
Sari beradu pandang dengan kedua orang yang menjadi targetnya. Ia berusaha mengontrol emosinya, dan mengacuhkan tatapan mereka.
Sari membantu Ahmad menyiapkan peralatan, memasang kamera di setiap titik yang menjadi spot terbaik. Berusaha sekuat tenaga mengalihkan perhatiannya dan menurunkan ketegangan.
Arjuna berjalan melewati Mang Usep, menaikkan alisnya sedikit memberikan kode penguncian target. Ia berlalu dan menghampiri Bagas, mengucapkan sedikit basa basi sambil memperhatikan Sari.
"Selamat datang mas Bagas, apa semua sudah siap?"
"Eh mas Juna, iya ini kami pasang kamera dulu ya mas. Maaf terlambat nih." jawab Bagas.
"Ada tambahan kru nih kayaknya?" tanya Arjuna lagi.
"Iya, cuma satu kok."
Arjuna mulai termakan umpan mereka, ia tertarik mengetahui siapa gadis yang bermasker serta memakai topi yang datang bersama Bagas.
"Siapa namanya mas?"
Bagas menatap Arjuna lalu tersenyum, meski hatinya kebat kebit karena umpan yang dilepas langsung disambar.
"Sari, mas Juna mau kenalan sama dia?"
"Boleh, masa tuan rumah nggak tau sama tamunya?!" jawab Arjuna antusias
"Sar, sini!" panggil Bagas pada Sari
Sari yang sedang asik mengatur fokus kamera beralih menatap Bagas. Ia menyerahkan pekerjaannya pada Ahmad.
__ADS_1
Ahmad mendekati Sari sembari berbisik,
"Umpan dah kemakan, hati-hati Sar. Jangan lihat matanya jangan kosong pikiranmu!"
Sari hanya tersenyum dari balik maskernya dan menepuk bahu Ahmad.
"Tenang, aku tau kok Mad. Thanks."
Dengan mantap Sari melangkahkan kakinya mendekati Arjuna dan Bagas. Matanya menatap lekat Arjuna, tanpa berkedip sekalipun. Aura magis dari ilmu pelet Arjuna mulai bekerja saat Sari menatapnya.
Untungnya Sari memiliki pelindung yang siap menjaganya. Arjuna menatap Sari, ia penasaran dengan aura yang terpancar dari diri Sari. Hatinya bertanya tanya apakah benar Sari pemilik macan putih yang kemarin dilihatnya berkeliaran di sekitar galeri.
"Kamu panggil aku Gas? Ada apa?" tanya Sari berpura-pura.
"Mas Juna, kenalin ini salah satu kru kami namanya Sari?!" Bagas mengenalkan Sari pada Arjuna yang disambut dengan senyuman termanis dari Arjuna.
Mangsa baru …, batin Arjuna.
Hai, iblis tampan …, batin Sari geram.
"Arjuna!" Arjuna dengan semangat mengulurkan tangan pada Sari.
"Saya Sari, wah cocok banget wajah sama namanya. Cakep, senang bisa ketemu mas Juna disini" Sari menyambut uluran tangan Arjuna membuat Arjuna terkejut dengan sengatan energi darinya.
Apa ini? Anak ini bukan orang sembarangan! Siapa dia, apa jangan-jangan dia pemilik macan putih itu?!
Senyum yang tadinya mengembang sempurna di wajah Arjuna berubah menjadi dingin.
__ADS_1
"Ada apa mas, kok berubah gitu mukanya. Apa ada yang salah?" tanya Sari berpura-pura.
"Eh, nggak kok cuma saya penasaran aja kok mbak Sari pake masker, sedang sakit?" tanya Arjuna penasaran pada sosok Sari.
"Sedikit flu aja kok, apa mas Juna keberatan?"
Aura peperangan mulai nampak diantara keduanya. Aura Sari yang menguat seiring memuncaknya amarah berbenturan dengan milik Arjuna yang berusaha memikat Sari dengan ilmu pelet nya.
"Saya penasaran aja sama wajah mbak Sari, apa boleh saya lihat sebentar?" pinta Arjuna setengah memaksa.
Bagas memberikan kode pada Sari agar tidak membuka maskernya, tapi Sari mengindahkan Bagas. Sari bermaksud menantang Arjuna. Tanpa diminta dua kali Sari membuka maskernya dan memperlihatkan wajah cantik khas Indo-Belanda miliknya.
Arjuna terperangah akan kecantikan Sari, wajah Sari benar-benar cantik dan semakin meyakinkan dirinya bahwa Sarilah target terbaik. Arjuna melupakan peringatan yang diberikan Sari saat bersentuhan dengannya. Kecantikan Sari rupanya bisa menandingi kekuatan ilmu peletnya sendiri.
Arjuna justru terjebak dengan perasaannya sendiri tanpa ia sadari. Sari tersenyum melihat reaksi Arjuna. Tapi sebaliknya senyuman itu diartikan lain oleh Arjuna dan menganggap Sari mulai terperdaya oleh ilmu peletnya.
"Maaf saya harus kembali kerja kita ngobrol lagi setelah semua selesai ya?" kata Sari berpamitan pada Arjuna.
"Oh Ya silahkan mbak Sari, saya dengan senang hati menunggu sampai selesai." balas Arjuna penuh harap.
Sari memberikan senyum termanisnya sebagai pelengkap umpan untuk Arjuna. Sari mengedipkan matanya untuk menggoda Arjuna, membuat Bagas harus menahan diri dan menekuk wajahnya sepanjang hari.
Sabar Gas … sabar, ini cuma drama. Duh Gusti kuatkan hati hamba ngeliat calon makmum main mata di depan saya!
****
Mang Usep memperhatikan interaksi Sari dan Arjuna dari kejauhan. Kelebatan macan putih milik Sari bisa dideteksi dengan mudah olehnya.
__ADS_1
Siapa gadis itu, kenapa ada macan putih di dekatnya? Arjuna harus mendapatkan gadis itu, jika dia tidak bisa dijadikan tumbal setidaknya aku bisa mengambil macan itu untuk menambah koleksi pribadiku …, batin Mang Usep dari kejauhan.