
Mereka mengakhiri diskusi dan obrolan panjang setelah melewati jam sebelas malam. Pak Adit, Bagas dan yang lainnya kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Sari masih belum tertidur, ia memilih kamar yang berbeda dari Rara. Malam ini ia harus mengunjungi Bayu.
Sari sebelumnya telah meminta izin pada Tante Eka untuk menggunakan kamar yang biasa digunakan Mang Aa untuk bermeditasi. Malam semakin larut, suasana kota Cirebon yang memang panas terasa sedikit menghangat. Sari bersiap menemui Bayu.
Baiklah, mari kita coba … Bayu I'm coming!
Ia mulai mengingat ingat ajaran Mang Aa dalam bermeditasi. Dalam ruangan khusus milik Mang Aa, Sari merasakan ketenangan yang berbeda. Sunyi, senyap, dan begitu tenang. Ia duduk bersila memejamkan mata, berusaha mengatur pernafasan dan berkonsentrasi.
Perlahan Sari mulai merasakan energi hangat yang memasuki setiap sel tubuhnya. Dalam sekejap mata Sari telah berada dalam dimensi lain. Tempat dimana Bayu berada.
"Assalamualaikum … " sapa Bayu yang memang telah mengetahui kedatangan Sari.
"Wa'alaikumussalam … eh, saya berhasil?" tanya Sari pada Bayu dengan senyum mengembang.
"Sudah kubilang kan, kamu punya potensi tersembunyi." jawab Bayu terkekeh melihat Sari yang masih takjub dengan kemampuannya.
"Saya belajar dengan cepat!" sahut Sari.
"Apa kamu lupa malam itu kamu bisa menembus dimensi dan mengalahkan Usep serta Arjuna?!" kata Bayu mengingatkan.
"Aah ya, saya tiba-tiba amnesia mendadak tadi. Aku pikir kemarin hanya kebetulan karena kemarahan menguasai diriku tapi ternyata … i can do it myself, amazing!" ujar Sari begitu gembira.
__ADS_1
Bayu kembali tertawa, Sari menyadari kekonyolannya ia pun tersipu malu dan buru-buru meralat ucapannya.
"Uups sori, kamu ngerti yang aku omongin kan?" tanyanya.
Tawa Bayu pun pecah, "Saya berusia ratusan tahun, saya memang bangsa jin dan saya juga paham bahasa Inggris kalo itu maksud kamu?"
"Aku pikir kamu bingung. Baiklah, kamu tahu kan maksud aku kesini?" tanya Sari
"Dating?" Bayu menyeriangi
" … " Sari terperangah,
Eits ni demit ikutan pake bahasa Inggris, dia curi kata-kata aku lagi … dating? Kekinian juga ni si Bayu?!
Bayu kembali tertawa, "Kamu mau nanya tentang Danique kan? Dia ada di suatu tempat, rohnya terbelenggu oleh perjanjian yang dilakukan Usep dan Arjuna."
"Dimana tempat itu? Apa kamu tahu?"
Bayu terdiam sesaat, tak lama dia berkata. "Di sebuah gua dikaki gunung Ciremai. Gua itu dijaga oleh dua harimau bermata satu milik Nyai Lingga."
"Nyai Lingga? Siapa dia?!" tanya Sari kebingungan.
__ADS_1
"Dia salah satu roh penunggu di kaki gunung Ciremai. Dia hanya salah satu dari anak buah jin yang akan kita hadapi."
"Sepertinya ini bakalan panjang urusannya. Apa aku sanggup buat ngadepin jin itu?"
"Tujuan kamu hanya membebaskan Danique dan roh lainnya yang terjebak di gua itu. Semoga saja kamu tidak harus berhadapan dengannya langsung." kata Bayu dengan serius.
"Aku harap juga begitu. Setidaknya kalau aku harus berhadapan dengannya, itu terjadi pada saat aku sudah bisa menguasai ilmu yang lebih tinggi." sahut Sari menerawang jauh ke depan.
"Kapan aku bisa kesana, apa malam ini bisa?" tanya Sari pada Bayu.
"Jangan, itu sangat beresiko dan bisa membahayakan nyawa kamu. Kita tunggu saat terlemah mereka. Saat dimana mereka memerlukan tumbal baru. Sekitar tiga hari dari sekarang." jawab Bayu.
"Tiga hari lagi ya, itu masih lama." Sari sedikit kecewa dengan jawaban Bayu, ia berharap bisa menyelesaikan masalah Tante Danique segera sebelum mom Adeline dan dad Barend kembali ke Belanda.
"Jangan gegabah Sar, kamu harus memperhitungkan kemampuanmu saat ini. Mereka lawan yang cukup tangguh. Meski ada empat maung bodas sebagai penjagamu, kita tidak boleh menyepelekan musuh."
"Kamu benar, baiklah aku turuti saran kamu. Tiga hari bukan waktu yang lama juga sebenarnya." Sari akhirnya bisa memahami situasi yang akan dihadapinya.
"Latih terus kekuatanmu dan tingkatkan energinya sambil menunggu datangnya hari itu." saran Bayu.
Sari mengangguk dan mengerti maksud Bayu, "Baiklah, aku rasa sudah waktunya aku pulang."
__ADS_1
Bayu mengangguk dan memberi salam perpisahan pada Sari. Ia kembali ke tubuhnya setelah melintasi dimensi lain. Rasa kantuk dan lelah membuatnya malas beranjak dari tempatnya bermeditasi. Sari pun akhirnya tertidur dengan pulas.