
Sari berteriak dan terjatuh, sosok mengerikan itu menerkamnya bagaikan singa meluapkan amarah yang seolah tertahan dan terpendam. Suara lengkingannya memekakkan telinga belum lagi wajah menyeramkan itu membuat Sari memilih untuk memejamkan matanya.
Ya Allah, seseorang tolong aku… ucapnya dalam hati.
Sari terjatuh dengan posisi saling bertumpang tindih dengan penari bertopeng penuh darah itu. Bau anyir dan hawa mistis menyeruak ke seluruh area.
Tanpa Sari sadari seorang anak lelaki tampan berkulit putih bersih yang sangat menggemaskan berlari ke arahnya. Anak kecil itu dengan serta merta membantu Sari, ia memukul beberapa kali kepala penari dengan rambut kusut masai itu seraya berteriak,
"Stop it naughty monster!"
Sari terkejut mendapati seorang anak kecil yang begitu berani membantunya mengusir sosok menyeramkan yang menyerangnya.
Belum juga usai keterkejutan dirinya tentang bocah kecil itu seekor Maung putih datang melompat dan melesat bak kilat menuju Sari.
__ADS_1
Mengaum keras dan menggigit lengan wanita gaib berbaju penari yang langsung menghilangkan dirinya melarikan diri.
Sari kebingungan, ia tidak mengerti dan memahami apa yang sedang terjadi semua terjadi begitu cepat dan tiba-tiba.
Apa yang terjadi, siapa anak kecil ini, kenapa dia menolongku … lalu apa itu, seekor harimau putih Ya Allah mimpi apa aku ini, batinnya sendiri.
Sari masih terheran heran ketika kemudian seorang wanita berparas cantik yang sedang hamil mendekati anak kecil yang telah menolongnya tadi.
Siapa dia, ibunya kah? Tanya Sari lagi dalam hati.
Anak itu menggaruk leher maung putih itu seraya berbicara, "Good boy!"
Semua mata tertuju pada apa yang dilakukan oleh anak kecil itu termasuk Sari yang bergidik ngeri membayangkan seekor harimau yang notabene makhluk buas pemangsa bertekuk lutut dihadapan anak kecil itu.
__ADS_1
Bagi sebagian orang tangan anak itu jelas hanya menggantung seperti tidak ada apa-apa di depannya. Tapi bagi yang mengerti pasti tidak percaya dengan apa yang dilakukannya. One word, amazing.
Harimau itu menyingkir dan pergi ke arah dua orang lelaki yang Sari tidak mengetahui siapa mereka. Sari hanya melihat makhluk buas itu menghilang setelah berada dekat dengan seorang pria Flamboyan yang memiliki aura kuat.
Sari mendapati tatapan marah dari Pak Koswara, dan ia tahu ini buruk bagi timnya. Mungkin Pak Koswara marah padanya karena persiapan acara untuk besok porak-poranda. Artinya mereka harus mengulang lagi ritual acara malam nanti.
Pak Koswara beralih menatap ke arah anak lelaki tampan itu tetapi bukan tatapan penuh amarah lebih ke arah penasaran dan menyelidik.
Perempuan berparas cantik itu membantu Sari duduk, dia terlihat linglung dan shock dengan apa yang baru dialaminya. Mereka menjadi pusat perhatian semua orang yang berada disana baik dari tim Sari maupun dari pihak Pak Koswara karena ulah anak kecil itu.
"Mommy … let Daddy help her! Miss Sari need more power to get healthy," ucap anak kecil itu seperti pahlawan.
"Miss Sari, my name is Pandji. You can call me Mas Pandji!" Sambungnya serius sambil mengulurkan tangan pada Sari.
__ADS_1
" …" Sari tersenyum geli melihatnya.