Balada Cinta Sang Penari

Balada Cinta Sang Penari
Bab 39


__ADS_3

Pak Koswara masih menemani Sari dan Bagas sambil memperhatikan dari kejauhan apa yang dilakukan anak buahnya.


 Namun anehnya sesekali dia tampak melirikkan matanya ke arah Sari. Sesuatu dalam diri Sari mengusik ketenangan Pak Koswara. Dirinya seolah ingin mengetahui lebih dalam tentang Sari tapi ia bingung harus memulainya darimana.


Perhatiannya terpecah ketika Bagas menanyakan sesuatu padanya,


"Besok acaranya disini atau di rumah yang nanggap pak?"


"Besok acaranya digelar di halaman depan Abah Hadi, kalau kalian lelah nda perlu nginap disini bersiap saja di rumah Abah Hadi." Jawab Pak Koswara


" Wah beneran deket jadi ndak capek boyongan kamera." Sahut Doni


"Tapi sebelumnya ada acara juga disini, dimulai dengan arak-arakan para penari dan penabuh keliling kampung." Kata Pak Koswara


"Berarti kita bagi tugas ini, ada yang stay disini ada yang di rumah Abah Hadi." Kata Bagas


"Sari ma Rara stay di rumah Abah Hadi aja biar Doni ma Ahmad disini." Kata Bagas mengatur personil nya


"Iya deh cewek di sana aja aman, eh lo dimana Gas?" Tanya Doni


"Ya ma merekalah mang dimana lagi?" Jawab Bagas

__ADS_1


"Heeeem, gak kaget gue." Sahut Doni


Malam semakin larut, tapi kegiatan dirumah Pak Koswara belum juga usai. Persiapan demi persiapan dilakukan demi kelancaran acara pada keesokan harinya.


Sari memilih untuk melihat dari kejauhan berbeda dengan Bagas dan Ahmad yang berusaha masuk dalam kegiatan.


Sari merasa tidak nyaman selama berada di kediaman Pak Koswara, sesuatu atau seseorang seolah memperhatikan dirinya. Tapi sejauh mata memandang ia tidak melihat apapun yang mencurigakan.


Hawa aneh tiba-tiba menyergap Sari, telinga nya berdengung seolah memasuki ruangan hampa. Sesuatu akan terjadi dan Sari tahu itu. Ia mengedarkan pandangannya ke sekitar nya, masih aman. Ia merasa lega.


Sari mengecek kamera yang sedang berjalan merekam kegiatan malam. Doni berada di sebelah Sari begitu juga Rara.


Perasaanku saja sepertinya… batinnya


Dengungan di telinganya kembali terjadi. Kali ini benar-benar membuatnya tercekat. Sari melihat sosok penari sedang berdiri di dekat penari lainnya.


Penari itu memakai topeng hanya separuh wajah dengan rambut yang kacau tak beraturan. Wajahnya jelas menatap salah seorang dari penari sintren dengan mata nyalang penuh amarah.


Sari berkali kali menatap kamera dan sosok itu bergantian. Aneh, sosok itu ada dalam kamera tapi tidak ada di alam nyata. Bulu kuduknya meremang, jantungnya berdegup kencang.


"Don… Doni, lihat deh sini?" Kata Sari gemetar

__ADS_1


Tidak ada sahutan dari Doni. Sari semakin gemetar. Ia kembali memastikan kalau sosok itu masih berada disana. Sari menatap ke arah layar kamera, sosok itu telah berubah posisi. 


Ia melihat ke arah depan tempat dimana sosok itu tertangkap kamera. Nihil, tidak ada apa pun disana. Sari tercekat dengan susah payah berusaha mengatur nafasnya.


"Don...lihat ini ada sesuatu di kamera, Don kok diem aja siih buruan…,"


Belum selesai Sari bicara ia dikejutkan dengan sosok penari mengerikan dengan topeng yang retak menutupi separuh wajah nya telah berada disampingnya. 


Wajah penari itu penuh darah dan mengeluarkan bau anyir yang menusuk hidung Sari. Mereka saling berhadapan menyisakan jarak yang hanya sedikit saja. Mata mereka beradu menyisakan kengerian yang mendalam bagi Sari.


"S-siapa k-kamu… ?" Tanya Sari gemetar


Sosok itu hanya diam dan terus menatap Sari dengan penuh amarah. Sari melangkahkan kakinya mundur selangkah demi selangkah dengan paksa. Sosok itu diam dan terus menatapnya.


"M-maaf, saya gak ganggu kamu." Ucap nya lagi


Tiba-tiba sosok itu mengeluarkan suara yang melengking dan memekakkan telinga Sari dan dengan cepat ia melesat menerkam Sari.


Sari berteriak dan terjatuh, pada saat yang bersamaan ranggap dan sesaji yang telah disiapkan di pendopo bagaikan terkena angin ribut seketika berantakan, tanpa ada seorang pun disana.


Semua mata memandang ke arah Sari dan pendopo. Mereka terkejut dan berteriak ketakutan. Pak Koswara langsung menatap ke arah Sari dengan rasa tidak suka. Sesuatu yang aneh kembali terjadi.

__ADS_1


__ADS_2