Balada Cinta Sang Penari

Balada Cinta Sang Penari
Bab 33


__ADS_3

Beberapa gadis muda dan sekelompok pria datang tiba di pendopo Seca Branti. Mereka adalah seniman sintren yang terdiri dari para penari dan penabuh musik. Pak Koswara tersenyum ke arah mereka. 


" Naaah itu mereka datang, perkenalkan mereka inilah para seniman sintren yang ada di bawah naungan Seca Branti. Semuanya ini adalah penerus dari keturunan sebelumnya." Kata Pak Koswara menjelaskan


Rombongan itu pun duduk di sebelah Pak Koswara. Ada satu gadis yang menarik perhatian Sari, gadis itu tampak lebih menonjol dibandingkan dengan yang lainnya.


 Ia tampak lebih cantik dan dewasa dengan tubuh sintalnya yang proporsional dan kulit kuning langsat. Rambutnya digerai sempurna menampakkan kecantikannya diantaranya yang lainnya.


"Pak, bisa jelasin awal mula kesenian ini bagaimana saya hanya dapat gambaran sekilas dari Googling mungkin bisa dijelaskan dari ahlinya langsung?" Tanya Bagas


"Seni sintren dulunya dibuat untuk mengelabui tentara Belanda, jaman penjajahan dulu segala bentuk kesenian yang menampilkan sisi perjuangan seperti sajak dan syair itu dilarang mas, jadi para seniman berinisiatif untuk menyisipkan pesan moral melalui tarian sintren." 


"Diambil dari kata si yang artinya dia dan tren yang artinya Putri sehingga sintren bisa diartikan Si Putri atau Sang penari." Kata Pak Koswara menerangkan pada Bagas dan timnya


"Oh begitu, saya dengar butuh ritual khusus ya pak sebelum pertunjukan dimulai?" Tanya Bagas


"Ritual khusus memang ada mas apalagi untuk penarinya, mereka harus menjalani puasa terlebih dahulu selama tiga hari berturut turut dan menjauhi perbuatan maksiat begitu juga dengan yang lainnya. Kalau sebelum acara dimulai ya biasalah… pawang akan mengadakan ritual tersendiri." Jawab Pak Koswara


"Besok kami akan mengadakan pertunjukan sintren, undangan dari juragan Agah Engkus yang mau nikahin anaknya." Ujar pak Koswara


"Wah kebetulan tuh pak, acara jam berapa ya pak?" Tanya Bagas


"Wah kami biasanya dari malam sudah bersiap mas, kalau mau nanti malam saya tunggu kalian disini nginep sini kalau perlu biar bisa liat persiapan dari awal sampai akhir acara." Kata Pak Koswara menawarkan pada Bagas


"Siip pak, kami siap." Jawab Bagas tegas

__ADS_1


"Eh lu Gas main sap sip aja, kita bagaimana kan belum siap-siap?" Protes Doni.


"Nah tanggung jawab lu lah ngapain dibayar mahal ma Pak Adit, urusin dah semuanya ma Ahmad gue ngurus disini ma Sari." Jawab Bagas.


"Heeem… otak lu Gas modus Bae." Sahut Doni.


"Bukan modus Don, aji mumpung." Jawab Bagas sambil menjulurkan lidahnya mengejek Doni.


"Mari silahkan ini makanan sama minumannya, kita ngobrol santai aja dulu sebelum sore nanti melakukan persiapan." Kata Pak Koswara.


Mereka pun menikmati hidangan kecil yang sudah disediakan oleh tuan rumah. 


Sari tergelitik untuk menuju ruang kostum dan tempat penyimpanan alat pengiring sintren.


Beberapa penabuh sedang mengeluarkan alat-alat musik dari dalam ruangan, begitu juga dengan para penarinya sedang mempersiapkan pakaian yang akan mereka kenakan besok.


"Hai, saya Sari boleh duduk disini bareng kalian?" Tanya nya pada beberapa penari yang berkumpul


"Boleh mbak, silahkan maaf disambi nyiapin perlengkapan ya mbak." Jawab salah satu penari 


"Oh ya, nda apa kok lanjutin aja say cuma penasaran mau lihat persiapannya aja." Sahut Sari


Dengan seksama Sari memperhatikan pakaian yang disiapkan para penari. Ia sedikit penasaran dengan pakaian yang disiapkan,


"Ini namanya apa mbak?" Tanya Sari

__ADS_1


"Ini baju golek dan yang ini celana cinde, pakaian yang digunakan saat menari mbak kalo yang ini namanya kostum mekak." Jawab seorang penari yang menarik perhatian Sari dengan wajah ayunya sambil menunjukkan pakaian dari bahan beludru warna hitam dengan hiasan Monte Monte bermotif sulur


"Harus warna hitam ya?" Tanya Sari


"Hitam melambangkan kebijaksanaan dan penanda kematangan jiwa sang penari sintren, tapi ada juga sih mbak yang hanya pake kebaya dan kain jarik buat menari tergantung adat dan kebiasaan masing-masing paguyuban." Kata penari ayu itu menjelaskan.


"Oh gitu ya, kenalin saya Sari," 


"Saya Ratih mbak." 


"Sudah lama ikut jadi penari sintren?" Tanya Sari


"Lumayan mba sejak saya masih SMP sampai sekarang." Jawab Ratih


"Umur kamu sekarang berapa?"


"Umur saya mau 21 tahun mbak."


"Jadi sekitar tujuh tahunan ya, wah dah lama juga ya… senior dong disini?" Kata Sari


"Ya begitulah mbak." Jawab Ratih


"Nda kepikiran buat berhenti?" Tanya Sari lagi


"Belum sih mba, nanti kalau ada yang melamar saya baru saya berhenti mbak." Jawabnya disambut Sari dengan anggukan kepala.

__ADS_1


Sebuah bisikan halus terdengar di telinga Sari seolah memerintahkan dirinya untuk masuk ke dalam ruangan tempat penyimpanan pakaian. Bisikan itu seolah menghipnotis Sari untuk beranjak dari duduknya.


__ADS_2