Balada Cinta Sang Penari

Balada Cinta Sang Penari
Bab 136


__ADS_3

Sari yang masih penasaran dengan kedatangan pak Koswara bersama Seno dan gadis remaja itu pun kembali mengajukan pertanyaan.


"Pak Adit? Apa masalah teluh itu belum selesai?"


"Ehm, bukan mbak … ini tentang … nanti saya jelaskan, bisa minta tolong panggilkan Pak Adit sama perwakilan keluarga mbak Sari dulu?!" pinta pak Koswara yang semakin membuat Sari penasaran.


"Ehm, iya deh tunggu sebentar saya panggilkan dulu." Sari menatap Pak Koswara dengan penuh tanda tanya, tapi akhirnya ia pun berlalu untuk memanggil pak Adit juga mom Adeline. Bagas dan Doni mengekor Sari masuk ke dalam.


Pak Koswara menunggu dengan cemas, sesekali ia dan Seno saling bertatapan. Begitu juga dengan gadis cantik di sebelahnya. 


"Gas, Lo ngerasa aneh nggak sih?" bisik Doni dari kejauhan.


"Iya nih kenapa gue curiga yaa?!"


"Sama, gue juga. Kenapa tiap ketemu Pak Koswara kita sial mulu sih?!" Doni sedikit kesal karena mang beberapa mereka harus berhadapan dengan hal yang kurang menyenangkan selama liputan sintren.


"Tau dah, jadi penasaran gue ada apaan yak?! Kita nimbrung aja deh, pura-pura bawain minum!" Bagas memiliki ide untuk bisa ikut curi dengar di depan ketika melihat Bi Inah hendak membawakan minuman dan makanan untuk pak Koswara.


"Wah brilian idemu Bos!" sahut Doni yang segera menyambar nampan berisi minuman dari tangan Bi Inah.


"Bi, sini saya aja ma Bagas yang anterin ke depan! Sana Gas, Lo ambil yang lain?!"

__ADS_1


Bagas pun menimpali perkataan Doni, "Mana Bi yang lain, biar saya bawain ke depan." 


Bi Inah yang kebingungan dengan sikap mereka berdua hanya bisa mengangguk dan menuruti kemauan Bagas dan Doni.


Pak Adit, Tante Kurnia, dan juga Mom Adeline sudah berada di ruang tamu saat Bagas dan Doni membawa makanan dan minuman. Rasa penasaran bercampur tegang tampak jelas terlihat di wajah mereka.


"Maaf, ada apa ini pak Koswara datang kesini? Sari bilang ada yang perlu dibicarakan?" tanya Mom Adeline membuka percakapan.


Pak Koswara menatap mom Adeline dan gadis remaja itu. Ia menghela nafas panjang sebelum mengatakan sesuatu yang mengejutkan semua orang yang berada disana.


"Begini, kedatangan saya kemari karena … ehm, ada sesuatu hal penting yang wajib saya sampaikan pada pak Adit dan juga keluarga besar mbak Sari"


"Tentang apa ya, kenapa saya juga terlibat?" tanya pak Adit heran.


"Iya pak kami sudah memaafkan kok, langsung aja ke poin pentingnya deh pak. Ada apa ini tiba-tiba datang kesini?" sahut Sari tanpa menunggu mom Adeline bicara.


"Saya kesini mau … mengenalkan anak ini ke keluarga besarnya." jawab Pak Koswara ragu, ada rasa takut jika keluarga besar Sari menolak gadis cantik yang sudah menginjak usia remaja itu.


"Maksud pak Koswara siapa?" tanya Mom Adeline bingung.


"Kenalkan ini Kania, putri kandung dari Arjuna dan Danique Van Leeuwen." 

__ADS_1


Pernyataan pak Koswara tentang putri kandung Tante Danique sontak membuat semua yang ada disana terperanjat. Mereka sangat terkejut mendengar pernyataan pak Koswara. 


"Apa, dia putri kandung Danique?" Mom Adeline menatap gadis remaja yang menundukkan kepalanya itu. Kania ketakutan.


"Astaghfirullah … kenapa jadi begini? Pak Koswara nggak sedang bercanda kan?" tanya Tante Kurnia.


Pak Adit, Bagas, Doni dan Sari tak kalah terkejutnya. Berjuta pertanyaan ingin dikeluarkan Sari dari otaknya. Bagaimana mungkin Tante Danique bisa memiliki seorang putri tanpa diketahui keluarga besar dad Barend.


"Ini serius pak, apa bapak yakin Kania putri Arjuna sama Tante Danique?" tanya Sari


"Seno saksinya mbak." jawab Pak Koswara.


"Mas Seno bisa jelasin ada apa ini sebenarnya?" tanya Sari lagi.


"Maaf mbak Sari tapi ini memang benar. Kania, putri dari Mas Juna dan Danique, Tante mbak Sari. Maaf jika saya nggak berterus terang dan pura-pura nggak kenal Danique. Saya takut." Seno menjelaskan pada Sari


Mom Adeline tidak mau begitu saja menerima kenyataan yang dibuka Pak Koswara. Ia terus menatap Kania berusaha memastikan kemiripan wajah dengan Danique.


"Saya nggak bisa bilang apa-apa dulu. Kami butuh tes DNA untuk membuktikan Kania memang putri Danique." kata Mom Adeline dengan bijak.


"Saya mengerti, dan kami siap untuk melakukannya. Demi masa depan dan kejelasan nasib Kania juga." jawab Pak Koswara dengan mantap.

__ADS_1


Sari menghela nafas tugasnya menemukan Danique belum selesai masih bertambah dengan kemunculan Kania.


Tante, tolong jangan bikin kepala Sari tambah pusing!


__ADS_2