
Sari menatap Pak Koswara. Ekspresinya rumit. Tapi Sari tahu Pak Koswara menunggunya untuk bicara.
"Maaf, apa mbak Sari tahu sesuatu tentang ini?"
tanya Pak Koswara.
"Kita bicara di luar saja pak?!" Sari menatap pak Koswara dan berlalu meninggalkannya tanpa menunggu jawaban.
Pak Koswara menuruti permintaan Sari. Mereka bertiga pun keluar mengikuti Sari yang terlebih dulu meninggalkan ruangan yang sesak dan pengap.
Sari kembali menuju aula pertunjukan dengan atap yang terbuka. Pak Koswara sengaja duduk berhadapan dengan Sari.
"Mbak Sari, apa ini ada hubungannya dengan Danique?" tanya Pak Koswara tidak sabar.
"Maaf." jawab Sari singkat.
"Saya terpaksa menuntut balas. Mereka sudah mempermainkan nyawa orang yang saya sayangi!" lanjutnya lagi
Sari menahan amarahnya mengingat kematian Mang Aa yang begitu tragis di depan matanya. Belum lagi kematian Tante Danique dan kesalahpahaman yang terjadi antara pak Adit dan dirinya. Semuanya bermula dari kelakuan Mang Usep dan Arjuna.
Pak Koswara hanya bisa menghela nafas panjang, kesalahan kakaknya memang cukup besar pada keluarga Sari. Dua kematian telah disebabkan oleh Mang Usep dan Arjuna, ia tidak bisa menyalahkan Sari jika pada akhirnya harus mencabut nyawa kakak dan keponakannya.
"Saya paham mbak, saya juga nggak menyalahkan mbak Sari. Mereka memang pantas mendapatkannya setelah apa yang telah mereka lakukan. Bukan hanya keluarga mbak Sari, diluar sana masih ada yang menyimpan dendam sama mereka." sesal Pak Koswara
Sari hanya bisa diam, ia tidak menyesali perbuatannya tapi juga tidak menganggap perbuatannya itu benar.
__ADS_1
"Sekali lagi saya minta maaf karena harus menghakimi mereka sendiri." kata Sari datar.
"Harusnya dari awal saya bisa mengingatkan mereka untuk kembali. Saya merasa gagal sebagai seorang adik dan paman."
Bagas dan Doni tertegun mendengarkan perkataan Sari. Wanita cantik di depan mereka seolah berubah menjadi Dewi kematian yang siap menghakimi siapapun yang melawan kuasa alam.
"Saya merasa permintaan maaf saja tidak cukup untuk membayar kejahatan mereka. Apa ada yang bisa saya bantu mbak Sari?" tanya Pak Koswara.
Sari berpikir sejenak lalu berkata, "Pak Koswara tahu tempat pemujaan setan yang dilakukan mereka?"
Pak Koswara terdiam sejenak, "Saya kurang tahu persis tapi Seno dan Dika mungkin lebih tahu dimana letaknya."
"Apa mas Seno ada disini juga?" tanya Sari
"Iya, saya bawa dia untuk bantu beresin galeri."
Pak Koswara meminta kepada karyawan wanita yang datang menyuguhkan makanan dan minuman pada Sari dan yang lainnya untuk memanggil Dika dan Seno.
Tak berapa lama kemudian mereka berdua datang. Pak Koswara bertanya pada mereka perihal tempat yang dijadikan pemujaan oleh Mang Usep dan Arjuna.
"Maraneh apal teu, dimana si Usep ngayakeun upacara?" tanya Pak Koswara pada Adit dan Dika.
(Kamu tahu dimana si Usep mengadakan upacara?)
"Sa - apal Kuring mah, tempatna aya di sabudeureun Lampung Gunung Ciremai." jawab Dika sambil menunduk
__ADS_1
(Saya hanya tahu tempatnya disekitar kaki gunung Ciremai.)
Dika sepertinya masih takut dan ragu untuk memberitahukan apa yang ia ketahui.
"Ulah sieun! Bejakeun dimana tempatna!"
(Kamu jangan takut, beritahu dimana tempatnya?!)
"Saya sekali nganterin mereka kesana tapi nggak boleh ikut ke dalam sama mas Juna." jawab Seno, ia sesekali melihat ke arah Sari.
Jawaban dari mereka sudah diduga oleh Sari, kecil kemungkinan mereka mengetahui lokasi pemujaan itu. Sari sepertinya harus mencari lokasi itu sendiri.
"Ya sudah nggak apa-apa, biar saya cari sendiri letaknya dimana."
Bagas dan Doni bingung mereka saling berpandangan, "Sar, kita mo ke gunung Ciremai? Serius, disana angker lho Sar?!" Doni memperingatkan Sari.
Pak Koswara juga tak kalah terkejut mendengarnya, "Mbak serius mau kesana?!"
Sari menatap mereka bergantian, "Kenapa memangnya kalo saya mau kesana?"
"Gunung Ciremai itu mirip gunung Lawu mbak, banyak mitos dan pantangan disana." kata Pak Koswara dengan ekspresi serius.
"Semua gunung juga sama aja pak banyak pantangan dan mitosnya trus apa bedanya?!"
Pak Koswara menghela nafas panjang, "Mbak Sari benar, tapi kalo kita kesana itu butuh persiapan. Apa mbak Sari pernah naik gunung?!"
__ADS_1
"Jangan khawatir saya kesana dengan cara saya sendiri!"