
Mang Aa bersama Bagas dan timnya membicarakan strategi untuk menghadapi Mang Usep. Strategi itu harus benar-benar dipikirkan matang-matang untuk meminimalisir resiko.
Mengingat mereka mengincar gadis-gadis cantik sebagai tumbal, Mang Aa menyarankan Bagas, Doni, dan Ahmad yang terlebih dulu masuk untuk meminta izin liputan. Jika izin sudah didapat Sari akan masuk sebagai umpan. Awalnya Bagas dan Doni menolak, tapi Sari memaksa.
Mang Aa akan membimbing Sari untuk melatih kemampuannya sembari menunggu Mang Usep dan Juna memakan umpan. Rara untuk sementara waktu tidak boleh turun ke lapangan. Ia hanya akan standby di rumah Tante Kurnia. Tapi jika diperlukan Rara akan ikut membantu Bagas dan yang lainnya.
Sekitar jam sebelas siang Bagas, Doni Ahmad, dan Sari berangkat menuju galeri seni Dewangga milik Mang Usep. Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk menemukan galeri seni itu. Mang Aa sudah memberikan petunjuk yang jelas letak dan patokan galeri itu berada.
Bagas menghentikan mobil tak jauh dari gapura yang terdapat di pintu masuk galeri. Tujuannya supaya Sari tidak terlalu terlihat saat mereka masuk ke dalam menemui pemilik galeri.
"Ini kan galeri itu? Lihat papan namanya Galeri Seni Dewangga." kata Ahmad yang duduk disamping Sari.
"Iya, bener Mad kayaknya ini deh. Yuk turun kita nanya orang sekitar dulu buat mastiin bener nggak tu galeri punya Mang Usep." sahut Bagas.
"Sar, Lo anteng jangan kemana-mana diem disini. Inget rencana kita, jangan kacauin semua cuma gegara Lo emosi!" pesan Doni pada Sari.
"Iya, aku tahu. Udah sana gih cepetan, lobi yang bener biar si Mang Usep ngizinin kita liputan!"
"Beib tunggu ya, nggak usah keluar kalo nggak perlu!" kata Bagas mengingatkan Sari lagi.
"Iya … iya, udah sana pergi. Aku awasi situasi dari dalam sini. Sambil cari petunjuk." sahut Sari
__ADS_1
Mereka bertiga pun keluar dari mobil dan masuk ke dalam galeri seni. Sari menunggu didalam mobil sambil mengawasi sekitar. Entah mengapa Sari yakin akan ada petunjuk yang menuntunnya mendekati Mang Usep.
Sekian lama menunggu Sari bosan juga berada di dalam mobil sendirian. Ia memutuskan untuk membuka buku tua milik Tante Danique.
Tante, Sari sudah disini sekarang. Tolong kasih Sari petunjuk …,
Perlahan Sari membuka buku tua itu. Dibacanya kembali dengan perlahan setiap tulisan Tante Danique pada setiap halamannya.
"Aneh, kenapa di bagian ini kesobek ya? Memang sengaja atau gimana ini?" gumamnya sendiri saat melihat beberapa halaman yang tersobek tidak sempurna.
Coba aku baca sekali lagi, ini tentang perjalanan ke Cirebon terus sempat ketemu sama Imran di stasiun, pertemuan di galeri seni dengan Juna … lalu, hilang?
Aneh, ketemu Juna lalu hilang? Coba nanti aku nanya ke Tante Kurnia. Dia pasti tahu sesuatu setidaknya mengingat sesuatu!
Perasaan aneh mulai mendera Sari, ia merasa ada yang memperhatikan dirinya dari kejauhan. Sari berusaha memindai lingkungan disekitarnya. Ia teringat perkataan Mang Aa bahwa khodamnya bisa merasakan sesuatu jika ada aura lain yang bergesekan dengannya.
"Perasaan apa ini? Kayak ada yang merhatiin, siapa ya jangan-jangan?" Sari tiba-tiba merasakan takut yang luar biasa bulu kuduknya meremang seketika merasakan perbedaan suhu yang turun.
"Aduh, jangan lagi dong … Tante, apa itu kamu?" ujarnya lirih berusaha meredakan ketakutannya.
Sekelebatan bayangan hitam nampak di sudut mata Sari. Ia terkejut, meski tidak terlalu jelas tapi bayangan itu tampak berpostur tinggi besar dan berusaha mendekati mobil tempat Sari berada. Sari bisa merasakan tumbukan energi kuat serasa hendak memasuki mobil.
__ADS_1
Aroma bunga yang menyengat tercium di hidung Sari, "Gawat, apalagi ini?" gumamnya lirih.
Sari merasakan tangan yang dingin menyentuh bahunya. Ia tersentak, tangan itu seolah membuat tubuhnya terpaku di kursi mobil. Tidak bisa bergerak sama sekali. Ia hanya merasakan hembusan nafas teratur yang menyentuh tengkuknya.
Sari ingin menangis tapi tidak bisa, suaranya tercekat, tubuhnya gemetar. Meski sudah berkali-kali merasakan kejadian serupa tetap saja Sari ketakutan.
Suara berat dan serak terdengar ditelinga Sari, itu suara perempuan.
Hati-hati, mereka menunggu mu …,
...****************...
...Happy Monday all.......
...awali Minggu dengan semangat selalu yaa.....
...Minggu terakhir di Januari niiih jaga kesehatan selalu yg semangat kerjanya, karena dompet meronta klo nda ada isinya ya kaaan😉😉...
...terimakasih atas dukungannya, love u all...
...😘😘😘😘😘...
__ADS_1