
Suasana yang tegang agak mencair dengan candaan Doni yang selalu bisa membuat mereka tertawa meski terkadang Bagas harus menjadi sasaran. Mas Hendra meminta rekan yang lainnya untuk menyiapkan peralatan sesuai dengan rencana Doni.
Mang Aa mulai mengajarkan Sari cara menghindari ilmu hitam yang sekiranya akan dipakai Arjuna seperti pelet misalnya. Karena dari informasi Seno, Arjuna memakai pelet untuk memikat Tante Danique.
"Seno bilang, Tante Danique tertarik sama si Juna itu karena ilmu pelet. Kalau tebakan Sari benar, besok Arjuna pasti ngejar Sari. Trus Sari kudu gimana ni Mang?"
"Peluang untuk itu 50 : 50, Arjuna bisa aja tertarik bisa aja nggak. Kamu harus bisa menarik perhatiannya. Dia tertarik sama wanita cantik kan, pake pesonamu Sar!" jawab Mang Aa serius.
"Sar, request bisa? Pesonanya jangan banyak-banyak dikeluarinnya, takut habis saya nggak kebagian." ujar Bagas dengan menampakkan barisan giginya.
"Bagas, serius ini jangan becanda?!"
"Siap Beib!"
Mang Aa tersenyum, ia lalu kembali melanjutkan perkataannya.
"Pelet itu sendiri sebenarnya bagian dari ilmu gaib yang memanfaatkan alam bawah sadar manusia dengan tujuan membuat seseorang yang disukai atau dicintai menjadi cinta mati."
"Sayangnya bagi sebagian orang ilmu ini disalahgunakan untuk hal lain yang tidak sepantasnya, seperti menguras kekayaan, balas dendam karena cintanya ditolak, atau bahkan menarik tumbal seperti yang dilakukan Usep."
Sari geram jika mengingat perbuatan mereka pada tantenya. Kebutuhan untuk memenuhi perjanjian dengan iblis membuat nyawa orang-orang yang tidak bersalah hilang.
"Sari harus gimana mang?"
__ADS_1
"Ini nggak gampang Nok, cara menghindari ilmu hitam seperti ini nggak bisa dipelajari dalam semalam saja semuanya butuh proses. Mamang cuma bisa kasih kamu saran aja, selebihnya biar Mamang sama Hendra yang back up kamu dari belakang." jawab Mang Aa
"Terus apa yang harus Sari lakuin?"
Mang Aa menarik nafas panjang, ia menatap mas Hendra sebentar lalu mengatakan pada Sari cara menghindari terkena ilmu pelet.
"Mohon perlindungan sama Yang Kuasa, cuma Dia yang bisa melindungi kamu."
"Jangan menerima makanan atau minuman apa pun dari Arjuna, bisa aja dia memasukkan mantra sihir dalam makanan atau minuman."
"Nah ini agak susah Mang, kan biasanya mereka menjamu kita. Nggak sopan kalo kita nolak apa yang sudah disediakan kan? Sari harus beralasan apa coba? Kan nggak mungkin Sari bilang lagi puasa?" tanya Sari khawatir.
"Berdoa sebelum kamu memakan atau meminum hidangan yang disuguhkan, minta kuasa Gusti Allah agar terhindar dari kekuatan diluar nalar. Kamu harus bertindak senormal mungkin Sar!" jawab Mang Aa.
"Gunakan pelindungmu, ajak mereka bicara! Mereka bisa mendeteksi bahaya yang bisa mengincar keselamatan kamu!" Mas Hendra menambahkan saran dari Mang Aa.
"Iya, gunakan mereka!"
"Gimana kita tahu kalau mereka yg ngomong?" tanya Sari
"Pake feeling kamu, biasanya bisikan mereka bersinergi dengan tubuhmu. Kamu bakal tahu dengan sendirinya." kata Mas Hendra menjelaskan sedikit.
"Mamang pesan sama kamu Sar, kendalikan emosi kamu. Salah satu penjagamu sangat aktif dan memanfaatkan energi amarahmu untuk menyerang." pesan Mang Aa pada Sari.
__ADS_1
"Macan putih?" gumam Sari.
"Iya, maung bodas … pelindungmu, Arjuna pasti bisa segera tahu kamu memiliki salah satu penjaga, makanya kontrol amarahmu."
Mang Aa tahu persis bagaimana sifat Sari yang tak jauh dari sifat Mom Adeline, ia sedikit khawatir jika Sari lepas kontrol. Doni yang sudah selesai membantu dua rekannya segera bergabung dengan mereka.
"Mang, boleh nanya? Kalo ada orang yang pake mustika pemikat apa bisa terlihat sama orang lain? Maksud saya, tanpa disengaja." tanya Doni pada Mang Aa membuat Bagas penasaran
"Eeh, tumben nanya begituan Don?"
"Lagi pengen berguru juga gue biar pinter!" jawab Doni
Mang Aa dan Mas Hendra tertawa,
"Sar, banyak bener yang mau ngelindungi kamu? Mamang kalah ini."
"Mas Doni liat itu dimana kalo boleh mas Hendra tau?"
"Kemarin, waktu ketemu Arjuna. Dari dalam mulutnya ada benda warna merah keliatan berkilat waktu dia bicara." jawab Doni serius.
Bagas dan Sari yang belum pernah melihat Doni seserius itu pun terkejut.
"Seriusan Lo liat gitu di Arjuna?" tanya Bagas
__ADS_1
Doni mengangguk, "Waktu Lo ma si Ahmad terpesona ma Juna gue nggak ngerasa dia gitu. Yang gue lihat malah biasa aja, makanya heran gue liat kalian berdua kayak orang ketemu cewek cakep blingsatan gitu."
Jawaban Doni membuat Mang Aa dan Mas Hendra saling berpandangan dan memberi kode. Doni memberikan informasi penting bagi mereka tanpa ia sadari. Sesuatu yang akan membuka jalan mereka menuju sebuah pertarungan gaib antara hitam dan putih.