Balada Cinta Sang Penari

Balada Cinta Sang Penari
Bab 19


__ADS_3

Sari masih asyik menari berpasangan dengan wanita cantik itu. Gerakan semakin lemah gemulai bagaikan penari profesional. Dirinya seolah terhipnotis oleh alunan dan tabuhan musik tarian.


Sari mendengar seseorang memanggil namanya dengan lirih, ia tergelitik untuk mencari sumber suara tapi tidak menemukan siapa siapa disana. Ia pun kembali menari, suara panggilan itu kembali datang dan kali ini terdengar lebih berat dan keras sehingga membuatnya berhenti menari. Ia bingung siapa yang memanggilnya.


Seketika Sari merasakan badannya tertarik ke dalam pusaran angin kuat yang membuatnya terhentak kaget, kepalanya pusing bukan main. Ia merasa seperti baru saja terjatuh dari gedung tinggi, seluruh badannya terasa remuk.


" Sar...Sari, bangun Sar... sadar, jangan kamu ikuti dia." Sari mendengar suara berat tapi matanya terlalu berat untuk terbuka


" Sari...bangun, sadar Beib," kata Doni khawatir


Sari berusaha kuat membuka matanya yang berat dengan perlahan, kepalanya masih terasa berat dan pusing sekali tapi ia mencoba untuk tersadar.


" Aku kenapa...kepalaku pusing." kata Sari lemah


Mang Aa membacakan sesuatu ditangannya kemudian mengusapkannya ke telapak kaki Sari. Ia mendudukkan Sari perlahan dan melakukan hal yang sama pada punggung Sari seolah menarik suatu energi tak kasat mata keluar dari tubuh Sari. Mang Aa meminta sebotol air mineral lalu membacakan doa ke dalam air, tak lama ia meminta Sari untuk meminum air tersebut.


Sari merasakan tubuhnya kembali memiliki energi setelah meminum air yang diberikan Mang Aa.

__ADS_1


" Aku kenapa kok bisa ada disini?" tanya Sari


" Yang ada juga kita yang nanya Sar, lu kenapa bisa ada disini? Kita nyariin lu dari tadi, malah nemuin kamu lagi nari sendiri." kata Doni


" Iya Sar, tiba-tiba aja kamu menghilang...aku mpe bingung nyariin kamu, perasaan tadi masih dibelakang aku eh dah raib." sahut Rara


" Aku?" tanya Sari pada dirinya sendiri ia berusaha mengingat ingat yang terjadi padanya


" Lha ya iya lu Sar, masa Bagas." ujar Doni kesal.


Sari tersenyum melihat sahabatnya kesal,


Bagas menatap Sari dalam lalu menghela nafas panjang, Sari kembali lagi mendapatkan teror ghaib dan Bagas khawatir akan hal itu. Ia beralih menatap Mang Aa meminta jawaban tapi ternyata Mang Aa seperti sedang berbicara dengan seseorang tak kasat mata. Mulutnya masih berkomat Kamit tidak jelas tanpa suara.


Rasa penasaran Bagas membuatnya menanyakan hal itu langsung pada Mang Aa,


" Mang...Sari kenapa sih kok bisa begini?"

__ADS_1


Mang Aa tersenyum, lalu berkata


" Biasa ada yang mau kenalan sama Sari, dia baunya wangi sih."


" Hah...wangi, lu pake parfum apaan Sar mpe demit aja doyan ndeketin lu dari tadi? Nda disana nda disini kesambet aja lu bawaannya...banyakin dzikir Sar." kata Doni


" Haaaiiish...anak satu ini kalo ngomong suka bikin emosi tingkat dewa, diem lu Don!" kata Bagas yang gemas pada Doni


" Nyi Mas Gandasari namanya Sar, penari yang kamu lihat dan ikutin tadi. Dia penari legendaris pada masanya cantik juga memiliki kesaktian. Konon kabarnya pada malam malam tertentu dia hadir disini dan menari hingga fajar menjelang." kata Mang Aa menjelaskan


" Mamang benar, dia memang cantik sekali seperti bidadari." ujar Sari lirih


" Heran gue, lu sensitif bgt si Sar mpe kemana mana demit ngikutin mulu...kecantikan lu terlalu paripurna tuh mpe manusia ma demit aja doyan Sar." celetuk Doni lagi


Celetukan Doni langsung membuahkan pukulan kecil di tangannya dari Rara dan Ahmad. Sementara Sari hanya bisa memaksakan senyumnya pada Doni.


Mang Aa menatap sendu ke arah Sari,

__ADS_1


Kamu harus kuat dan bisa Sar, karena kamu mengemban misi keluargamu yang belum terselesaikan...batin Mang Aa.


__ADS_2