
Sari menghabiskan malam panjang setelah penyerangan dirinya pagi tadi. Tubuhnya terasa lelah tapi ia sendiri takut untuk terlelap. Rasa sakit yang begitu hebat yang ia rasakan sepanjang hari tadi membuatnya sedikit trauma.
Sari meminta Mang Aa dan Mas Hendra menemaninya malam ini, sambil sedikit mempelajari khodam yang ia miliki.
"Kamu nggak capek?" tanya Mas Hendra.
"Nggak, cuma takut mau tidur." jawab Sari, ia sedikit ngeri membayangkan mimpinya lagi.
"Badan kamu gimana, apa masih sakit?" mas Hendra menanyakan lagi sambil memegang kening Sari dengan punggung tangannya.
"Masih sedikit sakit tapi biasa kok."
"Besok dokter Fajar kesini buat ngecek kondisi kamu, dia temen mas udah paham kok sama kondisi kayak kamu gini. Istirahat deh, udah malam"
"No, Sari takut temenin Sari disini sampai bisa tidur!" pintanya pada Mas Hendra.
"Yaelah Sari … takut apalagi coba, kamu udah dipagarin sama Mang Aa, rumah juga udah dijagain. Takut apalagi coba, lagi itu dukun nggak bakalan nyerang kamu lagi malam ini. Dia juga pasti lagi kesakitan!" ujar Mas Hendra menjelaskan pada Sari agar tidak khawatir lagi.
"Sakit gimana kan yang diserang Sari, kenapa dia yang sakit?"
__ADS_1
"Gini lho Sar, dia mengirim sesuatu ke kamu dengan bantuan gaib itu pake energi. Gesekan energi antara kamu dan dukun itu juga cukup menguras energinya dia, artinya badan dia juga sakit."
"Jadi malam ini Sari aman?"
"Aman, entah besok." goda Mas Hendra sambil tersenyum jahil.
"Iiish, mas Hendra jangan gitu dong!"
"Hen, ni anak lagi trauma Sira malah ngomong sing bli kepenak." kata Mang Aa dengan tawa kecil.
(Kamu malah ngomong yang nggak enak)
"Berasa pengen ngejitak jidatnya ya Hen?" tanya Mang Aa.
Mas Hendra tertawa, ia mendekati Sari dan duduk bersebelahan dengannya di ranjang.
"Sar, dengerin mulai sekarang kami harus bisa memahami khodam milik kamu sendiri. Mata batin kamu sudah kebuka, kamu bisa panggil mereka kapan aja." kata Mas Hendra menjelaskan sedikit pada Sari tentang khodam.
"Manggil? Sari bisa komunikasi sama mereka?"
__ADS_1
"Iya, dia itu ngikutin pikiran kamu Sar. Kamu bisa nyuruh mereka buat njagain kamu karena memang mereka itu ada buat melindungi kamu baik dalam keadaan bahaya ataupun tidak." jelas mas Hendra lagi.
"Lho kalo mereka ngelindungi Sari kenapa tadi pagi Sari bisa begitu?" tanya Sari penasaran.
"Khodam kamu akan selalu berada di garda terdepan kamu entah dia kuat atau tidak dia pasti akan melawan dan bertahan buat melindungi tuannya." jawab Mas Hendra
"Sar, Mamang tanya semalam waktu kamu mimpi dikejar bola api apa kamu ketakutan?" tanya Mang Aa
"Ya iyalah mang, Sari takut! Dikejar bola api besar sama suara yang nakutin gitu siapa juga yang nggak takut!" jawab Sari membayangkan mimpinya semalam.
"Kamu sempat baca bacaan nggak?" Mang Aa kembali bertanya sambil menyalakan rokoknya.
"Iya sih, tapi banyak lupanya. Saking takutnya, sampai Sari lupa bacaan Mang." jawab Sari tersipu malu.
"Ya wajarlah kamu lupa orang takut dan ini kali pertama kamu ngalamin gitu!" sahut Mang Aa.
"Yang ngejar kamu itu sejenis jin namanya Banaspati, dari cerita kamu sepertinya dia jenis banaspati yang menyerap ketakutan sasarannya. Semakin sasarannya takut semakin besar kekuatan menghancurkannya!" kata Mang Aa menjelaskan pada Sari.
Banaspati, mengerikan! Jahat banget yang kirim aku pake jin jahat begitu, aku jadi penasaran siapa yang berani main-main denganku!
__ADS_1