Bastard Mafia (Falling In Love)

Bastard Mafia (Falling In Love)
Menjagamu sampai akhir!


__ADS_3

Keil tertunduk, menautkan jemarinya yang bertumpu pada kedua lututnya. Apa yang baru saja diceritakan oleh Emely membuat Keil membisu, seperti ada sesuatu yang tercekat di tenggorokannya. Ia meruntuki kebodohannya saat itu, jika saja ia tidak terpengaruh oleh obat perangsang mungkin ia tidak akan melakukannya. Terlebih lagi dirinya telah melanggar prinsipnya untuk tidak merusak Emely dan menjadikan wanita itu hanya sebagai pemuas nafsunya saja.


"Maaf....." Setelah seperkian menit terdiam, kata maaf yang pertama kali diucapkan oleh Keil.


"Kau tidak perlu minta maaf, aku juga tidak menolakmu saat itu dan aku sama sekali tidak menyesalinya." Emely memberikan senyuman, pertanda perlakuan Keil saat itu tidak membuat dirinya membenci Keil.


Seketika Keil mengangkat wajahnya, menatap dalam wajah Emely. "Lalu kenapa saat itu kau pergi? Apa aku benar-benar sudah melukaimu, karena itu kau menghilang dan meninggalkanku. Katakan, Eme. Katakan semuanya padaku!" Keil kembali mendesak, ia hanya ingin beban di hatinya lenyap karena mungkin saja dirinya menjadi penyebab wanitanya itu pergi.


Raut wajah Emely berubah seketika, meremmas jemarinya dan tetap menguasai diri agar tidak bertindak berlebihan kepada Keil. "Itu karena malam itu aku melihatmu bersama dengan wanita lain!" Namun sepertinya gagal, tiba-tiba saja Emely mendorong bahu Keil hingga pria itu berangsur menjauh. Karena mengingat rasa sakit hatinya pada malam itu emosinya mendadak meluap, padahal ia sudah melupakan kejadian itu.


"Apa maksudmu, Eme?" Keil bertanya pada saat membenarkan posisi duduknya seperti semula. Ia sama sekali tidak tersinggung dengan apa yang baru saja dilakukan oleh Emely.


"Malam itu kau baru saja bercinta denganku tetapi saat aku tinggalkan sebentar, kau sudah bersama dengan wanita lain lagi." Untuk melampiaskan kekesalannya, Emely memukul bahu Keil berulang kali. Keil tidak melindungi diri dan membiarkan Emely memukuli tubuhnya.


"Kau salah paham, Eme. Aku tidak bercinta dengan wanita lain malam itu." Sembari merengkuh kedua tangan Emely yang memukuli dirinya tanpa henti.


"Ck, bagaimana bisa kau seyakin itu. Kau saja tidak mengingat sudah meniduriku!" Emely menarik kembali pergelangan tangan yang di genggam oleh Keil. Ia mengubah posisi duduk mengesampingkan Keil dan bersedekap kesal.


"Aku bisa membuktikannya padamu." Keil mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja di hadapannya. Ia memang sudah mempersiapkan bukti itu beberapa hari yang lalu kala Daniel berhasil mendapatkan beberapa rekaman tersembunyi di dalam ruangan itu beberapa tahun yang lalu.


Emely hanya melirik ponsel milik Keil saat Keil menyodorkannya padanya, tanpa ingin mengambil ponsel tersebut. "Untuk apa kau memberikan bukti? Itu sudah lama berlalu."


Keil menghela napas, kenapa wanitanya masih saja keras kepala. Kemudian Keil meraih tangan Emely dan meletakkan ponselnya di atas telapak tangan Emely. Dengan malas Emely mulai melihat rekaman video tersebut, terpampang sosok wanita yang samar-samar diingatnya, wanita yang sama yang ia lihat di dalam ruang bersama Keil. Dan yang membuat dirinya tertegun adalah perkataan Keil benar adanya. Keil tidak bercinta dengan wanita itu karena Keil menolak dan bahkan mendorongnya dengan kuat, hingga akhirnya wanita itu menyerah dan terdiam di sisi ranjang, hingga akhirnya Keil benar-benar tersadar dan mendapati wanita itu berada di ruangan yang sama.


"Wanita itu adalah Mia," ucap Keil setelah video itu berakhir. "Aku mengenalnya sebelum aku mengenalmu, yang aku tau dia sudah tidak perawan lagi. Jadi aku tidak percaya saat dia mengatakan jika aku telah menodainya. Karena itu selama ini aku membiarkan dia berada di sisiku dan mengikuti permainannya."

__ADS_1


Kening Emely berkerut dalam. "Maksudmu, sampai saat ini kau masih bersamanya? Hah, menjijikan!" cebik Emely mengerucut kesal. Entah kenapa mengetahui jika Keil masih berhubungan dengan wanita itu membuat hatinya kesal dan sesak bersamaan. "Kau sama saja dengannya, bajingan, berengsek, kurang ajar! Aku tidak mau seperti ini, kenapa kalian benar-benar membuatku muak dan kesal." Air mata Emely meluruh dari kelopak matanya, ia tidak bisa lagi membendung apa yang ia rasakan selama ini, sebelum kemudian beranjak berdiri karena tidak ingin Keil melihat wajahnya yang berantakan oleh air mata.


