
Mykonos Greece merupakan sebuah pulau di Yunani. Pulau yang terletak di bagian selatan, tepatnya di region Aegea Selatan. Jarak tempuh dari Pulau Santorini hanya perlu menyeberang menggunakan yacht sederhana atau super yacht mewah lainnya. Di pulau Mykonos, Xavier berserta keluarga berada disana, terlebih Zayn juga memboyong keluarganya. Tidak lupa Roy serta Jeff sekeluarga juga berada di Mykonos.
Saat ini Nico, Keil dan Daniel beserta istri-istri mereka sudah tiba di Pulau Mykonos yang hanya ditempuh selama 15 menit saja. Mereka segera menaiki mobil yang sudah disiapkan menuju Resort dimana bos serta yang lainnya berada.
Grecotel Mykonos Blu, resort mewah bintang lima dengan bangunan yang bergaya Cycladic di pantai Psarou. Nico membantu Jennifer turun dari mobil lalu menautkan jemari mereka dan Keil sudah lebih dulu menggendong Emely, ia tidak ingin istrinya itu kelelahan, padahal Emely sudah menolaknya tetapi tetap saja Keil dengan keras kepalanya. Sementara Daniel merangkul pinggang Ashley untuk mengikuti langkah kedua temannya yang sudah lebih dulu berlalu.
"Aunty Jenn....." Aurelie yang melihat kedatangan mereka, berteriak memanggil diiringi lambaian tangannya. Kini mereka berada di restauran yang letaknya berdekatan dengan kolam renang.
Xavier sudah menyewa resort tersebut sehingga tidak terdapat tamu yang lain selain keluarga mereka. Keil segera menurunkan Emely, wanita itu sungguh merasa malu karena Keil selalu berlaku berlebihan kepadanya, tetapi tidak dipungkiri jika ia bahagia akan kehangatan suaminya itu.
"Hai sayang." Jennifer menghampiri meja makan Aurelie, lalu mengusap kepala gadis cantik itu.
"Kalian sudah sarapan?" tanya Elleana mengulas senyum. "Sarapanlah lebih dulu," lanjutnya kemudian.
"Kita semua sudah sarapan kak," sahut Jennifer. Emely serta Ashley yang mengekori langkah Jennifer tersenyum ramah menyapa Elleana serta Xavier yang hanya menatap datar. Elleana mengangguk lalu mempersilahkan mereka untuk duduk.
Nico, Keil serta Daniel melihat Jack dengan sang istri satu meja bersama dengan Edward beserta istrinya. Sementara keempat anggota Red Dragon duduk tidak jauh dari meja makan bos. Tentu keempat pria itu bersama istri-istri mereka, dan Zayn bersama sang istri serta kedua balitanya yang akan menginjak satu tahun. Lantas ketiganya segera menghampiri keempat anggota Red Dragon begitu melihat istri mereka yang sudah bercengkrama satu sama lain.
"Ck, kalian lagi." Daniel mendecakkan lidahnya, melihat satu persatu pria-pria yang mendongak ke arahnya. Zayn, Roy, Jeff serta Anthony nampak kompak sekali mengekori bos mereka.
Jeff dan Roy terkekeh. "Tidak ada salahnya liburan gratis," sahut Jeff dan diangguki oleh Roy.
Sudah mereka duga jika semua ini adalah rencana bos dan mengundang Red Dragon untuk bergabung. Bos mereka benar-benar tidak bisa ditebak.
"Duduklah. Apa kalian ingin berdiri seharian heh?" ujar Zayn tiba-tiba. Ketiga pria bertubuh besar itu menghalau pandangannya yang sebelumnya menikmati hamparan lautan.
Ketiga bastard membenamkan tubuh mereka di kursi panjang yang masih kosong. Lalu sorot mata mereka memperhatikan Zayn yang dengan telaten menyuapi Jacob serta Jolica.
