khawatir sama kamu, jangan memaksakan diri." pinta Mom Adeline.


"Tenang Mom, Sari tahu batasannya kok." 


"Mom cuma minta jaga diri kamu dan yang terpenting jangan terluka oke?! Belofte?!"


(Janji?!)


"Belofte,Sari lieve mama." (Janji, Sari sayang mom.)


****


Waktunya Ahmad dan Rara kembali ke kota Semarang. Rencananya setelah urusan liputan kedua selesai Bagas dan Doni akan menyusul. 


"Kalian hati hati ya, Lo juga Sar good luck semoga cepet nemuin Tante kamu." Kata Ahmad saat berpamitan.


"Thanks, kalian juga hati-hati ya. Secepatnya aku nyusul. Ohya Ra, bisa tolong kasih ini buat Mbak Pur?" Sari menyerahkan sebuah amplop putih dan sekantong tas kertas cukup besar pada Rara.


"Siap Sar, ini aja kan?"


Sari mengangguk, "Iya, eh sama sekalian tolong cek rumah ya takut bocor lagi!"

__ADS_1


"Beres, yang penting ada ongkos jalannya aja." ujar Rata bergurau dengan mengerlingkan matanya memberi kode pada Sari.


"Tenang, nanti aku kirim sesuatu buat kamu dari Belanda." 


"Naaah ini yang gue demen, gue kebagian juga kan Sar?" tanya Ahmad.


"Beres semuanya aku kasih." 


"Penasaran gue, dapet apaan Sar? Kalo klompen lagi ogah ah, cuma buat pajangan doang." Ahmad mencoba bernegosiasi dengan Sari.


(sepatu kayu khas Belanda)


"Hmm, udah dikasih pake nawar kamu. Besok aku kirimin kincir angin segede gaban khas Belanda sekalian dah." jawab Sari sekenanya.


Mereka pun tertawa bersama. Ahmad dan Rara pun berpamitan. Tinggallah tiga orang bersahabat yang harus segera menyelesaikan pekerjaan mereka yang tertunda.


"Sar, kapan kamu mau kesana?" tanya Bagas penasaran setelah mereka melepas kepergian Ahmad dan Rara.


"Sekitar dua tiga hari lagi." jawab Sari sambil memainkan jarinya diatas keyboard.


"Gunung Ciremai ... itu gunung tertinggi lho di Jawa Barat. Kalo kata orang sih payungnya Jawa barat ya Gunung Ciremai tingginya sekitar 3000 mdpl." Kata Doni yang rupanya sedang Googling dengan kata gunung Ciremai.


"Terus ada info apalagi Don, kali aja ada yang menarik buat digali disana?!" yanya Bagas.


"Bentar … ada beberapa mitos sih disini. Eh, kenapa kebetulan banget ini?!" Teriak Doni membuat penasaran Sari dan Bagas.


"Apaan Don, bikin kaget aja Lo!" Bagas mendekati Doni dan melihat ke arah layar notebook milik Doni.


"Lihat nih Gas, ada mitos di gunung Ciremai itu tempat bersemayamnya Nini pelet. Pantesan aja si Arjuna kesana, pasti ada hubungannya ya kan Sar?" Tanya Doni penasaran.


"Mitos Nini pelet? Baru denger aku, ya mungkin aja Don." Jawab Sari meski ia sendiri pun meyakini kebenarannya.

__ADS_1


"Nah Lo kebanyakan di Belanda sih jadi kagak tau Nini pelet yak. Dia itu legenda yang terkenal lho, dibuatin sinetronnya juga di televisi ikan terbang." Sahut Doni


Eh, ada sinetronnya di ikan terbang? Jangan-jangan besok aku juga ikutan syuting tuh!


__ADS_2