Bastard Mafia (Falling In Love)

Bastard Mafia (Falling In Love)
Aku tidak memerlukannya lagi


__ADS_3

Sementara di waktu yang bersamaan, Ashely berjalan kesana kemari mencari Brown. Ia hanya meninggalkan Brown sebentar saja di ruang tamu, namun saat kembali Brown tidak berada di tempat. Berulang kali Ashely memanggil Brown, tetapi kucing lucu tersebut tidak juga menampakkan diri.


"Ada apa Nona?" Salah satu anak buah menghampiri Ashley yang sedang berada di pelataran dan nampak kebingungan dengan menoleh ke kanan dan ke kiri.


Mendengar sebuah suara, Ashley seketika menoleh. "Aku mencari Brown tapi dia tidak ada dimana pun."


"Tenang saja Nona, Brown pasti masih berada di sekitar sini. Dia tidak mungkin pergi dari tempat ini."


Keterangan anak buah Daniel, membuat kening Ashley berkerut dalam. "Bagaimana kau seyakin itu? Bisa saja Brown melarikan diri."


Anak buah tersebut menggeleng. "Tidak Nona, Brown menyukai tempat ini."


Ashley benar-benar tidak paham, bagaimana anak buah Daniel bisa mengetahui jalan pikiran seorang kucing?


"Ya sudah, kau tolong bantu aku cari Brown. Aku akan-"


"Apa yang kalian bicarakan?" Tiba-tiba saja suara Daniel menginterupsi kalimat Ashley. Baik Ashely dan juga anak buahnya menoleh.


"Hem, itu....."


"Kau tau bukan, aku tidak mengizinkanmu bicara dengan pria lain." Daniel melirik tajam ke arah anak buahnya. Mendapatkan tatapan tajam tentu saja anak buah tersebut menunduk.


Heh? Tentu saja Ashley bingung. Ada apa dengan Daniel? Kenapa pria itu begitu posesif padanya.


"Bukan seperti itu, aku hanya meminta bantuannya untuk mencari Brown."


Namun sepertinya Daniel tidak mengindahkan apapun alasan Ashely. "Kau cari Brown sampai ketemu! Jika tidak menemukannya, habislah kau!" perintahnya kemudian pada anak buah itu dengan penuh ancaman.


"Baik Bos Daniel," jawabnya dengan gugup. Tentu saja karena ia mendapatkan sebuah ancaman.


Tanpa menunggu lama, Daniel menggendong Ashley di pundaknya. Ashley yang mendapatkan perlakuan seperti itu meronta-ronta, bahkan memukul punggung Daniel yang tidak terasa apa-apa bagi pria itu.


"Daniel, apa yang kau lakukan? Turunkan aku!" serunya. Daniel tidak peduli, ia tetap melangkah, menapaki anak tangga menuju kamar Ashley. "Astaga, apa kau tidak malu menggendongku seperti ini?!"


"Tidak!" Hanya menjawab satu kata dan sudah membungkam bibir Ashley yang ingin kembali melayangkan protesnya.


Akhirnya wanita itu hanya pasrah, hingga Daniel menurunkan dirinya di dalam kamar. "Ck, kau ini...." Ashely hendak melangkah menuju kamar mandi, meninggalkan Daniel yang tetap berdiri di tempatnya.


"Kau mau kemana?" tanya Daniel kemudian.


"Aku hanya ingin mandi. Apa tidak boleh?" cetusnya kesal dan seringai licik tersemat di sudut bibir Daniel begitu Ashley memasuki kamar mandi. Ia mengikuti langkah Ashley dan menahan pintu ketika wanita itu hendak menutup pintu kamar mandi.


"Ka-kau mau apa?" Ashley menatap curiga pada Daniel yang tersenyum padanya.


"Tentu saja mandi," jawabnya masih dengan seringai senyum.


"Kau mandi saja di kamarmu." Entahlah, sebenarnya jantung Ashley berdegup lebih cepat. Beberapa hari ini Daniel selalu bersikap manis padanya.


"Tidak, aku ingin mandi bersamamu."

__ADS_1


"Tapi...." Belum sempat melanjutkan kalimatnya, Daniel sudah mendorong pintu hingga Ashely terpaksa mundur dan membiarkan pintu terbuka.


Glek


Oh tidak. Sepertinya aku akan dimangsa lagi olehnya.