"Devan berhenti! Jangan berlari-larian seperti itu, boy." Edward terlihat tengah mengejar Devano, putranya itu benar-benar balita yang aktif. Hingga akhirnya Edward berhasil menangkap putranya dan segera menggendongnya.
"Mommy, Der tidak mau minum susu lagi. Perut Der sudah penuh." Bibir Darren mengerucut, sejak tadi Mommy Millie menyuapi dan memberikan putranya itu susu.
"Bukankah Der ingin bermain dengan adik bayi jika adik bayi sudah lahir? Karena itu Der harus minum susu yang banyak supaya kuat, oke?" Jack selalu memiliki cara agar putranya itu menghabiskan apapun yang dimakan atau yang diminumnya.
Mendengar perkataan Daddy Jack, Darren terdiam seperti tengah menimbang ucapan Sang Daddy hingga detik kemudian mengangguk. "Baiklah Daddy, Der akan menghabiskan susunya."
__ADS_1
"Good boy." Jack mengusap rambut Darren, lalu memberikan gelas yang masih terisi setengah susu. Dengan cepat Darren menghabiskan susunya lalu meletakkan gelas kosong itu di atas meja.
"As, ini milik Kak Al, kau tidak boleh meminumnya." Arthur mengambil alih kaleng soda milik sang kakak. Belum saatnya Austin meneguk minuman bersoda, bahkan Arthur dan Aurelie dibatasi untuk meminum minuman seperti soda.
Kedua mata Austin nampak berkaca-kaca, balita berusia tiga tahun lebih itu hendak menumpahkan tangisnya lantaran tidak diizinkan mencicipi minuman sang kakak. "Mommyyyy...." Akhirnya tangis Austin memecah acara sarapan mereka. Lantas Elleana segera menghampiri putra keduanya itu.
"As kenapa menangis?" Lalu menggendong Austin, tetapi balita itu tetap menangis dan tidak ingin menjawab pertanyaan Mommy-nya. "Diam sayang, jangan menangis lagi." Elleana berusaha menenangkan Austin yang selalu sulit ditenangkan jika sedang menangis seperti itu.
"As ingin minum kaleng soda, Mom." Arthur menjelaskan alasan adiknya menangis.
"Salahkan saja kakak Al, Mom. Kenapa tidak cepat-cepat menyembunyikan kaleng sodanya." Nampaknya Aurelie senang jika sang kakak dimarahi olah Mommy mereka. Arthur mencebik sang adik dengan bola mata yang melebar karena kembarannya itu justru ingin mengompori.
Mendengar alasan putranya menangis, Elleana hanya tersenyum. Tentu ia tidak mungkin menyalahkan Arthur. Memang Austin selalu penasaran dengan apapun yang berada di sekitarnya.
"Cup... cup... sudah ya sayang, nanti As minum susu milik As saja." Elleana mengusap punggung putranya yang menangis sesegukan.
Melihat sang istri yang nampak kesulitan menenangkan putra kedua mereka, Xavier beranjak berdiri dan menghampiri, ia mengambil alih Austin dari gendongan Elleana.
"Bukankah As jagoan? Jagoan tidak menangis, karena nanti Baba dan Lala tidak ingin berteman dengan As jika sudah besar." Xavier menyeka air mata Austin, mendengar nama Baba dan Lala disebut sontak saja tangis Austin menyurut. Memang biasanya balita itu selalu menonton video Baba bersama Lala. Xavier baru akan mempertemukan kedua hewan buas itu dengan putra keduanya jika usia Austin sudah memungkinkan.
"As, ingin bermain dengan Baba dan Lala, Daddy," cicitnya menatap Daddy-nya dengan bola mata yang penuh harap.
Austin mengangguk patuh. "Daddy janji?"
"Daddy janji, boy." Xavier gemas dengan putra keduanya itu. Tidak hanya Xavier, Elleana ikut terkekeh-kekeh. Suaminya itu memang paling bisa menenangkan putra mereka jika dirinya tidak berhasil menenangkan.
