
Seno kembali melanjutkan ceritanya.
Arjuna yang mengetahui rencana Imran pun panik, ia tidak ingin kehilangan Danique dan ingin segera memilikinya. Diam-diam Arjuna berencana menikahi Danique, ia ingin membawa Danique pergi dari galeri dan menjauh dari istrinya.
Danique yang sudah terkena mantra pelet bagaikan kerbau yang dicocok hidungnya. Danique hanya bisa menuruti kemauan Arjunanya. Ia melupakan cintanya pada Imran, ia juga melupakan impian pernikahan indah yang dirancangnya bersama Imran. Danique berubah haluan dengan mencintai Arjuna.
Arjuna membawa pergi Danique kesuatu tempat yang hanya diketahui olehnya. Setiap malam Arjuna menyelinap keluar galeri untuk menemui Danique, terkadang Seno mengantarkan Arjuna untuk menemui Danique di tempat persembunyiannya.
Hubungan terlarang mereka akhirnya diketahui oleh sang ayah. Mang Usep marah besar dan mengancam akan membunuh Danique dan menjadikannya tumbal jika Arjuna tidak meninggalkan wanita berdarah Belanda itu.
Arjuna memohon ampun dan minta diberi kesempatan untuk dapat menjelaskan kepada istrinya tentang Danique, madunya. Ia juga memberitahukan pada Mang Usep bahwa Danique tengah mengandung buah cinta mereka. Mang Usep pun melunak, apalagi mendengar ia akan segera memiliki seorang cucu.
Mang Usep menerima keputusan Arjuna meski dengan sejumlah syarat, diantaranya jika anak mereka telah lahir maka anak itu dan Danique harus dibawa jauh dari galeri.
Mang Usep bahkan menyiapkan sebuah rumah khusus bagi Danique dan calon cucunya. Semuanya berjalan lancar hingga lahirnya putri cantik yang diberi nama Kania. Meski kelahirannya menimbulkan tanda tanya bagi Arjuna tapi ia tetap berbahagia.
__ADS_1
Sepandai-pandainya bangkai ditutup pasti akan tercium juga. Istrinya mengetahui rahasia yang disembunyikan oleh Arjuna. Ia juga tahu jika Arjuna telah hidup bersama dengan Danique dibelakangnya. Merasa dikhianati dan ditipu ia mengancam Arjuna untuk segera meninggalkan Danique, jika tidak aliran dana ke galeri dari ayahnya akan diberhentikan.
Arjuna panik, ia takut akan kemarahan sang ayah dan ia memohon untuk diberikan kesempatan kedua. Dengan kemampuannya Arjuna bisa membuat sang istri terlena dan lupa akan amarah yang tadi diluapkannya. Tapi itu hanya sesaat saja. Arjuna lupa bahwa ayah mertuanya juga seorang paranormal ilmu hitam.
Saat istrinya kembali sadar, ia kalap dan mendatangi Arjuna yang kala itu sedang menemani Danique dan penari lain untuk persiapan pentas. Dan kejadian naas itu pun terjadi.
Seno menyelesaikan ceritanya dengan suara berat. Semua yang mendengarkan cerita Seno menahan nafas, seolah ketegangan itu terjadi di depan mata mereka. Hanya ada satu kata untuk menggambarkan kisah cinta segitiga Imran, Danique, dan Arjuna. Tragis.
"Itu hari terakhir saya bertemu dengan Danique, setelah mengantarkannya ke rumah sakit saya tidak pernah melihatnya lagi." Ada penyesalan yang tergambar jelas dari raut wajah Seno.
"Jadi mas Seno nggak tahu dimana Tante Danique meninggal?" tanya Sari.
"Sebentar, jadi maksud pak Koswara … ada kemungkinan Kania ini putri mas Imran?" tanya pak Adit.
"Semuanya masih mungkin terjadi, tes DNA akan membuktikan siapa orang tua Kania. Jadi … saya mohon pak Adit juga mbak Sari mau membantu." pinta pak Koswara.
__ADS_1
Mom Adeline bersikap bijak dengan memberikan solusi bagi pak Koswara dan Kania. Ia setuju tes DNA dilakukan secepatnya. Dad Barend akan mengurus semua. Pak Koswara dan Kania diminta menunggu kabar selanjutnya dari keluarga Sari.
Pak Adit pun akhirnya setuju untuk melakukan tes DNA, ia juga berharap kalau Kania benar putri dari Imran. Setidaknya ia bisa merawat keponakannya sebagai pengganti Imran.
"Kejutan di siang hari bolong." gumam Sari saat menatap pak Koswara dan Kania pergi.
"Gue nggak nyangka lho ceritanya begini, berasa liat sinetron!" sahut Doni
"Jangankan kamu Don, aku yang berkaitan sama mereka juga nggak percaya." ujar Sari.
"Eh kenapa Lo nggak nanya ke Tante Danique, Sar? Kan Lo bisa komunikasi sama die?" usul Doni.
"Tau dah, aku lagi nggak mood nih berhubungan sama segala macam demit. Mau tidur aja buat persiapan nanti malam!" Sari berlalu meninggalkan mereka berdua.
"Eh Sar, emang lo mau kemana? Ngikut dong, bosen dirumah aja?!" pinta Doni.
__ADS_1
"Mau dating?!" sahut Sari sambil melambaikan tangan pada Doni dan Bagas yang hanya bisa termangu menatap Sari masuk ke dalam kamar
"Wah luput kita Don, kalah sama demit cakep?!"