
Gunung Ciremai merupakan gunung dengan puncak ketinggian mencapai 3078 mdpl dengan luas sekitar 15.000 Ha. Gunung Ciremai sendiri berada di antara tiga wilayah yaitu Majalengka, Cirebon dan Kuningan.
Dikenal sebagai gunung tertinggi di Jawa Barat, Gunung Ciremai memiliki beberapa mitos yang dipercaya hingga kini oleh masyarakat sekitar.
Salah satu diantaranya adalah kepercayaan bahwa Gunung Ciremai digunakan oleh tokoh Nini pelet sebagai singgasananya. Tokoh Nini Pelet sendiri sangat melegenda, disebutkan bahwa dirinya merebut Kitab Mantra Asmara ciptaan tokoh sakti Ki Buyut Mangun Tapa.
Di dalam Kitab Mantra Asmara terdapat ajian yang sangat terkenal hingga saat ini yaitu ajian Ilmu Jaran Goyang. Ajian ini ampuh digunakan untuk memikat lawan jenis. Hingga saat ini ilmu ini masih banyak digunakan oleh beberapa paranormal.
"Nah kan bisa jadi si Juna pakai ajian ini buat memikat korbannya Sar termasuk diantaranya Tante kamu!" kata Bagas
Sari yang ikut mendekat bergabung dengan kedua sahabatnya untuk mencari tahu informasi tentang lawan yang akan dihadapinya.
"Kayaknya sih begitu, gua tempat pemujaannya juga ada di sekitar kaki gunung. Don, coba cari informasi tentang harimau bermata satu di gunung Ciremai?!" pinta Sari.
"Ni ada Sar, coba deh Lo baca ndiri?!" Doni memberikan notebook nya untuk memberikan ruang pada Sari agar bisa membaca dengan jelas.
Harimau bermata satu konon kabarnya merupakan tunggangan sekaligus sekutu dari Nini Pelet. Ia tinggal di sebuah gua yang terbuat dari ranting pohon.
Jadi ini yang dimaksud Bayu … Bayu bilang ada sepasang, coba aku cari lagi informasinya.
__ADS_1
Sari kembali membaca artikel yang berkaitan dengan gunung Ciremai, dan menemukan nama Nyai Linggi disana. Ia bersama dua ekor macan kesayangannya yang bernama Aki dan Nini Serentet Buntet.
Ternyata memang ada nama itu, wah sepertinya aku bakalan syuting sinetron beneran!
Sari tidak membayangkan akan terlibat dengan hal bersifat mitos seperti ini. Demi membebaskan Tante Danique ia akan berusaha menghadapi mereka.
"Sar, kenapa kamu ngelamun gitu?" tegur Bagas.
Sari terkejut dengan teguran Bagas, "Eh, nggak ada apa-apa kok."
"Serius banget Sar kayaknya, cerita deh kalo aja kita bisa bantu?!" Bagas tahu Sari sedang memikirkan sesuatu yang berkaitan dengan Tante Danique.
Sari menarik nafas dalam, kemudian memandang kedua sahabatnya bergantian. "Tenang aja, nggak ada apa-apa kok. Makasih Don, aku hargai bantuan kamu tapi ini masalah keluargaku, aku harus selesaikan ini sendiri!"
"Lo yakin?" tanya Doni sekali lagi.
Sari mengangguk, "Aku bisa kok, ada Bayu yang ikut bantuin."
"Bayu?" Bagas mengerutkan keningnya.
__ADS_1
Sari balik menatap Bagas, ia sungguh malas untuk menanggapi rasa penasaran dari sahabat yang menarik perhatiannya itu. "Don't ask, please?!"
Bagas mengalah ia memaklumi permintaan Sari. Batasan telah diberikan Sari agar kedua sahabatnya tidak ikut campur dalam urusannya kali ini.
"Assalamualaikum …" suara sapaan terdengar dari luar.
"Wa'alaikumussalam …" jawab mereka bertiga bersamaan.
"Eh pak Koswara, silahkan masuk!" Sari menyambut pak Koswara yang datang bersama Seno dan seorang gadis remaja.
Sari terkejut saat melihat wajah gadis remaja itu. Ia merasa seperti pernah mengenalnya.
Siapa anak ini, kayak pernah lihat tapi dimana ya? Apa dia salah satu penari sintren baru asuhan pak Koswara ya?
"Ada keperluan apa ya pak datang kemari?" tanya Sari penasaran, matanya sesekali melirik ke arah gadis cantik yang duduk disebelah pak Koswara.
"Begini mbak Sari, boleh saya ketemu sama pak Adit? Saya ada sedikit perlu dengan dia dan juga … keluarga mbak Sari?!"
Sari, Bagas dan Doni saling berpandangan dengan ekspresi rumit.
__ADS_1
Apa ada masalah baru lagi?