Dan sejak tadi keseruan keluarga Jack, Edward dan Xavier tidak luput dari pusat perhatian Nico, Keil dan juga Daniel. Mereka ingin kebahagian mereka lengkap dengan kehadiran seorang buah hati. Dan Keil, pria itu lebih dulu akan merasakan menjadi seorang Daddy.
***
Menjelang siang, mereka berada di kolam renang. Xavier dan Keil terlibat percakapan singkat sembari menyesap minuman. Sementara Elleana bermain air, ia memercikan air tersebut kepada Austin yang tertawa riang.
Zayn memperhatikan sang istri yang baru saja keluar dengan bathrobe yang melekat di tubuh, sudah pasti istrinya itu ingin berenang.
"Sayang, kita berenang bersama, oke?" Lalu mencuri ciuman di bibir Angela, sebelum kemudian Zayn menceburkan dirinya dengan masih berpakaian lengkap, pria itu selalu sesuka hatinya hingga Angela hanya menggeleng-gelengkan kepala lalu tersenyum gemas.
Olivia terlihat menyisir rambutnya yang sudah lebih panjang dari sebelumnya, ia menertawakan Edward yang dikerjai habis-habisan oleh putra mereka. Edward beranjak berdiri lalu memijat tengkuk lehernya yang pegal karena sudah seharian ini ia berlari kesana-kemari mengejar Devano. Untung saja putri mereka masih terlalu bayi untuk bermain dengannya dan sedang di jaga oleh baby sitter.
__ADS_1
Sementara Daniel menghentikan percakapannya dengan Nico, pria itu memanggil Ashley yang berdiri di sampingnya. Ashley menoleh lalu menunduk, hingga Daniel mengecup bibirnya. Ternyata pria itu hanya ingin mengecup sang istri di depan Nico serta yang lainnya, sontak saja membuat wanita itu merona malu.
Dua wanita hamil, Emely dan Millie dijaga ketat oleh suami mereka. Keil senantiasa menjaga Emely yang berendam di dalam kolam renang, pun dengan Millie. Perutnya yang besar tidak membuat wanita itu tampak kelelahan. Di kehamilannya yang kedua, Millie bebas melakukan aktivitas apapun karena tidak mengalami gejala seperti mual dan juga pegal-pegal, berbeda dengan kehamilannya yang pertama. Tatapi meskipun begitu Jack tetap siaga menjaga sang istri, ia duduk di tepi kolam renang, melihat wajah istrinya yang begitu senang berendam di dalam sana bersama dengan Emely.
Anthony juga ingin berenang seperti yang lainnya, pria itu sudah bertelanjang dada. Tetapi sebelum berenang, ia menghampiri istrinya terlebih dahulu dengan membawa piring besar berisikan croissant dan juga macaron untuk mendampingi istrinya bersantai selama ia berenang. Semenjak hamil napsu makan Lyca memang bertambah, tetapi tidak mengurangi kecantikannya. Beberapa bagian tubuhnya nampak lebih berisi dengan usia kandungannya yang tidak jauh berbeda dengan Millie.
Jennifer, Tasya dan Tania bercengkrama dan tertawa bersama. Jennifer bertanya tentang seputar kehamilan kedua wanita yang kini sudah ia anggap sebagai kakak seperti ia menganggap Olivia dan Millie. Jennifer tidak membedakan siapapun, ia justru senang memiliki banyak kakak perempuan. Jennifer juga memangku Albern dan Beryl bersamaan, ia baru mengetahui jika saat ini Tasya dan juga Tania sedang mengandung, sebab itu Jennifer bertanya banyak hal kepada Tasya dan juga Tania.
Sejak tadi Roy terlibat percakapan seru dengan teman-temannya yang lain. Namun berulang kali ia mencuri pandang ke arah Tania yang nampak begitu bahagia. Ia senang bisa memperkenalkan sang istri kepada keluarga Romanov. Setidaknya istrinya memiliki teman selain Angela dan Tasya.