Seperti itulah Daniel yang tidak akan pernah puas, sepertinya Ashely sudah hafal betul, kapan Daniel menginginkan dirinya.


"Kenapa, hm?" Daniel menyadari jika Ashley tengah gelisah dan gugup, akan tetapi sisi itulah yang ia sukai dari wanitanya itu. Yang terpenting sore ini ia harus menuntaskan hasratnya sebelum pergi ke medan perang.


Ashely menggeleng. "Aku......"


Grep


Daniel merengkuh pinggang Ashely, tidak memberikan kesempatan wanita itu kembali berbicara. Ashley terkesiap, terlebih kini bibir Daniel sudah menempel pada bibirnya, kemudian perlahan menyesap bibirnya yang masih tertutup. Daniel menuntun Ashely untuk membuka mulutnya dan membalas ciumannya. Tangannya yang semula diam mulai meraba buah dada yang kenyal di genggamnya itu. Sontak Ashley melenguh pelan dan membuat Daniel kian gencar meremmas buah dada wanitanya bergantian. Serangan itu mampu membangkitkan hasrat Ashely, meskipun bibirnya berkata tidak tetapi tidak dengan tubuhnya yang menikmati setiap sentuhan tangan Daniel, bahkan kini wanita itu sudah mengiringi ciuman Daniel yang semakin liar.


Decapan lidah yang saling membelit sayup-sayup menggema di dalam sana, di susul dengan suara erangan yang keluar dari bibir keduanya. Daniel melepaskan pakaian Ashley dengan tidak sabar dan membuangnya ke sembarang arah. Kini tubuh polos tanpa sehelai benang terpampang nyata, Daniel menyudahi ciumannya menatap wanitanya yang juga kini sudah diselimuti oleh gairah. Kemudian Daniel beralih pada leher Ashely, menghirupnya dan menyesap hingga tercetak tanda merah disana. Perlahan turun ke bawah dan mencapai sesuatu yang menggiurkan, tanpa membuang waktu lagi, Daniel mengulum buah dada yang cukup besar itu, menyesap dan memainkan lidahnya di puncak sensitif. Hal yang mampu membuat Ashely mengerang dan meremmas rambut Daniel.


Seperkian menit menjadi bayi yang kehausan, Daniel mengakhiri permainan buah dada wanitanya, melepaskan seluruh pakaian yang masih membungkus tubuhnya, lalu membuangnya ke lantai dengan asal. Karena sudah sangat bergairah, Daniel mendorong Ashely ke dalam kotak kaca besar yang langsung dihujani oleh air shower.


Daniel tersenyum menyambut tangan wanitanya untuk menyentuh miliknya yang sudah berdiri dengan tegak. Erangan keluar dari bibir Daniel ketika miliknya yang besar itu di genggam oleh Ashley, perlahan mengusapnya hingga mempercepat tempo tangannya. Daniel menikmati sentuhan Ashely yang sudah semakin mahir berkat pelajaran darinya. Namun tangannya tiba-tiba saja berhenti, Ashely menunduk ke bawah, menumpu kedua lututnya pada lantai shower lalu memulai aksi memanjakan milik Daniel dengan mulutnya.


"Aarghhh....." Daniel mengerang nikmat, sesuatu yang sering ia dapatkan jika bermain dengan wanita lain, akan tetapi jika Ashely yang melakukannya terasa begitu berbeda. Meskipun belum begitu mahir tetapi memacu hasrat Daniel hingga ke puncak, bahkan ia menjabarkan kenikmatan itu dengan menjambak rambutnya.



Puas miliknya dimanjakan oleh Ashley, Daniel meminta Ashley untuk kembali berdiri. Kini ia yang ingin memuaskan wanitanya itu. Benar saja Daniel langsung menekan tubuh Ashley dan mengangkat pahanya agar terbuka lebar. Jemarinya sudah bersiap menerobos masuk dan.....


"Aaahhhhh....." Tubuh Ashely menegang, menggelinjang ketika jemari Daniel berputar-putar di dalam sana. Erangannya semakin kencang ketika Daniel mempercepat gerakan jarinya yang maju mudur. Daniel kembali menyambar bibir Ashley dan menghisapnya juga membelitkan lidahnya.


