
Tubuh Nico sudah lebih segar setelah ia mandi dan berendam dengan air yang sudah dibubuhi aroma terapi. Sejak tiga hari yang lalu masih sulit mencium aroma yang menyengat, sehingga membuat perutnya selalu bergejolak. Karena itu Jennifer meletakkan beberapa lilin aroma terapi di dalam kamar mereka agar suaminya itu merasa lebih rileks. Setidaknya pagi ini, Nico tidak memuntahkan apa yang baru saja dimakan olehnya, meskipun masih tetap merasakan mual yang tidak berlebihan seperti tiga hari yang lalu.
Jennifer yang baru saja dari dapur hendak kembali ke dalam kamar, mendengar deru mobil yang terparkir di pelataran penthouse. Sontak saja ia memutar arah langkahnya menuju pintu untuk melihat siapa kiranya yang datang sepagi ini. Pada saat membuka pintu, Jennifer tersenyum karena yang datang adalah Emely dan juga Ashley beserta suami mereka. Jarak penthouse mereka memang tidak terlalu jauh, itu sebabnya dua bulan belakangan ini mereka selalu bergantian berkunjung.
"Kenapa tidak menghubungi lebih dulu jika kalian akan datang?" ujar Jennifer setelah memeluk Emely dan Ashley bergantian. "Aku dan Nico akan pulang ke Mansion Utama dan menginap disana," lanjutnya kemudian. Memang hari ini adalah jadwal Jennifer berkunjung ke Mansion Utama, tentu ia tidak ingin melupakan kedua orang tuanya disaat sudah menikah. Setiap weekend, baik sang kakak atau dirinya akan menyempatkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga. Bahkan hari ini Jack beserta Edward juga akan ke datang ke Mansion Utama atas permintaan Mommy Marry.
"Tidak apa-apa, kami tidak akan lama. Daniel dan Keil ingin bertemu dengan Nico." Emely menyahuti perkataan Jennifer. Memang kedatangan mereka karena memiliki perlu sebentar dengan Nico.
Jennifer mengangguk mengerti, ia mempersilahkan mereka untuk masuk dan duduk selama menunggu dirinya memanggilkan Nico. Jennifer menapaki anak tangga menuju kamarnya, ia kemudian membuka pintu kamar bertepatan dengan Nico yang baru keluar dari kamar mandi.
"Ada apa, hm?" tanya Nico ketika pandangan mereka saling bertemu.
"Keil dan Daniel datang mencarimu," sahut Jennifer menyembulkan kepalanya di balik pintu.
Kening Nico mengernyit. "Untuk apa mereka datang pagi-pagi sekali?" Karena sebelumnya kedua sahabatnya itu tidak menghubungi dirinya terlebih dahulu. Jennifer mengedikkan bahu tanda dirinya juga tidak mengetahui maksud kedatangan mereka pagi ini.
"Baiklah, tunggu sebentar sayang." Nico terburu-buru mengambil pakaian di dalam lemarinya, mengenakan pakaiannya begitu saja, tidak peduli tubuh polos yang dilihat oleh Jennifer setelah handuknya ia singkirkan dengan asal.
Menikah dengan Nico selama dua bulan lebih sudah membuat Jennifer terbiasa akan sikap suaminya itu. Memang mesum dan tidak tau malu karena selalu bertelanjang di hadapannya.
Begitu Nico sudah berpakaian lengkap, ia berjalan menuju pintu lalu merangkul pundak istri kecilnya untuk turun ke bawah menemui kedua sahabatnya.
"Ada ada?" Suara Nico membuat Keil dan Daniel menoleh ke arahnya. Nico kemudian membenamkan tubuhnya di sofa dan saling berhadapan dengan kedua sahabatnya. Sedangkan para wanita menyingkir dan lebih memilih sibuk di dapur mengambil minuman dan makanan ringan.
"Batalkan rencana kepergian kita ke Los Angeles," ujar Daniel to the poin. Tujuan mereka memang untuk membahas hal tersebut.
Nico nampak diam berpikir, kemudian mengangguk. "Aku pikir juga begitu, akhir-akhir ini tubuhku lemas, perutku mual, bahkan aku langsung memuntahkan makanan yang kumakan."
