Balada Cinta Sang Penari

Balada Cinta Sang Penari
Bab 46


__ADS_3

Usai sarapan Sari dan timnya segera meluncur menuju kediaman Pak Koswara. Sejak subuh rumah Pak Koswara telah ramai didatangi para anggota paguyuban Seca Branti, untuk membantu persiapan kirab sintren dan prosesi lainnya.


Sari tiba di lokasi dan langsung berbagi tugas dengan yang lain. Tapi sebelumnya ia berinisiatif untuk menemui Pak Koswara terlebih dahulu. 


Dengan hati-hati Sari mendekati Pak Koswara, terbayang dalam benaknya kemarahan yang akan dilupakan Pak Koswara karena kekacauan semalam.


"Assalamualaikum … " sapa Sari


"Waalaikumusaalam … oh mbak Sari, kebetulan saya memang mencari Mbak Sari ada yang mau saya omongin sama mbak nih, kita bicara disana saja ya?" Sambut Pak Koswara ramah


Sari sedikit lega karena reaksi Pak Koswara tidak seperti yang ia bayangkan. Pak Koswara mengajak Sari bicara di depan ruangan kostum sedikit jauh dari kerumunan orang.


"Begini pak saya mohon maaf atas kejadian semalam, entah ada hubungannya atau tidak dengan saya tapi kejadian semalam pasti cukup merepotkan untuk bapak dan yang lainnya." Kata Sari membuka pembicaraan


Ia berusaha sehalus dan sesopan mungkin berbicara dengan Pak Koswara. 


"Saya bersedia mengganti semua kerugian yang ditimbulkan pak, silahkan sebut jumlahnya insyaallah saya akan usahakan untuk menggantinya." Kata Sari lagi


Pak Koswara masih terdiam dan mengerutkan keningnya mendengar permohonan maaf dari Sari.

__ADS_1


 Duh ni orang kenapa diem aja siiih, saya kan jadi deg-degan ini … gila aja kenapa aku bilang gitu ya, kalo dia minta satu milyar gimana mampus dah gue ...batin Sari.


"Mbak Sari, saya terima permintaan maaf mbak Sari saya juga berterima kasih mbak Sari mau bertanggung jawab atas kekacauan semalam, hanya saja saya mau nanya mereka itu siapanya mbak Sari kok bisa tau-tau datang kemari dan siapa anak kecil itu saya penasaran mau kenal."


Sari hanya bisa membulatkan mulutnya ia tidak percaya Pak Koswara justru ingin berkenalan dengan Al dan Pandji, bukan karena dirinya yang telah membuat kekacauan.


"Oh mereka itu masih saudara saya pak dari Yogyakarta, biasalah pak kita lama Ndak ketemu karena saya lama di Belanda jadi kangen pengen ketemu kebetulan mereka sekalian dari Cirebon mampir deh kesini, temu kangen." Jawab Sari dengan sedikit berbohong


"Masih saudara? Begitu rupanya, pantesan aja?" Gumam Pak Koswara yang terdengar Sari


"Pantes kenapa ni pak, saya jadi bingung nih?" 


"Eeh, Ndak kok trus anak kecil yang ganteng itu keponakan kamu, siapa namanya?"


Sari tidak mungkin menceritakan siapa Al dan Pandji yang sebenarnya karena itu menyangkut privasi keluarga mereka dan tentu saja Sari tidak ingin terjadi apa-apa pada keluarga kecil itu karena Sari tahu yang dimaksud Pak Koswara pasti hal klenik yang menyelimuti keluarga Alaric.


Sejenak Pak Koswara termenung lalu berkata pada Sari,


"Mereka mau ada rencana kemari ndak mbak Sari?"

__ADS_1


"Sepertinya begitu pak, mas Al ingin mengenalkan seni budaya sintren pada anak-anak nya mumpung ada disini." Jawab Sari


Pak Koswara tampak sedikit gelisah, entah apa yang ada dalam pikirannya. Sepertinya hal itu cukup mengganggu dirinya.


"Apa kita sudah selesai pak, saya mau kembali lagi bertugas?" Tanya Sari


"Oh ya sudah mbak Sari, nanti kita ngobrol lagi aja silakan bertugas kembali … oh ya mbak Sari harus bayar kerugian saya lho jangan lupa." Kata Pak Koswara


Eeiits, kirain selamat saya dari ganti rugi … ternyata ditagih juga, heeem nasib dah alamat minta kirim Daddy uang lagi ini ...batin Sari


Sari tersenyum dengan sedikit terpaksa pada Pak Koswara, "Siap pak, nti bilang saja berapa jumlahnya,"


"Lima juta!" Jawab Pak Koswara


"Hah, banyak ya?" Tanya Sari sedikit terkejut


"Itu murah jika dibandingkan dengan kerugian immaterial saya mbak, semalam suntuk saya tidak tidur hanya untuk mengulang ritual. Atau mbak Sari mau yang menggantikan jadi penari sintren seumur hidup?"  Pak Koswara tampak serius saat mengatakannya membuat Sari sedikit ketakutan


"Eeh, jangan pak masa saya nari seumur hidup bisa jadi perawan tua saya!" Sahut Sari dengan wajah masam

__ADS_1


"Nah kan ndak mau jadi siapkan saja uangnya anggap aja uang pertukaran dengan informasi sintren." Kata Pak Koswara sambil menepuk nepuk bahu Sari dan berlalu meninggalkan Sari yang kebingungan. 


Hadeeh … gara-gara hantu ni aku apesnya dobel, semoga nda jadi triple dan kuartet abis ini, luput iki judule… batin Sari


__ADS_2