Mereka sudah seperti satu keluarga, meskipun tidak memiliki hubungan darah. Mereka akan saling membantu satu sama lain, meskipun selalu diawali dengan pertengkaran terlebih dulu. Mengenal sifat mereka masing-masing tidak membuat mereka saling memusuhi, terkadang saling baku hantam adalah cara mereka menunjukkan kasih sayang.
Dan menjelang sore, para pria memilih berkeliling tanpa mengajak istri-istri mereka. Menugaskan puluhan anak buah yang disebarkan untuk menjaga ratu mereka di istana, sementara sang raja akan berkelana di luar sana.
Dua mobil Jeep sudah terparkir di depan Resort. Black Lion dan Red Dragon memasuki mobil masing-masing menuju Lia Beach, salah satu pantai yang berada di Mykonos. Setibanya disana mereka duduk di tenda yang sebelumnya sudah disiapkan. Berbekal minuman beralkohol rendah dan makanan ringan, mereka bersenda gurau, saling mengejek dan menggoda satu sama lain.
"Kali ini kau kalah Roy, istriku hamil lebih dulu," seru Jeff bangga.
"Ck, kali ini aku mengalah padamu." Roy berdecak kesal.
"Dan kalian berdua, semoga kalian cepat menyusul. Kita lihat salah satu diantara kalian siapa yang istrinya hamil lebih dulu," seru Zayn kemudian kepada Nico dan Daniel. Memang hanya dua pria itu yang belum dianugerahi buah hati. Terlebih Nico, karena baru beberapa hari ia menggagahi istrinya dan satu hari bercinta empat hingga lima kali.
"Dengar Nic, jangan membuat adikku kelelahan karena kau menyerangnya terus menerus." Lagi-lagi ucapan Xavier yang penuh ancaman itu membuat Nico bergidik ngeri.
"Aku tidak membuat istriku kelelahan, justru membuatnya mendesahh di bawahku," seloroh Nico tanpa tau malu. Dan mengundang gelak tawa mereka semua, tak terkecuali Xavier.
Lama mereka bercengkrama di dalam tenda, mereka kemudian mulai bermain wahana air laut. Rolling Donut, menjadi pilihan mereka bermain wahana tersebut, berisikan 4 hingga 5 orang. Dan Nico, Keil, Jack, Daniel serta Jeff sudah berada di atas perahu Rolling Donut, masing-masing sudah mengenakan pelampung. Hingga pemandu pantai mulai menjalankan speed boat. Rolling Donut akan di tarik dengan speed boat. Sensasi luar biasa mereka rasakan selain menebak, baku hantam dan membunuh. Xavier, Zayn, Roy, Edward dan juga Anthony berada di atas speed boat, menikmati keseruan mereka.
Semburat jingga nampak menyembul di langit, Black Lion dan Red Dragon berpose bersama. Mereka semua berada di atas tebing yang menyuguhkan ombak deras di bawah sana. Melihat sunset adalah salah satu sarana menghilangkan lelah dan penat. Matahari yang tenggelam ke tempat peraduannya, menyadarkan mereka bahwa jalannya kehidupan tidaklah selalu berjalan mulus. Pilihan selalu berada di tangan dan pilihan mereka adalah menjadi bagian dari dunia gelap.
Mereka adalah para MAFIA dingin, tangan mereka selalu dilumuri dengan darah segar. Namun kecintaan mereka terhadap istri dan keluarga kecil mereka menjadi tekad para mafia itu untuk berdiri paling depan, mengahalau berbagai anak panah dan menjadi tameng yang paling kuat untuk melindungi keluarga tercinta.
See you next bonus chapter
Yoona gak melampirkan visual ya.. kalian bisa lihat cuplikan videonya di Instagram Yoona 🤗
...Yang masih berkenan bisa like, vote dan jangan lupa komentar kalian 💕...
__ADS_1
...Always be happy 🌷...
...Instagram : @rantyyoona...