"Eme...." Keil berusaha merengkuh tangan Emely namun wanita itu menepisnya.


"Aku ingin pergi dari sini!"


"Tidak, aku tidak bisa pergi dari sini!" seru Keil menyambar pergelangan tangan Emely. "Kau marah kepadaku?" tanyanya kemudian memastikan. Karena dari kacamata penglihatannya, Emely masih memiliki rasa cinta untuknya hanya saja wanita itu masih gengsi dan tidak ingin mengakuinya.


"Tidak!" bantah Emely. "Untuk apa aku marah?! Lepaskan tanganku!" Berusaha meloloskan tangannya dari genggaman tangan Keil namun Keil tidak mengindahkan keinginan Emely.


"Kau marah.... kau cemburu.... aku tau itu!" ujar Keil penuh percaya diri.


"Tidak!" Emely menyahut kesal.


"Dia tidak pernah menyentuhku!" Emely membantah. Karena yang sebenarnya, pernikahannya tidak seperti pernikahan pada umumnya. "Aku tidak pernah melakukan hubungan intim selain denganmu!" imbuhnya tanpa sadar, membuat kedua mata Emely terpejam singkat, ia baru saja membongkar semuanya dan meruntuki dirinya yang kelepasan bicara.


"Apa yang kau katakan, Eme? Kau benar-benar tidak pernah melakukannya dengan suamimu?" Raut wajah Keil penuh kelegaan. Udara segera seketika melingkupi rongga paru-parunya. Keil tersenyum senang karena apa yang dicemaskan tidak terjadi.


"Eme......" Keil merengkuh Emely, memeluk dan menenangkan wanita yang sangat ia cintai itu. "Aku tidak tahu apa yang kau lalui selama ini, maafkan aku..." lirihnya. Keil merasa sangat bersalah karena tidak berada di sisi wanitanya saat itu.


Air mata Emely kembali meluruh tanpa diminta. Sejak dulu hingga saat ini, Keil selalu menjadi pria yang mampu menghangatkan hatinya. "Aku dan dia tidak saling mencintai. Dia...." Emely ragu-ragu ingin mengatakannya, tetapi untuk saat ini dirinya hanya ingin meluapkan segala isi di hatinya. "Saat dia menikahiku, dia masih memiliki kekasih hingga sampai saat ini. Aku juga jarang bertemu dengannya karena dia hanya sibuk dengan kekasihnya." Jika seseorang mendengar cerita menyedihkan dan menyakitkan seperti itu mungkin akan merasa simpati dan kasihan. Tetapi berbeda dengan Keil, pria itu justru melengkungkan senyuman, karena itu adalah berita yang sangat baik untuknya.


"Jangan menghindar lagi dariku. Kau benar-benar sudah membuatku gila!" Keil semakin mengeratkan pelukannya.


Emely yang mendengar perkataan Keil, menyeka air matanya dan kemudian mendorong tubuh Keil dengan kasar. "Kau sudah memiliki wanita lain, jadi tidak memerlukan diriku lagi!" Melangkah mundur menjauhi Keil.

__ADS_1


"Aku tidak pernah memiliki hubungan dengan wanita manapun. Karena mereka semua sama saja dimataku. Jalaang tetaplah jalaang."


Emely berdecak. "Lalu apa bedanya diriku dengannya? Apa aku juga hanya sebagai pemuas nafsumu?!" Emely hendak melangkah pergi namun Keil menariknya dan membawanya mendekat.


"Tidak Eme. Aku mencintaimu, wanita satu-satunya yang aku inginkan." Tidak ada kebohongan yang terpancar. Emely dapat melihat di manik mata abu-abu kebiruan pria di hadapannya, tersirat penuh ketulusan, hingga membuat wanita itu tidak mampu mengeluarkan sepatah katapun, antara terharu dan terkejut.


Melihat Emely yang diam membisu, Keil membelai wajah wanitanya itu. "Dengar, jika aku sudah memutuskan untuk memiliki, maka aku akan menjagamu sampai akhir. Aku berjanji, tidak akan menyakiti hatimu!" Keil menyakinkan wanitanya, mungkin saat itu ia gagal melindungi dan menjaga Emely. "Katakan padaku, apa ada sesuatu yang kau sembunyikan lagi dariku?"


Emely terkesiap, ia membuang pandangannya ke arah lain. "Aku...."


"Tidak masalah jika kau tidak ingin mengatakannya sekarang. Kau bisa mengatakan padaku kapan saja." Keil tidak ingin memaksa, karena tidak ingin Emely kembali melarikan diri darinya. "Termasuk mengatakan alasan kau menghubungi Black Lion untuk membantumu."


Emely mengangguk pelan, memeluk tubuh Keil dan membenamkan wajahnya di dada bidang pria itu. Ia memasrahkan diri dan hatinya kepada Keil. Berharap, perlahan suaminya akan melepaskan dirinya meskipun itu adalah hal yang mustahil karena sebenarnya yang diinginkan suaminya adalah kematian dirinya secara perlahan.


.


.


To be continue


.


.


Like, vote, follow dan komentar kalian 💕

__ADS_1


__ADS_2