Mendengar ucapan Nico, Keil dan Daniel saling pandang, lalu tergelak bersamaan. "Hahahahaha....."
__ADS_1
Nico mendengkus kesal karena kedua sahabat bajingannya mentertawakan dirinya. "Tertawalah selama kalian bisa!" Perkataan sinis Nico tidak menyurutkan gelak tawa Keil dan juga Daniel, keduanya justru semakin terbahak-bahak.
"Apa kau tau Nic, kau dan aku juga merasakan hal yang sama seperti Keil," ujar Daniel setelah tawanya itu benar-benar menyurut. Lalu Daniel menceritakan bagaimana dirinya dikerjai oleh Keil karena parfumnya itu. Sontak saja wajah Nico yang semula kesal menjadi tergelak geli. Ia tidak menyangka jika mereka mengalami hal yang serupa, tanpa tau apa penyebabnya.
Keil yang sudah mengetahui penyebab mereka seperti itu hanya mengulum senyum, biarlah kedua sahabat lucknuuut-nya itu menyadari dengan sendirinya. Lagi pula mereka bodoh, tidak belajar dari pengalaman dirinya saat pertama kali mengetahui jika Emely sedang mengandung, Keil mengalami morning sickness yang berlebihan dan mereka juga menyaksikan penderitaan Keil.
Saat itu kalian mengejekku, tapi lihatlah saat ini kalian merasakannya! Selamat menikmati penderitaan kalian selama tiga bulan kedepan.
Dan Keil tertawa dalam hati, sungguh ia benar-benar bahagia melihat kedua sahabat bajingannya menderita sama seperti dirinya.
Tawa Nico dan Daniel memudar, wajah mereka menjadi serius kembali. "Aku akan menghubungi Anthony jika lusa kita tidak akan datang ke acara pernikahan Nill," ujar Daniel yang langsung diangguki oleh kedua sahabatnya.
"Aku akan bicarakan hal ini pada bos, mungkin bos akan tetap datang karena besok bos juga akan pergi ke Los Angeles untuk pertemuan bisnis." Kata Nico menimpali.
"Padahal aku penasaran siapa wanita yang berhasil menaklukkan hati anak buah Anthony itu," sambung Daniel. Karena setau mereka Nill tidak ingin terjebak dalam sebuah pernikahan, tetapi beberapa hari yang lalu justru mereka dikejutkan dengan kabar mengenai pernikahan Nill dengan kekasihnya yang sudah terjalin cukup lama itu.
Daniel dan Nico mengangguk serentak. "Kau benar, menikah tidak terlalu buruk. Aku bisa bersama dengan Jennie dan bercinta dengannya." Nico terkekeh, ia teringat bagaimana perjuangan mereka saat itu. Ia harus menahan diri untuk tidak menyentuh adik dari bosnya itu. Beruntung bos menyetujui hubungan mereka sehingga ia bisa menikah dengan wanita yang sangat ia cintai. Pandangan Nico berubah tentang arti sebuah pernikahan, cinta tidak selamanya berakhir dengan luka dan kecewa seperti kedua orang tuanya saat itu. Mereka saling menyakiti dan akhirnya tewas karena kebodohan mereka yang bertengkar di dalam mobil sehingga kecelakaan itu tidak terhindari, menewaskan kedua orang tuanya dan ia harus hidup sebatang kara, hingga akhirnya bertemu dengan Kakek Lucein. Sebab itu Nico bertekad akan menjaga pernikahannya dengan seluruh jiwa raganya.
Keil dan Daniel saling pandang, mereka tau apa yang saat ini Nico pikirkan. Keduanya beranjak berdiri lalu berpindah duduk di sisi kanan dan kiri Nico. "Masa lalu adalah pelajaran yang tidak pernah bisa dilupakan Nic. Jika tidak ada kejadian dimasa lalu, kita tidak akan pernah bertemu dan bersama seperti sekarang ini." Keil menepuk-nepuk bahu kekar Nico. Dan Nico membenarkan ucapan Keil, mereka saling merasa beruntung dipertemukan dengan cara yang tidak terduga.
