
"Tell me, where is she now?!"
(beritahu padaku dimana dia sekarang?!)
Pertanyaan Sari membuat Arjuna semakin terkejut. Ia tidak menyangka gadis yang berada di depannya memiliki hubungan kekerabatan dengan Danique, salah satu wanita yang pernah dijadikan tumbal olehnya.
Masih teringat jelas dalam benaknya wajah Danique yang berwajah mirip dengan Sari. Wanita Belanda yang dulu sempat ia jadikan pelarian dari istrinya, andai dulu tidak terjadi keributan mungkin Danique masih tetap hidup saat ini, dan menjadi istrinya.
...----------------...
Pertemuan Danique Van Leeuwen dengan Arjuna terjadi saat Danique dan timnya melakukan riset seni budaya di galeri milik ayahnya. Ia jatuh hati pada pandangan pertama pada Danique, karena tidak ingin kehilangannya Arjuna memakai ilmu pelet yang dikuasainya untuk memikat Danique dalam waktu singkat.
Danique yang tidak memahami apa pun dengan mudah terpikat pada Arjuna dan meninggalkan Imran kekasihnya. Keributan besar terjadi saat Istri Arjuna memergoki mereka berdua, pertengkaran hebat terjadi diantara mereka. Danique yang tidak memahami persis permasalahannya hanya bisa diam.
Dalam waktu singkat Danique benar-benar dibuat mabuk kepayang oleh Arjuna, pria yang baru saja dikenalnya. Tamparan dan makian dari istri Arjuna, tidak menyurutkan langkahnya untuk mundur. Ia bahkan nekat memutuskan pertunangannya dengan Imran.
__ADS_1
Sesuatu yang diawali dengan buruk akan berakhir dengan buruk juga. Itulah yang terjadi pada Danique. Arjuna ingin menikahinya tanpa sepengetahuan sang istri tapi rencananya gagal.
Saat Danique sedang belajar tari topeng lengkap dengan pakaian penarinya, sang istri datang melabrak Arjuna juga Danique. Insiden berdarah terjadi hari itu.
Hari dimana Danique harus tewas mengenaskan. Istri Arjuna mendorong kuat Danique hingga membentur salah satu tiang penyangga aula pertunjukan. Danique pingsan dan semuanya yang ada disana panik.
Arjuna membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Sebenarnya Danique telah membaik karena hanya mengalami luka kecil, tapi istrinya mengancam akan melaporkan perbuatan Arjuna pada ayahnya yang notabene adalah penyumbang dana terbesar galeri Dewangga.
Arjuna panik dan memohon pada istrinya agar memaafkan perbuatannya. Ia takut menghadapi kemarahan Mang Usep jika sampai aliran dana ke galeri dari mertuanya terhenti. Ketakutannya pada Mang usep dan juga istrinya membutakan mata Arjuna. Ia memutuskan untuk menumbalkan Danique sebagai pengganti calon lainnya.
Arjuna yang kalut menyeret tubuh Danique menuju sebuah jurang. Sang istri rupanya membuntuti Arjuna, mereka kembali berdebat dengan Danique yang masih tergeletak bersimbah darah di depan mereka. Tanpa rasa kasihan istri Arjuna masih memaki Danique yg tak bernyawa, setelah puas mengancam dan memaki Arjuna dia pergi meninggalkan mereka di hutan yang gelap dan sunyi.
Arjuna kembali menyeret Danique hingga ke tepi jurang. Ia berhenti untuk menatap Danique yang terakhir kalinya, ia menangis dan meminta maaf pada Danique, sebelum akhirnya melempar kan tubuhnya ke dalam jurang terjal. Arjuna menyesali perbuatannya, ia menyukai Danique meski takdir tidak berpihak dengan baik padanya.
...----------------...
__ADS_1
Sari yang bisa melihat jauh ke dalam kenangan Arjuna terkesiap. Rasa marah dan kecewa bercampur menjadi satu. Kenangan Arjuna yang bisa Sari lihat dengan kekuatannya menjawab semua teka teki yang ada dalam benak Sari.
Arjuna masih menatap tajam Sari, ia marah karena Sari telah mengungkit masa lalu yang ingin dia lupakan.
"Mbak Sari sebaiknya berhati-hati kalo mau pake kekuatan. Mbak Sari nggak tahu kan berhadapan dengan siapa?" Arjuna mengingatkan Sari yang telah lancang memasuki pikirannya.
"Saya hanya mencari kebenaran! Dan itu hak saya sebagai keluarga Danique Van Leeuwen!" jawab Sari tak kalah tegas.
"Mbak Sari sudah melanggar batas kesabaran saya. Jangan salahkan saya kalo terjadi apa-apa kedepannya!" ancam Arjuna.
"Mas Juna juga lupa sedang berurusan dengan siapa sekarang?!" tanya Sari balik.
Arjuna terdiam dan menatap Sari selama beberapa saat, ia kemudian berkata dengan nada ancaman,"Pergilah, sebelum habis kesabaran saya. Sekali lagi saya peringatkan jangan macam-macam dengan kami!"
Saya nggak macam-macam kok, cuma semacam doang … menuntut balas!
__ADS_1