"Aargghhh, aku..... Daniel argghhh...." Kalimat Ashely tersendat karena Daniel tidak membiarkan wanitanya itu berbicara. Sesuatu di bawah sana hendak meluncur dan kemudian tubuhnya bergetar hebat ketika sudah mencapai pelepasannya.


Daniel menarik tangannya dan tersenyum puas melihat wajah penuh gairah wanitanya itu, hingga kini bergantian dirinya yang memposisikan miliknya pada milik Ashely.


"Aargghhh......" Keduanya sama-sama mengerang ketika milik Daniel sudah terbenam sempurna. Perlahan dan pasti Daniel mulai mengerakkan pinggulnya dengan liar. Gerakan liar itulah yang membuat Ashely tidak mampu untuk tidak mengeluhkan dessahannya. Daniel kembali meraup bibir Ashely, tangannya meremass buah dada Ashley dengan pinggul yang semakin cepat dihentakan hingga beberapa menit lamanya Daniel ingin mengeluarkan lahar dinginnya.


"Aku sampai Babe..... Arrghhhh...." Daniel mengerang, pun dengan Ashely yang juga kembali mendapatkan pelepasannya.


Peluh keringat bercampur dengan air shower membasahi rambut hingga ujung kaki mereka. Kini keduanya memutuskan mandi setelah permainan panas yang berlangsung cukup lama.


***


Daniel sudah mengenakan pakaian lengkap, bercermin melihat pantulan dirinya. Tanpa disadari jika sejak tadi Ashley memperhatikan pria itu di sisi ranjang.


Ekor mata Daniel melirik melalui pantulan cermin, kemudian tersenyum. "Kenapa? Kau menginginkannya lagi?"


Ashely tersentak, ia menggeleng dengan cepat sebelum Daniel menyerangnya kembali. "Tidak, aku lelah." Memang sejujurnya tubuhnya merasa lelah dan soalnya kenapa pria itu tidak pernah terlihat lelah, pikirnya.


Daniel hanya tersenyum menanggapi reaksi Ashely yang berlebihan. "Tenang saja, kali ini aku melepaskanmu." Kemudian Daniel mendekati Ashley, merengkuh dagu wanita itu dan membenamkan ciuman. "Jadilah wanita penurut selama aku pergi. Jika ingin pergi, Lina akan menemanimu."

__ADS_1


Hati Ashley menghangat mendengar Daniel yang berbicara begitu lembut padanya. Sebagai jawabannya, Emely mengangguk dengan senyuman tipis.


"Jika kau kesepian, aku akan meminta Emely menemanimu disini."


Mendengar nama Emely, sontak saja Ashely senang. "Apa boleh?"


"Boleh. Aku akan bicara terlebih dulu pada Keil."


Lagi-lagi sikap Daniel membuat Ashely tidak mampu berkata. Bolehkah ia berharap lebih?


Setelah berpamitan kepada Ashley, Daniel bergegas menuju kamarnya untuk mengambil puluhan suntikan yang tersedia di dalam kotak dan kemudian keluar dari penthouse.


Langkahnya terhenti di depan beberapa anak buah dan menyerahkan kotak tersebut. "Hancurkan obat itu. Aku tidak memerlukannya lagi."


"Obat apa ini Bos Daniel?" Tentu saja anak buahnya bertanya karena penasaran.


"Semacam kontrasepsi. Pria sepertiku membutuhkannya saat bercinta. Tapi kalian pasti tidak memahaminya haha." Sungguh dengan tidak tahu malunya Daniel mengejek beberapa anak buahnya. Mereka hanya dibuat tercengang akan pengakuan Daniel yang teramat jujur. Bagaimana mereka bisa merasakan surga dunia itu jika mereka saja selalu bekerja 24 jam lamanya.


Ya, Daniel memang sudah tidak menggunakan suntikan itu yang biasanya rutin ia gunakan dua hari sekali. Karena ia berharap mahkluk lain akan tumbuh di dalam rahim Ashely.


"Aku akan menemuinya," gumamnya. Selain mengurus pasukan militer, ia juga memiliki keperluan lain di Los Angeles.


.


.


To be continue


.


.


Babang Daniel



Ashley



...Yang berkenan bisa mampir ke karya adik keceh Yoona ya 🤗...



...Like, vote, follow, hadiah dan komentar kalian 💕 terima kasih 🤗...


...Always be happy 🌷...


...Instagram : @rantyyoona...

__ADS_1


__ADS_2