Balada Cinta Sang Penari

Balada Cinta Sang Penari
Bab 95


__ADS_3

Sari tercengang mendengar kata Banaspati. Baru kali ini dia mengetahui ada jin jahat bernama Banaspati. Seumur hidupnya dia tidak pernah mengenal dan bersentuhan dengan hal-hal gaib. Ini benar-benar pengalaman baru untuknya.


"Apa itu Banaspati mang? Dia bisa bunuh orang?" tanya Sari penasaran.


"Banaspati itu sejatinya jin suruhan manusia yang akan melakukan santet. Banaspati memiliki tingkat membunuh yang tinggi karena tergolong ilmu hitam yang dibantu sihir-sihir oleh iblis ataupun jin." jawab Mang Aa sambil menghisap rokoknya.


"Yang menyerang kamu termasuk jenis Banaspati Geni, dia bersenyawa dengan udara dan sumber kekuatan utamanya adalah rasa takut dari mangsanya." kata Mang Aa lagi.


"Jadi maksud Mamang, ketakutan Sari dalam mimpi itu justru semakin memperbesar kekuatannya?" tanya Sari sambil berusaha memahami penjelasan Mang Aa.


"Iya, itu sebabnya khodam kamu juga kesulitan melindungi tuannya. Rasa takut kamu bikin mereka juga melemah." jawab Mang Aa.


"Terus Sari harus gimana sekarang mang?"


"Latih pikiran untuk bisa mengendalikan mereka Sar! Itu kuncinya, mereka bertindak sesuai pikiranmu. Mereka bisa menjadi penjaga dan bisa jadi senjata untuk menyerang lawanmu." jawab Mang Aa.


"Susah amat sih pake latihan pikiran segala, kalo pikiran Sari agak miring mereka juga ikutan miring Mang?" tanya Sari


"Ya salam ni anak … kan mang, mulai lagi dia. Boleh saya getok nda ni kepalanya biar miring sekalian!" ujar Mas Hendra gemas.


Mang Aa tertawa, "Sari … Sari, kudu gimana coba Mamang jelasinnya?!"


"Namanya juga nanya, kan katanya ngikutin pikiran kita? Salah ya Sari?"

__ADS_1


"Nggak … kamu bener kok nggak salah sepupuku yang cantiknya paripurna, apa sih yang nggak salah buat kamu?!" sahut Mas Hendra menahan kesal.


Mang Aa kembali tertawa melihat mereka berdua. Ia mencoba memahami bahwa Sari memang masih bingung bagaimana memperlakukan khodamnya.


"Mang, mereka nggak makan kan? Sari ngeri, kalo kasih makan gimana? Nanti dia makan Sari kan bahaya. Belum nikah ini ma Bagas!" tanya Sari sedikit takut.


Mas Hendra dan Mang Aa saling berpandangan, mereka lalu tertawa bersamaan.


"Ya Allah, kamu seriusan mo nikah ma Bagas?" tanya Mas Hendra


"Ya kalo Sari selamet ngadepin si Mang Usep, mas?" jawab Sari.


"Mereka itu bakal kasih feeling ke kamu, mau makan apa nggak. Tapi kayaknya mereka nda butuh banyak makan untuk saat ini." jawab Mang Aa.


"Oh gitu, jadi … aman?" tanya Sari


Sari merasa lega karena bayangannya tentang khodam dibenaknya sangat mengerikan. Apalagi ada dua kucing besar yang mengikutinya selain pria bersorban putih.


"Kamu tidur, sudah jam satu. Hendra juga harus kerja besok. Biar Tante kamu yang nemenin disini." kata Mang Aa menasehati Sari.


"Tapi … "


"Nggak usah khawatir, udah Mamang tutup semuanya. Tidur pulihin tenaga buat ngadepin si Usep besok!"

__ADS_1


Sari menuruti nasehat Mang Aa. Setelah Tante Kurnia masuk menemani Sari, Mang Aa dan Mas Hendra pun keluar kamar bergabung dengan keempat rekan Sari yang memilih tidur di pendopo bersama sama.


****


Jelang adzan subuh, Sari terbangun. Ia bergegas menunaikan ibadah sholat subuh berjamaah bersama dengan yang lainnya. Meski semalam ia tidur cukup larut, Sari tetap menjalankan kewajibannya sebagai umat muslim.


"Udah baikan Sar?" tanya Rara sambil melipat mukena miliknya.


"Veel beter." ( Jauh lebih baik.)


"Pake bahasa Inggris, jangan Belanda Sar. Puyeng kita!" kata Bagas mengingatkan.


"Iya maaf, kelupaan. Oh ya apa rencana kita hari ini Gas?" tanya Sari


"Kita mau ngumpulin data tari topeng buat tambahan liputan." jawab Bagas


"Dimana?" tanya Sari singkat dengan ekspresi serius.


"Kita masih Googling tempatnya, belum nemu sih nanti kita nanya dulu ke mang Aa." jawab Bagas.


"Kita ke galeri seni itu!" sahut Sari


"Hah, serius Lo! Punya Mang Usep?!" tanya Doni.

__ADS_1


Sari menganggukkan kepalanya tanda ia benar-benar serius. Semuanya terkejut dengan jawaban Sari. Mereka tidak menyangka Sari akan menyebut galeri seni milik Mang Usep.


Waktunya kita berhadapan …,


__ADS_2