Balada Cinta Sang Penari

Balada Cinta Sang Penari
Bab 137


__ADS_3

Pengakuan Pak Koswara mengenai Kania yang diklaim sebagai putri satu satunya Danique dan Arjuna tentu saja mengejutkan pihak keluarga Sari dan tak terkecuali Pak Adit. Ia baru saja bisa memahami dan mengikhlaskan kepergian Imran kakaknya tapi sekarang dihadapkan pada kenyataan munculnya gadis remaja bernama Kania.


"Lho ini maksudnya gimana coba, kalau anak itu memang putri Danique dan juga Arjuna, kenapa saya dihadirkan disini? Hubungannya apa?" tanya Pak Adit penasaran.


Pak Koswara dan Seno saling berpandangan, mereka tahu pertanyaan ini pasti akan muncul dari Pak Adit.


"Begini pak Adit, ini hanya berjaga jaga saja seandainya perkiraan Seno salah. Saya minta pak Adit juga menjalani tes DNA. Supaya jelas siapa sebenarnya Kania ini." jawab Pak Koswara.


"Maksud bapak, Kania masih diragukan asal usulnya?!" tanya Pak Adit lagi.


"Saya tahu Danique menjalin hubungan dengan pria bernama Imran, karena dulu mas Imran itu pernah datang ke galeri dan sempat ngobrol sama saya. Dia datang menemani Danique yang waktu itu mulai terkena pelet mas Juna." Seno angkat bicara menjelaskan pada Pak Adit.


"Jadi mas Seno pernah ketemu kakak saya di galeri?" tanya pak Adit yang masih belum mengerti.


"Iya mas, kami sempat ngobrol dan mas Imran sempat bilang kalo Danique adalah calon istrinya." jawab Seno.

__ADS_1


"Terus hubungannya apa?" Pak Adit bingung.


Seno menatap pak Koswara, dan dibalas dengan anggukan pelan darinya seperti memberikan kode pada Seno untuk berterus terang. 


"Danique melahirkan Kania tidak sesuai dengan perhitungan Mas Juna." jawabnya pelan.


"Waktu itu mas Juna pernah bilang ke saya, dia curiga kalo anak yang dikandung Danique bukan darah dagingnya. Ia juga berencana untuk … membunuh Kania setelah dilahirkan ke dunia."


" Apa?" Semua yang ada disana terkejut dan berteriak bersamaan.


"Tunggu dulu, kapan Arjuna dan Danique menikah? Kami bahkan kehilangan jejak Danique setelah seminggu dia melakukan riset?!" tanya Mom Adeline bingung.


Seno menghela nafas panjang, ia menatap satu persatu orang-orang yang ada di ruang tamu. Kemudian ia mulai bercerita tentang awal mula peristiwa yang berujung pada kematian Danique Van Leeuwen.


Cerita dimulai dari kedatangan rombongan periset seni budaya asal Belanda. Rombongan yang berjumlah sekitar sepuluh orang lebih itu datang ke galeri seni disambut oleh Arjuna dan tentu saja Mang Usep.

__ADS_1


Rombongan periset dari salah satu universitas ternama di Amsterdam itu berencana mempelajari tarian tradisional khas Cirebonan serta budaya lainnya. Tari topeng dan pembuatan lukisan kaca menjadi pilihan mereka saat itu.


Diantara periset itu adalah Danique Van Leeuwen. Gadis itu tampak menonjol ketimbang wanita Belanda lainnya. Ia fasih berbahasa Indonesia dan tentu saja tampak lebih cantik dan juga berbadan aduhai. Penampilan Danique tentu saja menarik sang Arjuna untuk mendekatinya.


Tak butuh waktu lama bagi Arjuna untuk menaklukkan Danique apalagi dengan kemampuan ilmu peletnya. 


Arjuna terus mendekati dan menggoda Danique dengan rayuan mautnya sebagai lelaki buaya, padahal pada saat itu Arjuna juga memiliki istri yang baru dinikahinya selama beberapa bulan.


Rupanya Danique sangat istimewa di mata Arjuna. Kecantikan yang dimiliki Danique tidak hanya parasnya saja tapi hatinya begitu memikat Arjuna. Arjuna jatuh cinta.


 Ia mulai membanding bandingkan sifat Danique dengan sang istri. Arjuna yang menikahi istrinya karena perjodohan kedua orang tuanya merasa menyesal baru bertemu Danique setelah ia menikah.


Arjuna selalu berkeluh kesah dengan Seno yang kala itu masih tergolong baru bekerja di galeri. Seno hanya bisa memperkirakan jika Arjuna jatuh hati pada Danique, tapi ia enggan menanyakan lebih jauh perasaan majikannya itu lebih dalam. Ia memilih untuk menjadi pendengar dan diam.


Masalah mulai datang ketika Arjuna tahu Danique memiliki calon suami bernama Imran. Imran datang menemui dan menemani Danique selama di galeri.

__ADS_1


 Seno sendiri sempat berbicara dengan Imran. Sama seperti Arjuna, Imran sangat mencintai Danique. Itu diungkapkannya langsung pada Seno saat Imran menunggu Danique dengan sabar di galeri. Ia bahkan bercerita akan segera menikahi Danique setelah riset selesai.


"Mas Imran memang sangat mencintai Danique bahkan sampai nafas terakhirnya hanya nama Danique yang ia sebut."


__ADS_2