"Saat itu aku adalah anak kecil yang dikucilkan, aku tidak tau siapa kedua orangtuaku. Semua teman-temanku di panti asuhan mengejekku sebagai anak haram. Lalu aku membungkam mulut mereka dengan melemparkan batu. Aku benar-benar puas saat melihat mereka mengeluarkan darah." Daniel tersenyum, ingatannya menerawang ketika sejak kecil ia sudah suka sekali menyiksa. "Sampai akhirnya mereka aku dibawa entah kemana dan Kakek Lucein menyelamatkanku saat itu."
Kisah Keil dan Daniel tidak jauh berbeda, sehingga ketika pertama kali mereka dipertemukan oleh Kakek Lucein, keduanya bisa langsung akrab dan berteman. Berbeda dengan Nico, sejak kecelakaan itu Nico menutup dirinya sehingga Keil dan Daniel berjuang untuk mendekati Nico.
Ketiganya larut menerawang ingatan mereka akan masa lalu. Dimana seharusnya mereka menikmati masa kanak-kanak seperti anak berusia 10 tahun pada umumnya, tetapi justru mereka harus berjuang hidup diluar sana. Berjuang berlatih menjadi lebih kuat dan lebih berani. Berbekal latihan dan didikan yang diajarkan oleh Kakek Lucein. Jika sedang melatih Kakek Lucein tidak akan segan melukai lawannya meskipun dengan anak didiknya sendiri. Sikap Kakek Lucein semakin tegas dan keras ketika mereka beranjak dewasa dan melihat dengan mata kepala sendiri betapa hancurnya Kakek Lucein ketika cinta pertamanya tidak menerima jati dirinya yang seperti monster haus darah.
"Ehem, kalian sedang membicarakan apa?" Jennifer berdehem, menyentakkan lamunan ketiganya. Wanita cantik itu melangkahkan kaki mendekat dengan membawa nampan yang berisi berbagai makanan, diikuti Ashley dan juga Emely yang membawa minuman.
Baru saja ketiga wanita cantik itu meletakkan makanan dan minuman di atas meja, tetapi aroma yang menyeruak menusuk hidung ketiga bastard. Terutama Nico, baru saja pagi ini ia merasa sedikit lega karena perutnya tidak bergejolak, tetapi melihat satu makanan yang tersaji di atas meja, sontak membuatnya menutup hidungnya. Keil dan Daniel juga tidak nyaman dengan aroma tersebut, keduanya bahkan menjauhkan diri dari makanan dengan aroma khas itu.
__ADS_1
"Apa yang kau bawa sayang?" tanyanya pada sang istri.
"Pizza," jawab Jennifer dengan polos. Bukankah mereka juga mengetahui jika piring itu berisi pizza.
"Bukan itu maksudku, tapi kenapa aromanya menyengat sekali." Nico menelisik makanan cepat saji tersebut.
"Tentu saja karena pizza ini berisi topping bawang putih."
"Hooeekkk....." Dan Nico benar-benar tidak bisa menahan gejolak perutnya yang ingin mengeluarkan sesuatu, ia berlari menuju kamar mandi.
"Hoeekkk...."
"Hooeekk...."
Baik Keil dan Daniel tidak jauh berbeda dengan Nico, keduanya mendadak lemas mencium aroma bawang putih itu. Mereka segera berlari menuju kamar mandi untuk memuntahkan isi perut yang mengaduk-mengaduk perut mereka. Bahkan Keil dan Daniel harus saling mendorong untuk masuk ke dalam kamar mandi terlebih dahulu.
"Hoeeekkkk....." Dan pada akhirnya Keil dan Daniel berada di dalam kamar mandi yang sama.
Ketiga wanita itu hanya memandangi suami-suami mereka yang benar-benar aneh. Terutama Emely, ia tau jika Keil masih sering mengalami morning sickness, tetapi ia tidak pernah menduga jika masih parah seperti sebelumnya.
"Sepertinya aku harus menghubungi kakak karena tidak bisa datang ke Mansion Utama," ucap Jennifer dalam hati. Ia begitu tidak tega melihat Nico yang akan seperti itu sepanjang hari.
See you next bonus chapter
...Yang masih berkenan bisa like, vote dan jangan lupa komentar kalian 💕...
...Always be happy 🌷...
...Instagram : @rantyyoona...
__ADS_1