
Sari merasa sudah cukup, ia pun berpamitan pada pak Koswara. Ada tugas yang harus ia kerjakan sendiri. Pak Koswara mengantarkan mereka hingga ke parkiran mobil, ia kembali menawarkan pada Sari bantuannya.
"Jangan sungkan-sungkan minta bantuan dari saya mbak. Saya siap bantu mbak Sari?!"
"Makasih pak, nanti saya hubungi lagi. Sementara ini cukup buat saya." jawab Sari datar.
Pak Koswara sebenarnya ingin bercerita lebih banyak tapi sepertinya Sari tidak dalam kondisi baik. Ia pun mengurungkan niatnya untuk memberitahukan sesuatu yang sangat penting.
Sepertinya situasi tidak mendukung, saya tunggu sampai besok saja …, batin Pak Koswara.
Mereka pun pergi berlalu meninggalkan pak Koswara yang masih termangu menatap kepergian Sari. Sesuatu mengusik hatinya dan berharap Sari bisa menerima kenyataan yang masih ia sembunyikan.
...----------------...
Sari masih terdiam di mobil pikirannya melayang pada Bayu. Sepertinya malam ini ia harus menemuinya.
"Sar, maksud kamu apa tadi. Serius mau kesana sendirian?" tanya Bagas yang masih belum memahami maksud Sari.
"Hhmm, iya." jawab Sari
"Trus kapan berangkat, aku anterin ya?" tanya Bagas lagi.
"Nanti malam." jawab Sari memejamkan matanya. Ia masih lelah dan butuh istirahat sebelum menembus dimensi lain lagi.
"Eeh, nanti malam? Duh kok cepet banget, kita kan belum siap-siap Sar?!" keluh Bagas
"Lagian Lo Sar, malem-malem mau ke gunung? Mau nyari demit?" tanya Bagas.
Sari masih memejamkan matanya, dengan malas dia menjawab.
"Siapa yang mau ngajak kalian? Aku berangkat sendiri nanti!"
__ADS_1
Bagas dan Doni saling berpandangan, mereka belum memahami maksud perkataan Sari.
"Heem … kumat ni anak!" ujar Doni
...********...
Mereka tiba di rumah disambut mom Adeline dan dad Barend. Sari turun dengan langkah gontai mendekati ibundanya. Sari yang selama ini mandiri dan kuat saat jauh dari kedua orang tuanya berubah menjadi sangat manja pada mom Adeline.
"Wat is er aan de hand, waarom komt het zo?"
(Ada apa ini kok datang-datang begini?)
"Mam, bid alsjeblieft voor Sari…" pinta Sari menyambut pelukan sang ibunda.
(Mom, doakan Sari ya …)
"Nggak kamu minta juga mom selalu doakan kamu sayang?!" jawab Mom Adeline.
"Doni, Bagas, mom mau bicara sebentar?!" pinta Mom Adeline mengurai pelukannya pada Sari.
"Tumben mom, ada apa nih?" tanya Sari keheranan.
Mom Adeline tersenyum, ia meminta Bagas dan Doni untuk duduk bersama Dad Barend.
"Mom cuma mau bilang, makasih udah jagain Sari selama disini. Maaf kalo tingkah Sari bikin kalian repot?!"
"Yah Tante, kirain mau minta kita jadi suami Sari, saya kan ngarep?!" sahut Doni
Bagas hanya melirikkan matanya pada Doni, "Udah tanggung jawab kita ... eeh, saya kok Tante buat jagain Sari. Itung-itung latihan jadi imam!" sahut Bagas kalem.
Aroma persaingan tampak berkobar diantara keduanya. Membuat Sari dan Mom Adeline kompak tertawa, "Kalian masih tetap sama ya ... lucu makanya Sari suka jadi temen kalian. Lumayan buat ngilangin stres, ya kan Sayang?!"
__ADS_1
"Yaah Sar, tega Lo masa ngilangin stres doang sih! Ngilangin galau dan mengisi hatimu pun aku sanggup Sar?!" Doni seperti biasa bertingkah konyol membuatnya mendapat hadiah lemparan bantal kursi dari Sari.
Bagas berdehem mengingatkan Doni yang mulai membuatnya cemburu,
"Ehem … ehem … kesempatan dalam dana umum lagi Don?!" tanya Bagas sinis.
"Eeh, pak bos?! Kagak, cuma belajar jadi raja gombal. Khilaf lagi gue Gas, ampun dah jangan kirim ke kutub Utara yaa! Nyerah gue kalo kesana bisa beku mpe ke dalem dalem kan ngilu Gas!"
Dad Barend dan mom Adeline tertawa begitu juga dengan Sari. Mom bahkan sampai lupa apa yang akan ia katakan pada Bagas dan Doni.
"Mom, ada yang Sari mau kasih tau?"
"Ini tentang Tante Danique."
"Danique? Wat is er met hem, heb je hem al gevonden? " tanya Dad Barend dengan antusias.
(Danique? Ada apa dengan dia, apa kamu sudah menemukan dia?)
"Ja pap, Sari heeft tante Danique gevonden!"
(Ya Dad, Tante Danique sudah ditemukan!)
"Wat? Waar?" (Apa? Dimana?)
tanya Dad Barend lagi, ia sangat merindukan adik perempuannya itu.
"Sari belum bisa bilang sekarang, Tante Danique terikat sesuatu yang harus Sari lepasin dulu. Doakan Sari mom … dad?!"
"Sar, seriusan nih?! Lo mau ngadepin sendiri, bahaya lho?! tanya Doni.
Sari mengangguk, ini tugasnya sekaligus menjalankan amanah Mang Aa yang terakhir.
__ADS_1
Bayu, kita dating malam ini!