Balada Cinta Sang Penari

Balada Cinta Sang Penari
Bab 61


__ADS_3

"Wayang orang?"


Warga itu berlalu meninggalkan Sari. Bagas dan Doni kemudian mengajak Sari untuk mendekati pagelaran. Benar saja disana sudah berkumpul warga yang mengerumuni sekelompok penari yang keseluruhannya adalah pria.


Para penari pria itu masing-masing membawa topeng di tangannya yang dibalut dengan kain. Mereka terdiri dari 12 orang pria, 2 orang adalah penari bodoran yang berdandan layaknya Semar, 1 orang berdandan layaknya kera putih, sisanya berdandan dengan atribut berbeda. Ada yang memakai mahkota layaknya raja, ada pula yang memakai sayap layaknya tokoh Gatotkaca.


Alat musik yang digunakan seperti saron, gong, kecrek, bahkan diberikan tambahan alat musik modern lain seperti drum dan piano modern sebagai penambah efek suara.


Awalnya para penari akan menari bersamaan dengan formasi berbanjar 3 baris tarian mereka rampak dan sederhana. Mereka mengakhiri tarian awal dengan memutar membentuk lingkaran sebelum keluar arena.


Musik kembali dimainkan, setiap penari  unjuk gigi dengan memakai topeng masing-masing. Setiap topeng memiliki maknanya sendiri. Bagas dan Sari terus memperhatikan tarian mereka, dan tentu saja bentuk topeng yang dikenakan para penari.


"Sar, penari topeng tuh apa yang di sana ada dalam mimpimu?" Tanya Bagas


Sari menggelengkan kepalanya,


"Nggak ada Gas, sepertinya bukan penari ini yang ada dalam mimpiku topeng yang digunakan berbeda bentuknya juga penarinya semua wanita. Pakaian yang dikenakan juga lain." 


"Berarti ada jenis tarian lain yang kita belum tahu." Sahut Bagas


Sari mengangguk tanda setuju, setelah beberapa lama melihat pertunjukan wayang orang itu mereka memutuskan untuk pergi. 


Hari telah beranjak siang mereka pun kembali ke rumah Abah Hadi. Rara dan Ahmad telah menunggu kedatangan mereka bertiga. Ada sesuatu yang ingin mereka bicarakan.


"Gas, ada yang mau aku kasih lihat ni ke kamu," kata Ahmad tak lama setelah Bagas beristirahat sejenak. 


"Ada apa ni?"


"Lihat deh hasil preview kita sementara." 

__ADS_1


Ahmad menggeser laptopnya kepada Bagas, ia melihat hasil preview yang dibuat Ahmad. Awalnya tidak ada hal yang aneh video menunjukkan proses persiapan ranggap dan sesaji untuk pelaksanaan sintren. Hingga menit ke 12 tampak kamera mulai gagal fokus dan berkali kali kelebatan bayangan muncul.


Bagas terkejut dan menatap ke arah Ahmad, yang ditatap hanya memberi kode untuk melanjutkan melihat. Bagas kembali melihat video, keanehan kembali terjadi entah mengapa kamera bergerak dan menyorot pada satu sudut dan sosok hantu bertopeng itu muncul.


"Mad … ni apa apaan kok jadi gini?!" 


"Itulah Gas, daritadi Rara juga aku mpe merinding nih berkali kali kita coba liat ulang mpe bolak balik cek. Its gone, liputan kita hilang hanya beberapa yang tersisa lainnya semua gitu!" Kata Ahmad dengan sedikit penekanan.


"Gila, masa iya kita ngulang dari awal sih. Lo yakin hasil shooting kita hilang semua?" Tanya Bagas


"Definitely, everything is empty … cuma ninggalin jejak hitam."


Bagas dan Ahmad juga Rara saling berpandangan. Sesuatu tidak berjalan semestinya dan mereka bersiap menerima kembali kemarahan sponsor utama, Pak Adit. 


"Terus gimana ini, kita dikejar oleh waktu dan sekarang semua diluar kendali." Kata Bagas sambil mengacak rambutnya.


"Kita meeting bentar deh, kumpulin yang lainnya sekarang!" Perintah Bagas pada Ahmad.


Bagas tidak mau ambil pusing tentang Pak Adit, pikirannya saat ini hanya fokus pada liputan yang kacau. Sari dan tim berkumpul di ruang tengah, sengaja Bagas meminta Mas Hendra untuk ikut dalam meeting.


"Sebelum kita mulai, saya mau kalian lihat ini!" 


Bagas memperlihatkan hasil preview yang tadi ia lihat pada Sari, Doni, dan juga Mas Hendra. Beberapa saat setelah melihat video mereka saling berpandangan. Yang terbesit dalam benak Sari hanya satu, bingung.


"Ini … ?"


"Ya, kabar buruk liputan kita hilang semua dan hanya menyisakan sosok itu saja. Ini artinya besok kita betul-betul harus kerja keras lagi." Kata Bagas dengan tegas.


Mas Hendra memandang Bagas dengan sangat serius, 

__ADS_1


"Gas, kamu perlu bantuan Mang Aa … ini situasinya sudah diluar kendali kalian semua!" 


"Harus ya mas?" Tanya Bagas


"Kamu mau ini terjadi lagi? Ya mas terserah kamu sih, kamu ketua tim putuskan yang terbaik!" Saran Mas Hendra pada Bagas.


Bagas berpikir sejenak, ia kemudian menatap Sari yang juga menunggu keputusan Bagas.


"Sar, ikut aku ke Cirebon kita jemput Mang Aa sekarang!" 


...****************...


...Selamat pagiii....saya ucapkan, ...


...Selamat Tahun Baru 2022...


...Semoga ditahun yang baru ini impian dan cita-cita kalian semua tercapai yaaa......


...*yg mo nikah disegerakan dan dilancarin acaranya...


...*yg belum punya pacar semoga tahun ini dapet, jangan lelah untuk mencari😋...


...*yg blm dapet kerjaan semoga bisa dapet pekerjaan impian tahun ini...


...*yg belum punya momongan semoga dapet yaa...


...*pokoknya yg belum2 dah semoga tercapai...


...selamat beraktifitas di awal tahun, have a nice day and stay healthy.......

__ADS_1


...love u all😘😘🥰🥰...


__ADS_2