Balada Cinta Sang Penari

Balada Cinta Sang Penari
Bab 73


__ADS_3

Bagas mengajak Sari dan Doni menuju ke suatu tempat. Ia menemukannya saat melakukan liputan sintren kedua kemarin. Pesisir pantai. Ada jalan tembus diantara dua desa yang rupanya terhubung ke daerah pantai.


"Wah keren, darimana kamu tahu tempat ini Gas?" Tanya Sari penasaran


"Dari warga sekitar, kemarin iseng nanya pas liputan." 


"Bagus sih Gas, tapi Lo lupa sekarang jam berapa? Ini panas banget. Kegantengan gue ketutup dah ma eksotik nya kulit kalo begini caranya!" Keluh Doni


"Siapa suruh ikut? Biar eksotik tapi nilai kearifan lokal tinggi Don!" Ledek Bagas


"Iya saking eksotiknya mpe kagak laku-laku gue!" 


"Kamu eksotiknya kebangetan alias gosong!" Gantian Sari meledek Doni.


Doni terus menggerutu menyesali dirinya yang mengikuti Bagas dan Sari. 


Mereka beristirahat sejenak di pinggiran pantai sambil menikmati es kelapa muda. Beberapa warga membuka kios kecil dan menyewakan tempat bersantai bagi mereka yang datang.


Mereka bertiga memilih duduk di bawah rimbunnya pohon Cemara yang sengaja ditanam oleh pemerintah desa setempat di sepanjang pesisir untuk mengurangi rasa panas. 


"Gimana Sar, dah adem pikirannya?" Tanya Bagas.


"Sedikit."


"Kita harus pikirin gimana caranya buktikan Pak Adit bersalah. Mang Aa bilang Pak Adit itu adiknya Imran tunangan Tante Danique." Kata Sari lagi


"Hah, jadi pak Adit beneran adiknya Imran?" tanya Bagas


Sari mengangguk, ia lalu menceritakan informasi yang ia dapat dari Mang Aa semalam. 

__ADS_1


"Jadi begitu ceritanya, tapi itu masih mentah Sar belum membuktikan kalo benar Pak Adit yang mau nyelakain kamu semalam!" Ujar Bagas menanggapi cerita Sari.


"Betul Sar, Lo butuh bukti nyata bukan sekedar cerita!" Timpal Doni.


"Setidaknya ada hubungan dari kematian Imran dengan apa yang dilakukan pak Adit tempo hari." Sahut Sari


"Lalu buku tua itu?" Tanya Bagas


"Aku belum nanya lebih jauh ke Mang Aa, dia cuma bilang aku harus meluruskan salah paham yang terjadi antara keluarga kami."


" Maksudnya gimana nih?" 


"Dari cerita Mas Hendra juga Mang Aa, sepertinya pak Adit menaruh dendam sama keluargaku terutama Tante Danique. Ia masih menyalahkan tanteku atas kematian kakaknya, Imran." 


"Dendam yang membawa angkara murka judulnya." Kata Bagas.


"Lo bikinlah sana, jadi penulis novel online. Kali aja nemu jodoh disana Don!" Saran Bagas sambil tertawa.


Doni kembali menggerutu, ia kesal karena setiap perkataannya dijadikan bahan ledekan kedua sahabatnya.


"Terus sekarang gimana, apa rencana kamu?" Tanya Bagas


"Pecahkan misterinya, dan temukan Tante Danique." Jawab Sari


Mereka bertiga sepakat dan setuju untuk menyelesaikan misteri yang berawal dari buku tua itu. Hari beranjak sore, Bagas mengajak mereka kembali sebelum gelap. 


Sepanjang jalan pikiran Sari dipenuhi bagaimana cara untuk menemukan jawaban dari semua mimpi dan firasat nya.


Sari lebih banyak diam di sepanjang jalan pulang, tiba-tiba ia kembali merasakan sesuatu. Sebuah bisikan,

__ADS_1


"Sari … disini!"


Sari tersentak kaget, ia mencari sumber suara yang berasal dari luar. Matanya terhenti saat mereka akan melewati bangunan tua yang tampak terbengkalai dengan rumput ilalang menjulang tinggi di sekitarnya. Penari bertopeng itu berdiri di dekat salah satu tiang besar bangunan. Sari menjerit.


Bagas terkejut dan menghentikan laju mobil secara mendadak.


"Apa, ada apa Sar?" Tanya Bagas bingung


"Iya, apaan sih Sar bikin jantungan aja?!" Seru Doni


Sari tidak menjawab, ia segera keluar dari mobil dan menuju bangunan tua itu. Bagas dan Doni saling berpandangan mereka bingung namun sejurus kemudian ikut keluar menyusul Sari.


...****************...


Selamat bermalam Minggu yaa... semoga episode kali ini bisa menemani malam Minggu kalian semua🥰


Buat yang jomblo tenang saya temenin pake bacaan baru maukah?


Perkenalkan novel terbaru dari saya, jika berkenan silakan mampir dan intip ceritanya.


Dibuat berdasarkan kisah nyata tentang dua anak manusia yang berbeda generasi tapi disatukan oleh ikatan cinta gaib yang merupakan warisan leluhur masing-masing.


Jiwa, hati, dan pikiran mereka saling terhubung melalui telepati.


Penasaran kan gimana ceritanya, intip yuuk....masih bergenre horor yang dibalut romansa fantasi siapin mental kamu kalo baca malem2🤭🤭


MET malam mingguan yaa...love u all🥰


__ADS_1


__ADS_2